Dampak Negatif Penggunaan Internet yang Berlebihan bagi Pelajar

Dampak Negatif Penggunaan Internet yang Berlebihan bagi Pelajar – Internet merupakan jaringan komputer yang saling terhubung diseluruh dunia. Disana kamu bisa menemukan semua informasi yang dibutuhkan mulai dari informasi seputar teknologi, politik, ekonomi dan informasi hiburan lainnya. Bahkan kamu juga bisa menemukan kumpulan video video lucu yang tersebar di internet.

Pemanfaatan teknologi internet ternyata merambah ke berbagai aplikasi network seperti sosial media, chatting dan aplikasi lainnya. Untuk saat ini internet bisa dibilang sebagai sesuatu yang lumrah di kalangan masyarakat. Penggunaannya setiap saat, setiap detik setiap menit. Serasa bahwa internet adalah barang kebutuhan setiap hari. Tanpa sadar perangkat komunikasi pada saat ini memanfaatkan jaringan internet.

Kemajuan teknologi internet membuat teknologi seperti pesan singkat SMS dan telepon menjadi punah dan jarang digunakan. Untuk seorang pelajar pun penggunaan internet juga pastinya sangat sering mengingat sumber informasi belajar juga ada disana. Tapi, internet juga membawa dampak buruk bagi masyarakat khususnya yang saya bahas adalah bagi seorang pelajar.

Dampak Buruk Internet Bagi Seorang Pelajar

Seperti yang sudah saya jelaskan, internet membawa dampak baik bagi masyarakat dilain sisi penggunaan yang berlebihan juga sangat tidak bagus dan malah bisa menimbulkan dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampak buruk penggunaan internet yang berlebihan bagi seorang pelajar.

1. Menyebabkan kecanduan

Sama halnya dengan rokok, internet ternyata bisa menyebabkan kecanduan bagi pemakai nya. Mereka rela berselancar di internet (browsing, sosmed, chatting, game online) hingga berjam jam tanpa henti. Bahkan saat bangun tidur pun bagi pecandunya akan mencari perangkat mobile untuk melihat chatting atau sosmed.

Dampak kecanduan bisa disebabkan oleh sosmed atau chatting, bahkan lebh parah adalah kecanduan video dewasa yang sangat banyak sekali tersebar di internet. Jika hal ini tidak segera di tanggulangi, seorang pelajar yang kecanduan internet akan menjadi anak yang anti sosial di lingkungan keluarga atau masyarakat.

Sebagai pelajar yang hidup di tengah masyarakat Indonesia alangkah sangat baik jika penggunaan internet digunakan untuk seperlunya pada kegiatan positif (komunikasi dengan orang jauh, game online pada waktunya dan tidak terlalu lama, dan tidak mencoba coba masuk situs dewasa). Ingatlah bahwa kecanduan berawal dari coba coba.

Tetapi bagi seorang internet marketer atau seorang pebisnis online, penggunaan internet setiap saat dan setiap waktu bagi saya tidak masalah toh itu merupakan pekerjaan yang menghasilkan uang dan bukan kegiatan yang konsumtif saja.

2. Menimbulkan Kejahatan Dunia Maya (Share Hoax dan Bullying)

Tanpa sadar pelajar yang sering menggunakan internet untuk kegiatan sosial media akan merasa bahwa itu adalah dunianya dan merasa berhak untuk melakukan apapun termasuk mengunggah foto dan video yang tidak seharusnya di unggah. Apalagi seorang pelajar mudah terpengaruh dengan berita berita palsu yang tersebar di dunia maya dan malah ikut ikutan membagikan berita tersebut.

Parahnya lagi ketika saya membuka situs sosial media terbesar (Facebook), saya menemukan banyak sekali pelajar yang membagikan berita yag mengujar kebencian padahal hal itu bisa membawa dampak buruk bagi dirinya karena melanggar UU ITE.

