Pemanasan Global : Akibat, Dampak, Penyebab, Efek, Solusi Penanggulangan
No ratings yet.

Pemanasan global atau global warming merupakan kondisi dimana suhu udara bumi meningkat dari suhu rata-rata yang bisa ditolerir oleh makhluk hidup dan lingkungan. Pemanasan global mengakibatkan suhu mencapai titik panas waspada. Isu terkait pemanasan global mulai mencuat ketika manusia merasakan dan menyadari bahwa ada keganjilan mengenai pola lingkungan yang tidak biasa.

Isu pemanasan global menjadi kajian penting dalam kacamata internasional dikarenakan isu tersebut tidak hanya berdampak pada satu kawasan regional saja akan tetapi secara mengglobal. Dampak dari pemanasan global kini menjadi ancaman bagi setiap makhluk hidup di bumi. Prediksikan oleh para ilmuwan bahwa pemanasan global berpotensi menyebabkan kepunahan pada makhluk hidup.

Organisasi terkait kampanye global warming diserukan di seluruh negara terutama negara dengan tingkat produksi industri tinggi seperti negara-negara maju. Lahirnya beberapa organisasi lingkungan seperti greenpeace bahkan hukum internasional yang mengatur tentang jumlah maksimum pembuangan emisi menjadi bukti bahwa manusia semakin khawatir dan prihatin atas kondisi saat ini.

Efek Akibat Pemanasan Global :

• Menipisnya Lapisan Ozon Bumi

Lapisan ozon merupakan lapisan yang berada pada ketinggian 50 km diatas permukaan bumi yang terbentuk dari campuran sinar ultraviolet dan atmosfer. Atmosfer berbentuk gas yang melingkupi seluruh permukaan bumi yang berperan sebagai lapisan pelindung bumi dari bahaya atau bencana luar angkasa seperti hujan meteor atau jatuhnya meteor dan beberapa benda langit lainnya ke bumi.

Lapisan ozon juga menjadi penangkal sinar matahari berlebihan yang masuk ke bumi. Gas rumah kaca hasil pembakaran fosil fuel, seperti batu bara, gas alam dan minyak bumi lainnya menyebabkan meningkatnya kadar CO2 di atmosfer bumi yang menyebabkan menipis dan terkikis nya lapisan ozon diatas yang berperan sebagai pelindung bumi.

Ketika peran lapisan ozon dalam melindungi bumi dari potensi bahaya angkasa luar karena keberadaannya semakin menipis, bumi mengalami ancaman serius berupa volume sinar matahari berlebihan yang masuk ke bumi dan menyebabkan suhu udara meningkat dan potensi jatuhnya berbagai benda langit yang sudah tidak mampu dibendung oleh lapisan atmosfer bumi.

• Meningkatnya suhu rata-rata bumi

Suhu rata-rata bumi meningkat pada angka 0.4 derajat celcius sampai 0.8 derajat celcius sepanjang rentang 100 tahun terakhir. Para ilmuwan memprediksi bahwa suhu rata-rata bumi akan meningkat pada kisaran angka 1.4 – 5.8 derajat celcius jika manusia tetap tidak mempedulikan perubahan pola dan kondisi alam yang sedang terjadi.

Padahal normalnya suhu rata-rata bumi yang bisa ditolerir oleh makhluk hidup hanya mencapai sekitaran 15 derajat celcius. Jika prediksi para ilmuwan benar terbukti maka suhu rata-rata bumi akan mencapai 17- 21 derajat celcius. Tidak heran jika kini kita sering kali merasakan udara panas yang menyengat meskipun waktu menunjukkan masih pagi.

• Mencairnya es di kutub utara

Ketika suhu bumi meningkat dari rata-rata suhu yang dapat ditolerir makhluk hidup dan lingkungan, maka keadaan tersebut sangat berpotensi merusak susunan lingkungan dan kenyamanan makhluk hidup. Pemanasan global mengubah bentuk dan struktur lingkungan kemudian meluas hingga mengubah bentuk dan susunan pola perilaku makhluk hidup yang berada di lingkungan tersebut.

