Provinsi Riau

Sejarah Singkat

Salah seorang peneliti naskah melayu di Provinsi Riau bernama Hasan Junus mencatat setidaknya ada 3 kemungkinan awal mula munculnya nama “Riau” Berikut dibawah ini adalah penjelasan selengkapnya.

  1. Kata / Nama Riau berasal dari penggalan nama / kata orang orang Portugis yaitu “Rio” yang berarti sungai.
  2. Kata Riau berasal dari tokoh Sinbad Albahar dalam kitab Alfu Laila Wa Laila atau yang dikenal dengan “seribu satu malam”. Dalam kitab tersebut disebutkan kata Riahi yang di duga menjadi sebab awal kemungkinan munculnya nama Riau. Kata Riahi bermakna Air atau Laut.
  3. Kata Riau berasal dari pola penuturan masyarakat setempat kala itu yang disebut Rioh atau Riuh. Dua kata tersebut bermakna ramai atau hiruk pikuk pekerja.

Berdasarkan riwayat sejarah, dahulu provinsi Riau adalah bagian dari Provinsi Sumatera Tengah, Sumatera Barat dan Jambi. Namun ternyata, bersatunya 3 provinsi ini tidak membawa banyak manfaat bagi pembangunan dan masyarakat Riau saat itu. Berangkat dari hal itulah, timbul keinginan untuk mendirikan provinsi tersendiri, dan berpisah  dari provinsi Sumatera Barat dan Jambi.

Keinginan Riau untuk berpisah pun langsung terealiasasi dengan membentuk sebuah gerakan. Dimana gerakan ini dipelopori langsung oleh beberapa pemuka masyarakat Riau yang menginginkan adanya daerah otonomi sendiri bagi provinsi Riau. Dan benar, usaha gerakan tersebut tidak sia sia, gerakan ini ditandai dengan diadakanya Kongres Pemuda Riau (KRR) I, pada 17 Oktober  tahun 1954 di Pekanbaru. Keinginan masyarakat / penduduk  Riau agar memiliki daerah otonomi sendiri didukung penuh dengan tekad para pemuda dan Rakyat Riau secara serentak dan kompak.

Singkat cerita, perjalanan panjang provinsi Riau yang memperjuangkan adanya daerah otonomi sendiri berbuah sebuah hasil keputusan sidang. Dimana hasil siding kabinet tersebut menyebutkan, sejak 1 Juli 1957, Riau dan Jambi telah sah menjadi sebuah provinsi dengan Undang-undang Darurat No 19 Tahun 1957, hingga kemudian ditetapkan dengan Undang-Undang No. 61 Tahun 1958 menjadi Provinsi Riau.

Lokasi Geografis

Provinsi Riau bersebelahan dengan Jambi, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Lebih tepatnya provinsi ini berada pada titik koordinat 1º 15′ LS hingga -4º45’LU dan 100º 03′ hingga 109º 19′ BT. Luas wilayah administratif Provinsi Riau lebih kurang sekitar 87.023,66 km². Riau juga dikenal sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya alam, seperti: minyak bumi dan gas alam. Hanya dengan 2 hasil tambang ini, Riau berhasil menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kemakmuran penduduk yang cukup tinggi.

Bahkan, tidak hanya minyak dan gas (migas). Provinsi Riau juga memiliki aset kekayaan dari sektor perhutanan dan perkebunan. Adapun sektor perkebunan yang paling maju dan berkembang milik Riau yaitu kebun kelapa sawit, kelapa, dan karet. Tidak cukup sampai disitu, bahkan provinsi Riau juga mempunyai wilayah seluas 1,34 juta hektar yang diperuntukan sebagai lahan perkebunan kelapa sawit. Dan kini, setidaknya ada 116 pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang telah beroperasi dan mampu memproduksi dengan total CPO per tahun sebanyak 3.386.800 ton. Dan tidak bisa dipungkiri, dampak pemberlakuan otonomi daerah yang dulu diperjuangkan ternyata mampu memberikan efek positif terhadap perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau. Hal ini dikarenakan, seluruh bentuk penanaman modal, pemanfaatan sumber daya alam, sistem bagi hasil, dan segala yang terkait dengannya telah diatur dengan tegas pembagiannya antara wilayah pusat dan daerah.

Secara Iklim, Provinsi Riau masuk dalam kategori iklim tropis basah dengan curah hujan rata rata sekitar 2.000 -3.000 mm pertahunnya. Dan dalam setahun, umumnya provinsi Riau akan mengalami musim hujan selama 160 hari.

Wilayah daratan Riau sebagian besarnya terdiri dari kawasan hutan, baik itu hutan primer maupun hutan sekunder. Disamping itu Riau juga memiliki banyak wilayah rawa-rawa, danau-danau, dan pesisir pantainya yang landai. Ciri geografis daratan Riau secara umum tergolong cukup rendah dan memiliki bukit-bukit yang tersebar dekat perbatasan dengan daerah Sumatera Barat dan Tapanuli. Bukit bukit tersebut dikenal dengan nama kaki Bukit Barisan. Saking rendahnya daratan Riau, puncak tertingginya saja hanya sekitar 1.019 meter dari permukaan laut (mdpl).

Kawasan Wisata Alam Provinsi Riau

Sepertinya kurang lengkap jika membahas sebuah daerah lalu melupakan destinasi wisatanya. Sama dengan provinsi atau kota kota di Indonesia pada umumnya, Riau juga memiliki destinasi wisata andalan yang dipercaya manjur menghibur kita dengan keindahan pesona alam dan keotentikan objek wisatanya. Berikut dibawah ini adalah 6 daftar objek wisata yang bisa kamu kunjungi untuk sekedar menghibur diri, melepas penat atau mencari suasana baru dan bermain bersama keluarga.

  • Air Terjun Guruh Gemurai
  • Sungai Kampar
  • Air Terjun Aek Martua
  • Air Terjun Batang Koban
  • Danau Buatan PLTA Koto Panjang
  • Konservasi Gajah di Siak

Daftar objek wisata diatas sekaligus menutup postingan kita kali ini. Sekian pembahasan kita seputar provisi Riau. Nantikan juga pembahasan kami lainnya seputar provinsi dan kota di Indonesia. Dan jangan lupa, update terus informasi dan wawasan anda hanya di Jagad.id. Sampai jumpa!




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.