Dilain sisi, mereka para pelajar yang umumnya masih berusia belasan tahun gampang lepas kendali ketika ada bahan untuk dijadikan bullying. Tanpa disadari hal ini sangat berbahaya bagi mereka yang terkena bully, bisa menimbulkan depresi dan gangguan psikis.

Sebagai pengguna internet baik untuk sosial media, jadilah pengguna yang bijaksana. Kita adalah pelajar yang berpendidikan, jangan sampai terlihat bodoh di depan publik (sosial media). Jangan sampai juga memperlihatkan aib di media sosial seperti permasalah sekolah, teman, atau permasalahan memalukan yang lainnya.

3. Boros Uang dan Tidak Ramah Lingkungan

Bagi seorang pelajar yang belum bekerja atau berbisnis online, kecanduan internet tentu akan menyebabkan boros uang untuk membeli kuota data internet. Kecuali jika setiap saat kamu mendapatkan akses gratis internet melalui WiFi, uang tidak menjadi masalah. Tapi buat pelajar yang masih menggunakan kartu SIM pasti harus mengisi kuota data internet supaya bisa tetap terkoneksi.

Nah, untuk mendapatkan kuota data internet bisa membayar dengan sejumlah uang untuk pulsa dan dengan pulsa tersebut kamu bisa membeli paket internet. Cara lain untuk mendapat kuota internet adalah dengan membeli kartu yang sudah terdapat paketan internet di dalamnya.

Masalah timbul lagi disini, pemakaian kartu internet yang saat ini sering dilakukan adalah habis kuota buang. Artinya jika kartu sudah habis kuotanya maka akan dibuang dan membeli yang baru lagi. Jika semua orang Indonesia menerapkan pola hidup seperti ini akan menimbulkan dampak pada lingkungan yaitu bertambahnya limbah limbah kartu SIM. Meskipun kecil, jika seluruh Indonesia menerapkan pola pemakaian kartu paket internet seperti ini bisa saja jika dikumpulkan kartu SIM bisa sampai ratusan truk.

Pola penggunaan kartu internet semacam ini kerap saya temukan di lingkungan pelajar yang masih labil. Mereka menganggap bahwa dengan terus terkoneksi internet mereka melek teknologi, padahal memaketkan internet saja mereka tidak bisa ? Be smart guys.

4. Menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh

Pernah kah kamu melihat penampakan sekumpulan anak mudah (pelajar) nongkrong di kafe atau warung tapi yang mereka lihat adalah layar handphone mereka masing-masing ? Bukannya ngobrol ngobrol tapi sibuk dengan dunia maya mereka sendiri. Hal ini sama saja menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Memang sih mendekatkan yang jauh adalah hal yang menguntungkan, tapi internet juga bisa menjauhkan yang dekat. Fisik mereka saling berdekatan tetapi hati dan nurani mereka jauh melayang diudara bersama sinyal sinyal internet.

Maka dari itu jika kamu memiliki komunitas ketika nongkrong bareng lebih baik handphone di letakkan atau dimatikan saja. Berbincang bincang lah dengan teman supaya hubungan menjadi lebih dekat. Ketika waktunya ngegame ya ngegame, ketika waktunya main sosial media ya silakan, semua bisa kamu atur dengan manajemen waktu yang tepat.

5. Menimbulkan sifat malas

Dampak baik internet sangat banyak bagi pelajar yang rajin menggali informasi didalamnya. Tapi untuk pelajar yang “gila” internet hanya untuk kesenangan semata bisa menjadi boomerang bagi diri mereka sendiri dan akan menghancurkan masa depan. Baca berita tidak, baca artikel tentang pelajaran tidak, hanya main game online melulu saja. Itulah kebiasaan orang yang malas.

Saya harap kamu bukan salah satu yang menjadi korban internet ya.

Kesimpulan

Internet membawa dampak baik dan dampak buruk, salah satu yang menjadi korban dari internet adalah seorang pelajar. Siapapun yang menggunakan internet gunakan dengan bijak dan tidak melanggar aturan aturan yang berlaku. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih