Gambar Siklus Air Hidrologi Langkap Dengan Penjelasan
5/5 (2)

Air adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki sifat dapat diperbaharui. Air merupakan salah satu sumber daya alam yang dibutuhkan oleh berbagai mahluk hidup di bumi ini. Manusia, hewan dan tumbuhan semuanya membutuhkan air untuk bertahan hidup dan bertumbuh kembang. Tanpa air banyak mahluk hidup di bumi ini yang akan mati. Pelajaran disekolah secara singkat menjelaskan SiklusΒ Hidrologi atau juga disebut Siklus air yaitu proses yang berulang dari Air Laut Menguap menjadi Awan yang kemudian mengalami pergerakan hingga ke Gunung dan Hujan kemudian air hujan yang jatuh mengalir ke Sungai dan kembali lagi ke Laut berulang lagi dan seterusnya.

Daftar Isi Artikel Siklus Hidrologi Lengkap :

Selain bermanfaat diminum untuk kebutuhan tubuh manusia, air juga bisa dimanfaatkan untuk membantu dalam berbagai aktivitas lainnya. Seperti memasak, mencuci, dan beberapa aktivitas lainnya yang membutuhkan air. Oleh karena itu, maka tidak heran jika manusia sangat membutuhkan air. Diketahui bahwa manusia bisa bertahan beberapa hari tanpa makan namun tidak bisa bertahan tanpa minum.

Cadangan Air di Dunia

Jumlah air di dunia ini cukup banyak, bumi sendiri sebagian besar terdiri dari air. Akan tetapi karena jumlahnya banyak, maka selaras dengan penggunaannya yang juga banyak. Kita sulit untuk menghitung Berapa jumlah air yang digunakan setiap hari. Akan tetapi, apakah kita pernah berfikir Bagaimana cadangan air di dunia ini?

Apa yang menyebabkan air tidak cepat habis? Bahkan di musim kemarau sekaligus. Ini dikarenakan ada yang namanya siklus air, hal inilah yang membuat air selalu cukup untuk digunakan setiap hari karena selalu terbarukan. Dengan adanya siklus ini maka kita bisa menemukan beberapa proses bagaimana siklus air terjadi. Selain itu ternyata siklus air memiliki jenis yang berbeda beda juga.

Hanya sekitar 0,007% Air di bumi yang saat ini dapat digunakan manusia untuk berbegai kebutuhan seperti minum, rumah tangga, pertanian dan industri. Air tawar di bumi hanya sekitar 3% yang mana 1% dapat diakses dan 2% air tawar tersebut tidak dapat digunakan karena dalam bentuk Es dan Salju yang berada di kutub. 97% air di bumi berupa air asin di lautan yang diketahui tidak dapat digunakan untuk diminum karena mengandung kadar garam yang cukup tinggi.

Baca Juga :
Sumber Daya Air – Macam Jenis dan Contohnya

Definisi Siklus Air

Siklus air adalah proses di mana air bergerak dari permukaan Bumi ke atmosfer dan kemudian kembali lagi ke tanah, merupakan proses konstan dengan air yang sama melalui siklus berulang kali. Siklus Air disebut juga sebagai siklus hidrologi. Air di bumi merupakan sumber daya yang terbarukan atau tidak terbatas dan gratis untuk didapatkan. Ternyata air tidak pernah hilang begitu saja setelah digunakan namun hanya berganti wujud dan terus berputar dalam sebuah lingkaran atau siklus, inilah yang dinamakan dengan siklus air. Jadi siklus air ini bisa diartikan sebagai sebuah perjalanan yang ditempuh oleh air dimulai dari air masih di bumi hingga menuju ke atmosfer, bahkan ketika kembali lagi ke bumi dan begitulah seterusnya.

Kegiatan manusia dalam membuat waduk dan menggunakan air untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan hidup secara tidak langsung mengubah siklus alami air. Tubuh manusia sendiri pun juga terdiri dari 70% cairan, yang mana manusia membutuhkan air setiap hari untuk mencukupi kebutuhan tubuh agar tidak dehidrasi. Selain itu hewan juga memerlukan air untuk minum dan tumbuhan juga membutuhkan air untuk berfotosintesis. Penggunaan air yang dilakukan oleh mahluk hidup tidak begitu berpengaruh dalam siklus air, yang jadi masalah saat manuisa menggunakan air dalam jumlah yang besar dan kemudian mengembalikan ke alam dalam bentuk limbah yang tidak terolah. Diketahui sekitar 80% air limbah dibumi tidak diolah dan begitu saja dikembalikan ke alam, hal tersebut yang merupakan sumber penyebab Polusi Air yang akan berdampak dengan efek yang sangat serius kedepannya.

Macam Jenis Siklus Hidrologi / Siklus Air

1. Siklus Hidrologi Panjang

Siklus Hidrologi Panjang yaitu siklus yang umumnya terjadi pada wilayah yang memiliki iklim subtropis atau wilayah pegunungan. Jenis siklus ini biasanya tidak dapat menghasilkan hujan dalam bentuk air, tetapi menghasilkan salju terlebih dahulu yang seiring waktu mencair menjadi air.

Air laut yang memanas dikarenakan sinar matahari sehingga akan menguap menjadi butiran air. Selanjutnya, tampak berbentuk awan-awan yang didalamnya sudah terkandung kristal es. Mulai dari proses tersebut, awan tersebut akan bergerak karena angin dengan proses pergerakan uap air secara horizontal yang juga disebut sebagai adveksi kemudian bergerak menuju daratan. Setelah itu akan mengalami presipitasi merupakan proses pergerakan jatuhnya cairan (berupa cairan ataupun padatan) dari atmosfer ke permukaan bumi, dan turun berupa salju. Setelah menjadi salju yang jatuh ke permukaan tanah, maka akan berubah menjadi gletser. gletser kemudian mencair dikarenakan suhu udara, maka terbentuklah aliran sungai yang akan mengalir kembali dataran rendah yaitu ke laut.

