Letak Geografis Indonesia

Lokasi suatu negara, kota maupun tempat kita berdiri dapat diterangkan dengan ilmu geografi. Tidak hanya tentang lokasi suatu tempat namun juga tentang hubungan suatu wilayah dengan wilayah yang lain secara lokal, regional bahkan dunia.

Daftar Isi Artikel Penjelasan Geografi Lengkap :

Setiap negara memiliki batas wilayah dan urusan masing-masing tentang geografi dan teritorial negaranya. Bahkan, masalah tentang geografi suatu negara pun dapat menjadi pergesekan serius bahkan ancaman antara kedua negara. Ilmu geografi sangat penting untuk dipahami dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun urusan antar negara.

Definisi Geografi

Asal kata Geografi dari bahasa yunani yang berarti Bumi “Geo” dan Tulisan “Graphien”. Dalam arti luas, definisi geografi adalah ilmu yang menjelaskan lokasi, persamaan maupun perbedaan dalam keruangan akibat fenomena fisik dan kegiatan manusia di bumi.

Ilmu geografi sudah dikenal di jenjang SMA, namun biasanya ilmu geografi ini justru hanya di pelajari oleh siswa-siswi jurusan IPS, padahal bagi semua jurusan seperti IPA dan Bahasa juga sangat penting untuk mempelajarinya karena ilmu ini sangat berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Geografi merupakan ilmu yang sangat populer bahkan dari abad ke-1 ketika ahli Eratosthenes mengungkapkan bahwa geographica adalah awal kata dari geografi yang artinya gambaran dari muka dan bentuk permukaan bumi.

Pengertian geografi juga banyak di ungkapkan oleh beberapa ahli di dunia. Seperti Lobeck di tahun 1939, Hartshorne di tahun 1960, dan Ikatan Geografi Indonesia (IGI) pada tahun 1988 yang menyetujui berdasarkan hasil pertemuan dan seminar, bahwa geografi adalah ilmu yang menjelaskan persamaan dan perbedaan tentang fenomena yang terjadi di geosfer dalam lingkup keruangan.

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Setelah mengetahui pengertian geografi secara umum seperti yang sudah dijelaskan diatas selanjutnya yaitu definisi geografi menurut para ahli yaitu, sebagai berikut ini :

1. Herioso Setiyono

Geografi (Tahun 1996) adalah ilmu yang mempelajari tentang suatu hubungan timbal balik yang terjadi antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk terhadap pola persebaran horisontalnya di muka Bumi.

2. Basri Mustofa

Geografi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari tentang sebuah perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan serta kelingkungan dalam suatu konteks keruangan.

3. Prof. Bintarto

Geografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari hubungan kausal pada suatu gejala- gejala yang terdapat di permukaan Bumi, yaitu baik yang bersifat fisik ataupun yang menyangkut tentang kehidupan makhluk hidup beserta dengan permasalahannya melalui sebuah pendekatan kelingkungan regional dan keruangan yang dapat digunakan sebagai kepentingan proses, program serta keberhasilan pembangunan.

4. Von Rithoffen

Geografi adalah sebuah studi tentang sifat- sifat dan gejala yang terdapat pada permukaan Bumi serta penduduknya, geografi disusun berdasarkan letaknya yang dapat menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala- gejala serta sifat.

5. Immanuel Kant

Geografi yaitu sebuah ilmu yang memiliki objek studi berupa benda- benda, gejala- gejala, dab berbagai hal lainnya yang tersebar dalam suatu wilayah di permukaan Bumi.

6. Lobeck

Geografi merupakan ilmu pengetahuan atau studi yang membahas tentang sebuah hubungan – hubungan yang ada di antara lingkungan fisik dan kehidupan.

Aspek Geografi

Kajian geografi pada dasarnya mempunyai ruang lingkup yang cukup luas sehingga dalam disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan ilmu geografi. Keterikatan geografi dengan disiplin ilmu lain dapat juga dibedakan menurut aspek fisik dan aspek sosial.