Ketika suhu bumi meningkat, bagian kutub utara dan selatan bumi yang tidak jauh dari garis edar matahari dan terdiri dari bongkahan es akan mencair. Es yang merupakan padatan atau beku dari air yang apabila berada di ruang dengan suhu di bawah nol derajat celcius apabila diberikan suhu panas maka akan menyebabkan es tersebut mencair kembali ke bentuk awal.

Kutub utara menurut peneliatan mengalami pencairan terus menerus setiap tahunnya. Kondisi tersebut akan merusak ekosistem yang terbentuk di kutub utara dan berpotensi menyebabkan gangguan kehidupan pada makhluk yang hidup di kutub utara seperti beruang kutub, anjing laut, walrus, penguin, dan beberapa jenis hewan laut berdarah dingin lainnya.

Selain itu, kutub yang mencair menyebabkan peningkatan volume air laut dimana kondisi tersebut berpotensi menyebbakan daratan pemukiman warga atau ekosistem makhluk hidup lainnya tenggelam. Dikarenakan meningkatnya volume air laut juga potensi bencana alam seperti tsunami, banjir, dan ombak yang akan merusak kehidupan makhluk yang hidup di sekitar bibir pantai.

Maldives sebagai negara dengan keindahan alam yang amat menawan menjadi salah satu negara yang diprediksikan dalam 10 tahun akan tenggelam. Kondisi tersebut tentunya semakin mengkhawatirkan negara-negara kecil dengan wilayah dataran rendah lainnya. Apalagi negara kepulauan yang berada di perairan samudra pasifik seperti Vanuatu, kepulauan Salomon, dan sebagainya.

Jika hal tersebut terus saja terjadi, tidak menutup kemungkinan daratan tempat dimana manusia dan maKhluk lainnya hidup akan semakin menyempit. Bisa dibayangkan dari yang hanya mencairnya es di kutub jika dijabarkan lebih lanjut maka efek gradual yang akan terjadi amat sangat mengerikan. Itu sebabnya pemanasan global kini menjadi kajian penting dan terus di kampanyekan dengan Slogan Stop Global Warming.

Dampak Pemanasan Global :

• Mengancam kehidupan manusia

Suhu udara yang meningkat disertai polusi merupakan radikal bebas berbahaya yang dapat merusak susunan tubuh manusia dan berpotensi penyebabkan penyakit berbahaya lainnya seperti kanker, tumor bahkan paling fatal meyebakan kematian. Radiasi dari sinar matahari.

• Merusak lingkungan

Lingkungan juga memiliki sifat yang sama dengan makhluk meskipun lingkungan tergolong benda mati namun kondisi lingkungan juga tidak luput dari dampak pemanasan global. Di daerah pegunungan yang biasanya sejukakan mengalami peningkatan suhu udara. Daerah lembab lainnya dimana beberapa jenis tumbuhan sebagai sumber makanan manusia mengalami kekeringan sehingga menyebabkan tumbuhan tidak dapat tumbuh lagi dan menusia berpotensi kehilangan sumber makanan. Daerah pesisir pantai yang terendam akan menyebabkan kelembaban dimana menumbuhkan berbagai jenis penyakit seperti wabah malaria.

• Merubah pola perilaku manusia

Secara tidak langsung pemanasan global memengaruhi pola perilaku manusia. Ketika manusia sebagai makhluk yang paling rasional sudah tidak mampu membendung dampak yang dirasakan akibat pemanasan global, manusia akan bertindak secara anarkis bahkan sampai saling menghancurkan satu sama lain.

• Mengurangi ketersediaan air

Air merupakan elemen utama sumber kehidupan manusia, selain sebagai pemenu kebutuhan tubuh akan cairan, air juga berperan dalam kebersihan. Pemanasan global tidak hanya mengurangi ketersediaan air yang layak di konsumsi maupun digunakan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya akan tetapi juga mencemarkan kualitas air. Jika ketersediaan dan kualitas air bersih yang semakin berkurang, maka akan menyebabkan kekeringan bahkan kematian.

Dampak lainnya seperti :

  • Menurunkan kualitas hidup.
  • Menimbulkan bencana alam yang sulit diprediksi
  • Meningkatkan polusi udara
  • Munculnya wabah penyakit baru
  • Perubahan iklim secara ekstrem
  • Berubahnya penyebaran tanaman dan hewan

Penyebab Global Warming

• Pembakaran fosil fuel berupa gas alam, minyak bumi, dan batu bara menglepaskan karbondioksida, gas metana, sulphur hexafluoride, hydrofluorocarbons, perfluorocarbons, dan nitrous oksida. Fosil fuel merupakan bahan bakar dalam menjalankan mesin-mesin pada pabrik industri. Molekul-molekul dari zat buangan gas alam tersebut lah yang dinamakan gas rumah kaca. Gas rumah kaca sangat memengaruhi kualitas ozon pada atmosfer bumi.

• Berkurangnya pepohonan dan tumbuhan hijau lainnya, dan penebangan pohon secara ilegal. Pepohonan atau tumbuhan hijau merupakan sumber penghasil oksigen. Oksigen berperan sebagai gas yang dihirup oleh manusia dan menjamin keberlangsungan hidup manusia. Selain itu pepohonan juga berperan dalam meminimalisir tingkat suhu panas bumi. Daerah perhutanan dan perkebunan yang ditumbuhi banyak pepohonan kini beralih fungsi menjadi pabrik-pabrik yang terus-terusan mengeluarkan gas emisi buang.

• Penggunaan kendaranan atau transportasi secara berlebihan. Transportasi seperti mobil, motor, pesawat dan sebagainya membutuhkan bahan bakar berupa fosil fuel. Penggunaan kendaraan secara berlebihan juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya suhu rata-rata bumi. Setiap satu kendaraan yang digunakan mengeluarkan emisi gas penyebab pemanasan global.

• Gas metana dari hewan ternak. Sendawa dan gas perut hewan ternak merupakan gas metana terbesar bahkan menyumbangkan gas metana lebih besar dibandingkan industri minyak. Sekitar 20% gas metana yang tersebar di bumi berasal dari hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan sebagainya.

• Proses pembakaran atau kebakaran hutan. Ketika manusia ingin membuka lahan baru terutama wilayah hutan sebagai lahan industri atau wilayah pemukiman, maka cara yang paling praktis yakni dengan melakukan pembakaran hutan secara besar-besaran. Gas hasil pemkarana hutan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamana makhluk hidup tetapi juga berpotensi menghasilkan polutan yang dapat merusak lapisan ozon dan menyebabkanpemanasan global.

Solusi dan Penanggulangan

• Mengurangi efek rumah kaca dengan membatasi penggunaan fuel fosil, seperti mengganti peralatan yang menggunakan bahan bakar menjadi peralatan yang lebih tradisional. Selain itu, manusia juga dituntut untuk membatasi penggunaan kendaraan bermotor yang menyumbangkan gas emisi setiap harinya.

• Merancang sistem pertanian dan peternakan yang baik sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk pada tanaman dan mengurangi produksi gas metana pada hewan ternak.

• Menjaga kestabilan lingkungan dengan cara tidak menebang pohon dan menanam pohon-pohon baru yang dapat menghasilkan oksigen lebih banyak lagi dan mengurangi kadar karbondioksida.

• Memanfaatkan tenaga alam seperti tenaga air, matahari dan tenaga udara sebagai pembangkit listrik tenaga alam dan energi alternatif yang ramah lingkungan.

• Mengubah pola hidup boros akan listrik atau barangelektronik yang membutuhkan bahan bakar dan tenaga listrik lainnya.

• Membatasi penggunaan peralatan yang berpotensi menghasilkan gas CFC (Cloro Four Carbon) seperti peralatan pendingin udara (AC).

• Menerapkan sistem reduce, reuse, dan recycle sehingga mengurangi tingkat penggunaan peralatan yang sulit terurai atau di daur ulang seperti plastik atau Styrofoam.

• Mengurangi penggunaan kertas dimana kertas merupakan benda yang terbuat dari bubur serat kayu pepohonan. Konsumsi kertas berlebihan menuntut penebangan kayu semakin tinggi, tentunya hal tersebut berakibat semakin banyaknya hutan yang gundul.

Please rate this



Contact Us!

Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Apakah artikel ini perlu tambahan penjelasan? Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form dibawah ini.