Peta Kecamatan Magelang

Sejarah

Kota yang dijuluki sebagai “Kota Getuk” Ini tidak ubahnya seperti kota kota di Indonesia lainnya. Selalu memiliki cerita yang menarik dan tentunya sejarah yang sarat akan hikmah. Konon, nama kota Magelang ini berasal dari beragam cerita rakyat (dongeng) atau legenda dan sejenisnya. Sebagian mengatakan bahwa nama kota Magelang bermula saat wilayah jawa didatangi oleh orang orang Kalingga yang menggunakan perhiasan berupa gelang di hidung mereka. Sedangkan penambahan kata “MA” sebelum kata “Gelang” ada bentuk pernyataan dari kata kerja “memakai/menggunakan”. Dari penggabungan kata inilah yaitu Memakai Gelang, orang orang menamai kota ini dengan sebutan Magelang yang berarti tempat yang didatangi oleh orang orang yang memakai gelang.

Daftar Isi Artikel Peta :

Menurut versi lain, asal mula penamaan kota Magelang berawal dari sebuah kisah, dimana saat itu Kyai Sepanjang dikepung oleh para prajurit Mataram dengan bentuk formasi “Temu Gelang” yaitu barisan yang rapat dan membentuk lingkaran. Dan masih banyak kisah kisah lainnya yang semuanya mengklaim bahwa nama Magelang berasal dari kota tersebut.

Singkat cerita, sekitar abad ke 18, Magelang dikuasai oleh Inggris, dan saat itu Magelang diubah menjadi wilayah pemerintahan pusat yang setingkat dengan kabupaten. Ketika itu yang ditunjuk menjadi pemimpin adalah Mas Ngabehi Danoekromo (Bupati Pertama). Atas inisiatif dari Bupati Magelang, yaitu Mas Ngabehi Danoekromo, didirikanlah sebuah alun alun yang sekaligus menjadi momentum berdirinya Kota Magelang. Selain alun alun, dibangun juga tempat tempat penting lainnya seperti tempat tinggal bupati, mesjid dan gereja. Cerita berlanjut pada tahun 1818, saat itu wilayah kabupaten Magelang diangkat menjadi ibukota Karesidenan karena dianggap memiliki letak yang sangat strategis, yaitu berada pada jalur jalan raya menuju Yogyakarta.

Namun selang beberapa waktu, pemerintahan inggris di Magelang pun takluk ditangan Belanda. Kala itu, eksistensi Magelang semakin menguat dan berkembang. Dan tidak lain penyebab ialah terpilihnya Magelang sebagai pusat lalu lintas perekonomian di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan. Tingginya lalu lintas perekonomian di wilayah ini, membuat perkembangan dan kemajuan Magelang terasa sangat signifikan. Seiring berjalannya waktu, Belanda terus membangun beragam sarana dan prasarana di wilayah Magelang. Dan salah satu sarana paling bermanfaat saat itu ialah sebuah menara air minum yang dibangun tepat ditengah tengah kota sekitar tahun 1918. Setelah 9 tahun kemudian, yaitu sekitar tahun 1927 Belanda membangun perusahaan listrik di Magelang dan mengubah jalur arteri di wilayah tersebut dengan jalan beraspal.

Note: Tepat pada 1 April 1906, Magelang resmi ditetapkan sebagai wilayah Kota Magelang Gemeente. Saat itu Kota Magelang dipimpin oleh seorang Belanda dengan status jabatan Burgemeester. Jabatan Burgemeester saat ini dikenal dengan sebutan Walikota.

Lokasi Geografis

Secara geografis, Kota Magelang berada di wilayah Jawa Bagian Tengah tepat pada koordinat 7° 28′ 0″ S, 110° 13′ 0″ E. Luas wilayah administratif kota Magelang adalah 18,12 Km persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 138.271 jiwa pada tahun 2015 silam. Daratan kota Magelang juga berada di ketinggian ~380 meter diatas permukaan laut, dengan kemiringan antara 5 derajat hingga 45 derajat. Maka wajar saja, bila kota getuk ini tidak pernah mengalami banjir meskipun tergolong wilayah Indonesia yang memiliki iklim basah sebab curah hujannya yang tinggi. Dilansir dari BPS Magelang, sekitar tahun 2017 silam, curah hujan pertahun di kota ini mencapai 3.689 mm dalam setahun.

Adapun Batas Wilayah Administratif Kota Magelang, adalah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara, Berbatasan dengan Kecamatan Secang, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang
  • Sebelah Timur, Berbatasan dengan Sungai Elo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang
  • Sebelah Selatan, Berbatasan dengan Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang
  • Sebelah Barat, Berbatasan dengan Sungai Progo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Kecamatan Magelang Utara

Lokasi Wisata

Mungkin Candi Borobudur dan candi candi lainnya sudah umum menjadi lokasi tujuan bagi para turis saat berkunjung ke wilayah kota Magelang dan sekitarnya. Oleh karenanya, di bawah ini kami telah merangkum beberapa objek wisata yang namanya belum mungkin tidak terlalu terkenal, namun keindahannya tidak perlu diragukan.  Simak daftar selengkapnya di bawah ini.

  • Taman Kyai Langgeng
    • Lokasi: Jl. Cemp. No.6, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah
  • Bukit / Gunung Tidar
    • Lokasi : Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
  • Ketep Pass
    • Lokasi : Jl. Blabak – Boyolali No.KM. 16, Ketep Pas, Ketep, Sawangan, Magelang
  • Punthuk Setumbu
    • Lokasi : Jl.Borobudur Ngadiharjo KM 4 km, Kurahan, Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
  • Pinusan Kragilan
    • Lokasi : Area Kebun/Hutan, Pogalan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah
  • Rumah Kamera
    • Lokasi : Jl. Pahlawan No.55, Magelang, Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah
  • Museum OHD
    • Lokasi : Jl. Jenggolo No.14, Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah
  • Air Terjun Kedung Kayang
    • Lokasi : Jalan Ketep Pass Wonolelo, Nagrong, Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah
  • Air Terjun Silawe
    • lokasi : Area Sawah, Sutopati, Kajoran, Magelang, Jawa Tengah

Lokasi wisata diatas sekaligus menutup postingan kita seputar kota Magelang. Jangan lupa, ikuti terus informasi terbaru dari Jagad.id. Dan bagikan artikel ini ke media sosialmu bila kamu merasa informasi dari kami telah membantumu. Sampai jumpa!





Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.