2. Siklus Hidrologi Sedang

Jenis siklus yang kedua ini biasanya terjadi di Indonesia. Siklus hidrologi sedang bisa menghasilkan hujan yang langsung ke atas daratan. Siklus ini bisa terjadi karena proses adveksi yang membawa awan ke atas daratan, karena itu prosesnya juga tidak terlalu lama. Air laut mengalami pemanasan serta menguap menjadi uap air.

Kemudian terkena tekanan udara serta angin, akan bergerak secara perlahan menuju daratan. Sesampainya di daratan akan terbentuk awan yang ada kandungan uap air. Kemudian akan jatuh ke bumi. Hal itulah yang disebut sebagai hujan. Hujan akan mengalami run off, di mana mengalir menuju sungai dan terakhir ke laut.

3. Siklus Hidrologi Pendek

Jenis siklus yang ketiga ini pada dasarnya adalah sebuah siklus yang tidak mengalami tahap adveksi. Dengan demikian uap air yang sudah terbentuk akan diturunkan sebagai hujan pada kawasan sekitar laut. Hal ini yang kemudian ini dikenal sebagai siklus hidrologi pendek.

Baca Juga :
Polusi Air – Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi

Proses Tahapan Siklus Hidrologi / Siklus Air

1. Evaporasi dan Transpirasi

Evaporasi atau penguapan merupakan peristiwa ketika energi dari sinar matahari memanaskan berbagai sumber air yang ada di bumi, arti sungai laut, danau. Setelah itu akan berubah wujud menjadi uap. Uap tersebut akan naik ke atas karena beratnya sangat ringan. Tahapan yang serupa namun tidak sama dengan tahap evaporasi yaitu transpirasi. Transpirasi merupakan sebuah tahapan penguapan air yang terkandung pada tumbuhan, melalui lubang daun atau stomata. Perlu Anda ketahui juga, hampir 10% dari penguapan ini menyumbang siklus hidrologi.

2. Kondensasi

Setelah evaporasi dan transpirasi, tahap selanjutnya yaitu kondensasi. Pengembunan atau Kondensasi adalah sebuah proses perubahan wujud suatu benda ke wujud yang lebih padat, seperti uap (atau gas) menjadi cairan. Saat uap air dari bumi dengan suhu yang cukup tinggi naik ke atas. Di sisi lain suhu di atas ternyata lebih dingin, lambat lahun hal tersebut akan mengalami penurunan suhu serta perubahan wujud. Akan nampak wujud uap air yang melayang-layang yang disebut dengan awan.

Kejadian ini sama seperti peristiwa munculnya bintik-bintik di gelas yang berisi air dingin atau es. Anda bisa mengamati ketika minum es menggunakan gelas, akan nampak bintik-bintik air dari luar gelas. Bintik tersebut bukan berasal dari air yang meresap. Akan tetapi, berasal dari permukaan luar gelas yang mengalami penurunan suhu sehingga berubah menjadi air. Itulah yang dinamakan peristiwa kondensasi. Jika gelas yang kita minum banyak berubah bintik-bintik saja, maka di atmosfer bisa bertonton apakan beribu-ribu ton air yang dihasilkan.

3. Presipitasi

Siklus ini merupakan lanjutan dari siklus kondensasi. Ketika peristiwa kondensasi terjadi dengan terus-menerus dan tidak mampu untuk lagi menahan air. Ketika hal itu terjadi maka jumlah air akan kembali ke bumi. Air yang kembali ke bumi bisa berbagai bentuk seperti air hujan, hujan es, hujan salju makan embun.

Presipitasi adalah peristiwa klimatik yang bersifat alamiah yaitu perubahan bentuk dari uap air di atmosfer menjadi curah hujan sebagai akibat proses kondensasi. Presipitasi merupakan curah hujan atau turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dan laut dalam bentuk yang berbeda, yaitu curah hujan di daerah tropis dan curah hujan serta salju di daerah beriklim sedang.

4. Koleksi atau Pengumpulan

Jika air sudah kembali jatuh ke bumi dalam berbagai bentuk seperti salju yang menjadi gletser dan air. Bisa jadi air tersebut akan jatuh ke laut, sungai danau atau bahkan bisa jatuh di hutan atau daratan. Jika jatuh di darat, air akan meresap ke tanah dan menjadi air tanah. Air tanah sangat bermanfaat bagi makhluk hidup di permukaan bumi terutama manusia.

Sebagian besar air yang jatuh di permukaan bumi akan dimanfaatkan oleh makhluk hidup dan sebagian yang lainnya akan diteruskan menjadi siklus baru lagi. Setelah itu air akan kembali ke siklus awal, dan begitulah seterusnya. Skilus Air akan terus berlangsung sejalan dengan usia planet bumi.

Dengan demikian, maka sangat benar adanya, yang selama ini kita minum bisa jadi bagian dari air berjuta-juta tahun yang lalu. Yang sudah melewati siklus sejak awal mula bumi. Adapun, beberapa faktor yang mempengaruhi siklus tersebut, diantaranya : kondisi dari pemanasan air laut dengan matahari, proses traspirasi air ketika berada di laut, dan proses pergerakan ketika air kembali ke dalam tanah.

Please rate this



Contact Us!

Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Apakah artikel ini perlu tambahan penjelasan? Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form dibawah ini.