1. Aspek Fisik

Aspek fisik ilmu geografi mengkaji segala fenomena yang terdapat di geosfer yang tentunya bisa mempengeruhi keberlangsungan hidup manusia. Aspek fisik pada geografi meliputi beberapa aspek seperti biologis, astronomis, kimiawi dan segala fenomena alam yang secara langsung dapat diamati.

  • Aspek Topologi adalah salah satu aspek Fisik ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan lokasi atau letak suatu wilayah, bentuk muka bumi daerah tersebut, luas area serta batas-batas suatu wilayah yang mempunyai ciri khas masing masing.
  • Aspek Biotik adalah salah satu aspek Fisik ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkenaan dengan unsur suatu vegetasi (flora atau tumbuhan, fauna atau binatang) dan kajian penduduk.
  • Aspek Non Biotik adalah salah satu aspek Fisik ilmu geografi yang membahas mengenai berapa hal yang berkenaan dengan unsur kondisi suatu tanah, tata air (hidrologi) baik perairan darat ataupun laut dan kondisi iklim dari sebuah wilayah.

2. Aspek Sosial

Kajian ilmu geografi juga mencakup dalam aspek sosial yaitu ilmu geografi mengkaji manusia yang hidup atas keterlibatannya dengan suatu fenomena yang terjadi di geosfer. Diketahui Aspek sosial meliputi beberapa aspek seperti politis, antropologis, ekonomis serta aspek yang berkaitan dengan pola hidup manusia (kebudayaan). Khusus aspek ini manusia akan dipandang sebagai fokus utama dari suatu kajian geografi dengan memperhatikan sebuah pola penyebaran manusia dalam ruang serta kaitan antara perilaku manusia dengan lingkungan sekitarnya. Ada beberapa aspek yang bisa dikaji dalam Aspek Geografi ini, yaitu:

  • Aspek Sosial adalah salah satu aspek ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkenaan dengan unsur seperti adat-istiadat, tradisi, kelompok masyarakat, komunitas dan lembaga-lembaga sosial.
  • Aspek Ekonomi adalah salah satu aspek ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkenaan dengan unsur seperti perikanan, perkebunan, pertanian, industri, pertambangan, perdagangan pasar dan transportasi.
  • Aspek Budaya adalah salah satu aspek ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkenaan dengan unsur seperti agama, pendidikan, kesenian dan bahasa .
  • Aspek Politik adalah salah satu aspek ilmu geografi yang membahas mengenai beberapa hal yang berkenaan dengan unsur seperti kepemerintahan yang terjadi didalam kehidupan bermasyarakat.

Hubungan antara geografi dengan aspek ilmu yang lainnya melahirkan cabang ilmu baru. Sebagai contohnya, hubungan antara geografi dengan biologi maka akan melahirkan ilmu baru yaitu biogeografi. Contoh yang lain yaitu hubungan antara geografi dengan antropologi akan melahirkan ilmu antropogeografi, dan hubungan lainnya seperti geografi dengan fisika yang melahirkan geofisika.

Kedua aspek didalam geografi ini merupakan dasar pembagian ilmu geografi menjadi dua cabang utama, antara lain geografi fisik dan geografi sosial.

Ruang Lingkup Geografi

Diketahui ilmu Geografi memang selalu berkembang (expanding environment), karena perkembangannya begitu luas maka para pakar geografi (geograf) untuk bisa menunjang pengetahuan geografi cenderung membaginya menjadi cabang-cabang ilmu pembantu. Dalam perkembangannya, ilmu geografi menguraikan tentang beberapa hal seperti permukaan bumi, ruang angkasa, iklim, penduduk, fauna dan flora serta hasil-hasil yang diperoleh dari planet bumi, yaitu merupakan hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan sekitarnya. Jika bumi dipandang dari segi teori lingkungan hidup, maka permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi 3 aspek lingkungan. Ruang lingkup pada ilmu geografi terdiri atas 3 bagian yaitu sebagai berikut ini :

1. Geografi Fisik

Physical Environment atau Abiotik adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berupa makhluk tak hidup, misalnya tanah, udara, air, dan sinar matahari.  Geografi fisik menyangkut keadaan lingkungan alam di luar manusia seperti gejala-gejala alam di geosfer yang meliputi atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer, Gejala-gejala alam tersebut berkaitan dengan bentuk, relief, iklim, dan segala sesuatu tentang bumi serta tentang proses-proses fisik yang terjadi di darat, laut, dan udara yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia.

2. Geograli Sosial

Aspek lingkungan sosial meliputi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di dalam ruang, yang mencakup aktivitas sebagai mahluk sosial yang harus berinteraksi dengan yang lainnya, aktivitas ekonomi untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya , dan budayanya yang mencerminkan perkembangan kemampuan manusia berupa hasil pemikiran manusia dalam bentuk karya cipta. Social environment adalah segala sesuatu di sekitar manusia yang berwujud dalam bentuk tindakan atau aktivitas manusia baik hubungannya dengan lingkungan alam sekitar maupun hubungan antar manusia. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa geografi (geografi manusia) mempelajari dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap manusia.

3. Geografi Regional

Geografi Regional adalah ilmu geografi mempelajari topik atau bahasan khususnya yang mencakup pada suatu daerah atau wilayah tertentu. Geografi regional merupakan bahasan yang menyeluruh, baik dari aspek fisik maupun sosial.

Konsep Geografi

Suatu objek dan proses yang terkait ilmu geografi menghasilkan gambaran dan rancangan yang disebut konsep geografi. Sehingga, dari konsep ini lah cara yang paling tepat untuk memahami proses dan fenomena geografi. Konsep ini berdasarkan kejadian geografi yang terjadi di dunia bisa dari alam dan sosial. Berdasarkan hasil seminar dari pertemuan IGI (Ikatan Geografii Indonesia) tahun 1988, telah mencetuskan 10 konsep geografi, di antaranya :

1. Lokasi

Konsep lokasi ini dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut yang tidak dapat dirubah dan lokasi relatif yang dapat diganti-ganti. Penjelasannya sebagai berikut :

Lokasi absolut merupakan lokasi yang tidak dapat diubah-ubah. Lokasi absolut biasanya dinyatakan dalam derajat lintang utara, lintang selatan, bujur timur maupun bujur barat karena lokasi ini berdasarkan garis astronomi yang melintang dan membujur mengelilingi bumi. Contohnya adalah letak astronomis negara jepang di 36 Lintang Utara dan 138 Lintang Selatan atau biasa ditulis 36LU dan 138BT.

Lokasi relatif merupakan letak suatu tempat atau daerah jika dilihat dari sekitarnya atau tempat di sekelilingnya. Lokasi relatif dapat berganti-ganti atau berubah tergantung dari objek lain sebagai patokan. Misalnya Malaysia terletak di dua daratan yaitu Asia dan pulau Kalimantan serta terpisahkan oleh Laut Cina Selatan.

2. Jarak

Dua lokasi yang berbeda tempat dapat dihitung atau dihubungkan dengan jarak. Jarak ini dapat dijelaskan dengan satuan meter sampai kilometer atau waktu lamanya suatu benda mencapai satu tempat ke tempat lain misal 4 jam. Konsep yang kedua ini dapat dibagi yaitu jarak mutlak dan juga jarak relatif.

Jarak mutlak dapat diartikan sebagai jarak dengan satuan panjang yang tidak bisa berubah atau sudah tetap. Satuan panjang ini bisa berupa kilometer, meter bahkan centimeter. Contohnya jarak mutlak adalah jarak Madiun menuju Surabaya adalah 164 km atau jarak Malang menuju Surabaya adalah 92 km. Jarak ini memiliki satuan jarak yaitu kilometer dan diukur dari titik A titik awal menuju titik B titik akhir.

Jarak relatif dinyatakan dengan waktu atau lamanya suatu benda menempuh dari titik awal sampai titik akhir atau tujuan. Satuan dari jarak relatif adalah satuan waktu misalnya hari, jam maupun menit. Misalnya adalah jarak dari Yogyakarta ke Madiun via Tawangmangu membutuhkan waktu 4 jam namun apabila melewati jalan tol Sragen-Madiun dapat ditempuh hanya 3 jam dalam keadaan normal.

3. Morfologi

Morfologi diartikan sebagai batuan-batuan yang tersusun secara alami sehingga membentuk permukaan bumi mulai dari datar, bergelombang atau terjal. Contoh morfologi di permukaan bumi adalah dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, pegunungan, pantai, lereng, lembah, dan lain-lain. Jika diterapkan di keadaan sebenarnya maka konsep morfologi ini dapat menjelaskan kondisi permukaan suatu wilayah.

Misalnya Magetan adalah kabupaten di Jawa Timur yang memiliki morfologi dataran tinggi dikarenakan masih termasuk dari lereng Gunung Lawu, Madiun merupakan dataran rendah dikarenakan pas di tengah Gunung Lawu dan Gunung Wilis, dan perjalanan dari Madiun ke Ponorogo melewati jalan yang berliku dan bergelombang dikarenakan melewati bukit-bukit.

4. Keterjangkauan

Keterjangkauan sangat berkaitan dengan jarak dan hal-hal lain yang menunjang seperti sarana dan prasarana di tempat tersebut. Sebagai contoh :

  1. Lokasi di pegunungan dengan belum adanya akses jalan yang memadai membuat tim penanggulangan bencana susah untuk mencapai tempat tersebut daripada di perkotaan.
  2. Harga tanah di perkotaan yang dikelilingi tempat-tempat industri memiliki harga yang lebih mahal dibanding harga tanah di pedesaan.
  3. Pulau Madura dapat ditempuh dengan kapal dari pelabuhan di Surabaya, namun sekarang dapat ditempuh juga dengan kendaraan darat melalui jembatan Suramadu.

5. Pola

Pola adalah kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar kita bisa karena gejala alam maupun gejala dari lingkungan sosial. Contoh dari pola karena gejala alam adalah pemukiman di pegunungan rata-rata setempat karena mengisi dataran yang landai yang dikelilingi pegunungan curam.

Contoh dari pola karena gejala sosial adalah

  1. Rumah-rumah penduduk rata-rata memanjang mengikuti jalan besar
  2. Rumah-rumah penduduk di sekitar danau akan tersebar mengelilingi danau tersebut karena sebagai pusat kehidupan atau tempat mencari makanan
  3. Di kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya, pemukiman penduduk sangat berhimpitan di sepanjang sungai karena terbatasnya lahan yang tersedia

6. Aglomerasi

Aglomerasi merupakan adanya suatu fenomena atau kejadian yang membentuk suatu pola atau struktur di kehidupan sehari-hari. Contohnya :

  1. Pasar hewan, pasar burung, pasar sayur merupakan suatu tempat berjualan berdasarkan komoditas yang diperjualkan belikan.
  2. Jawa Barat memiliki kawasan industri alat-alat berat dan otomotif di daerah Karawang.
  3. Di kota-kota besar, kawasan rumah penduduk biasanya sesuai dengan status ekonomi penduduk tersebut, misal perumahan untuk penduduk dengan status ekonomi menengah ke atas.

7. Nilai Kegunaan

Perkembangan dan kemajuan suatu daerah atau wilayah sangat tergantung dari nilai kegunaan yang dimiliki. Nilai kegunaan adalah suatu konsep dari nilai guna suatu wilayah yang digunakan untuk mengembangkan daerah tersebut. Contoh :

  1. Magetan terutama daerah Tawangmangu merupakan kawasan berkebun yang sangat ideal terutama sayur-mayur dan buah-buahan dengan kondisi dingin.
  2. Di daerah Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul adalah kawasan pantai selatan yang sangat cocok untuk dijadikan destinasi wisata andalan.

8. Interaksi atau Interpendensi

Interaksi atau interpendensi merupakan suatu konsep yang menunjukkan adanya hubungan maupun ketergantungan wilayah satu dengan yang lainnya. Contoh :

  1. Jakarta dan sekitarnya sebagai wilayah industri sangat membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang banyak, biasanya berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  2. Kota Yogyakarta membutuhkan pasokan pangan terutama sayur mayur dari Kabupaten Sleman dan Kulon Progo.
  3. Batu merupakan daerah pemasok kebutuhan pangan dan tempat liburan keluarga bagi Kota Malang dan sekitarnya.

9. Differensiasi Areal

Differensiasi Areal ini menunjukkan adanya perbedaan atau ciri khas suatu daerah tertentu dengan daerah lain. Perbandingan antara daerah satu dengan yang lain dapat dilihat dari kondisi wilayah, sosial-ekonomi penduduk dan budaya yang dimiliki. Misalnya :

  1. Di daerah Pacitan karena wilayahnya sangat dekat dengan laut maka mata pencaharian penduduknya banyak sebagai nelayan, berbeda dengan Ponorogo dengan kondisi daratan dan perbukitan, rata-rata mata pencaharian penduduknya ada di kota ataupun sebagai petani di desa.
  2. UMR di daerah Jakarta sangat tinggi dibandingkan di daerah Yogyakarta, karena Jakarta merupakan pusat bisnis, industri dan pemerintahan di Indonesia. Sedangkan kota jogja merupakan kota wisata yang ramai dikunjungi karena aneka jajanan oleh oleh yang murah.

10. Keterkaitan Ruang

Keterkaitan ruang ini sangat berkaitan dengan konsep sebab-akibat karena adanya interaksi dari wilayah satu dengan yang lainnya. Contoh konsep dari keterkaitan ruang adalah

  1. Jalan raya di wilayah Puncak, Jawa Barat sangat padat dikarenakan adanya mobilitas dari Jakarta maupun Bandung untuk liburan di Puncak.
  2. Kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera terutama di daerah Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan membuat Singapura dilanda kabut asap.
  3. Orang Batak memiliki ciri bicara yang keras, lantang dan tegas. Sedangkan, orang jawa memiliki ciri bicara yang halus, pelan dan lembut.

Letak Geografis Indonesia

Letak Geografis adalah suatu kondisi suatu daerah dilihat dari letaknya di bumi dan hubungan nya dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. Letak geografis negara Indonesia bisa dibilang strategis di banding negara-negara lain. Indonesia terletak di antara 2 benua yaitu benua Asia di bagian utara dan benua Australia di bagian selatan serta diantara 2 samudera besar dunia yaitu Samudera Hindia di bagian barat dan Samudera pasifik di bagian timur laut.

Kondisi atau keadaan Indonesia sangat dipengaruhi letak geografis tersebut. Dikarenakan indonesia terletak di antara dua samudera besar yaitu Pasifik dan Hindia maka Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan juga memiliki iklim tropis dimana hanya mempunyai 2 musim yaitu kemarau dan hujan. Hal itu terjadi karena Indonesia dipengaruhi angin musim dan angin laut dari Samudera.

Dalam hal ekonomi, Indonesia diuntungkan karena letak geografisnya dimana Indonesia merupakan tempat persimpangan lalu-lintas perdagangan dunia baik darat, laut maupun udara. Kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan di kelilingi lautan membuat indonesia kaya akan sumber daya dan budaya. Tempat wisata, produk maritim, pertanian, perkebunan, energi dan industri membuat Indonesia akan menjadi negara yang diperhitungkan di dunia.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.