Pengertian UDP Adalah Definisi Arti Fungsi, Lapisan, Perbedaan Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangan

UDP [User Datagram Protocol] adalah bagian dari internet protocol. Dengan memakai UDP, maka aplikasi komputer bisa mengirim pesan untuk komputer lain di jaringan lain tanpa harus melakukan komunikasi awal. UDP akan berkomunikasi dengan cara sederhana memakai mekanisme yang minimal yakni checksum untuk menjaga integritas dari data.

UDP dipakai untuk komunikasi sederhana seperti Domain Name System [query DNS], Network Time Protocol [NTP], Dinamic Host Configuration Protocol [NTP] dan juga Routing Information Protocol [RIP]. Di query DNS, maka komputer akan meminta informasi sebuah data dari domain ke DNS server. Data ini bisa berupa alamat web, server, alamat maol server dan juga data lainnya yang berhubungan dengan domain.

DNS server nantinya akan membalas dengan cara memberi informasi yang dikehendaki client. Di NTP, client akan meminta informasi waktu pada NTP server dan NTP server akan membalas di saat yang sama. Dengan begitu, client akan punya sistem waktu yang sangat akurat.

Di DHCP, client akan menghubungi DHCP server agar bisa meminta alamat IP untuk digunakan sendiri. DHCP server kemudian akan memberi informasi alamat IP agar bisa dipakai client. Sedangkan di RIP, maka server RIP akan melaksanakan broadcast informasi routing ke eouter lainnya. UDP juga sesuai untuk mengirim informasi yang lebih menekankan pada kecepatan dibandingkan kehandalan. Sedangkan contoh dari aplikasi ini adalah video streaming dan juga audio streaming.

A. Fungsi UDP

Ada beberapa fungsi dari UDP yang bisa membantu dalam aktivitas manusia sehari hari, seperti:

  1. Tepat digunakan untuk mengirimkan informasi yang mengutamakan kecepatan dibandingkan kehandalan seperti streaming audio atau video.
  2. Jenis protokol yang ringan sehingga efektif memakai processor serta sumber daya memori dan bahkan untuk menyimpan. Apabila protokolnya ringan, maka bisa menjalankan fungsi tertentu dengan cara bertukar pesan seperti bertanya nma dalam DNS.
  3. Bisa mengimplementasikan layanan realibilitas sehingga protokol ini bisa memberikan fasilitas layanan pertukaran data dengan handal. Beberapa contoh umumnya adalah TFTP atau Trivial File Transfer Protocol serta NFS.
  4. Tidak butuh kehandalan seperti dalam Routing Information Protocol [RIP].
  5. Bisa memberikan siaran sebab tidak butuh koneksi lebih dulu dengan host yang lebih spesifik. Paket data nantinya bisa dikirim dengan beberapa tujuan yang ditandatangani di dalam multicast atau disiarkan.

B. Cara Kerja UDP

Sama seperti TCP, UDP juga mempunyai saluran untuk menghubungkan host satu dengan yang lain sehingga bisa saling mengirim informasi antara yang satu dengan yang lain dimana saluran tersebut dinamakan dengan port UDP. Agar bisa terhubung dengan protokol UDP, maka aplikasi di komputer harus memberikan alamat IP serta nomor port UDP dari host yang mau anda sambungkan.

Port UDP tersebut berguna untuk antrian pesan multipleks sehingga port UDP bisa bekerja dengan cara menerima beberapa buah pesan secara sekaligus. Masing masing port UDP mempunyai identifikasi dengan nomor yang unik namun mempunyai divisi sendiri. Meski bermanfaat, namun UDP juga mempunyai beberapa kelemahan dalam urusan cara kerjanya.

Sebagai contoh, UDP tidak bisa memberikan fasilitas mekanisme dari buffering data yang keluar dan yang masuk. Selain itu, UDP juga tidak memberikan fasilitas mekanisme buffering data yang berukuran besar lalu disederhanakan ke beberapa segmen data seperti yang bisa dilakukan dengan memakai TCP. Ditambah lagi, dalam protokol UDP juga tidak terdapat mekanisme kontrol aliran seperti yang ada di TCP.

Ada beberapa tahap dalam cara kerja UDP yang akan dilakukan dan masing masing tahapan tersebut saling berhubungan.

  • Paket yang berisi client port serta port sumber memiliki bentuk file text yang akan dikirim dalam UDP Header.
  • Paker isi port client serta port sumber audio akan dikirim menuju server di UDP Header.
  • Tujuan dari UDP memaca nomor port tujuan dan juga proses data.
  • Paket asli memiliki port tujuan sehingga server bisa mengirim kembali data ke FTFP Client.
  • Point ketiga dan keempat akan diulangi kembali pada saat file audio akan dikirimkan client.
  • Saat aplikasi akan menerima data, maka UDP tidak akan melakukan buffer atau fragmen masing masing data yang masuk.
  • Data tidak mengalami processing data yang sulit khususnya tidak memfragmen data sehingga jika data lebih besar dibandingkan MTU, maka lapisan IP harus melakukan fragmen.

Jika layer network mempunyai fungsi untuk mengatur transfer data dari end system, maka tentunya fungsi layer transport adalah untuk mengatur data setiap proses. Sedangkan untuk prosesnya terdiri dari beberapa macam yakni RSVP, UDP, DCCP, TCP dan juga SCTP.

C. Kelebihan dan Kekurangan UDP

Sama seperti TCP, UDP sendiri juga memiliki beberapa kekurangan dan kelebihan, seperti:

1. Kelebihan:

  • Bisa disiarkan dengan sangat cepat.
  • Koneksi terjadi lebih cepat sebab tidak butuh bernegosiasi atau handshaking.
  • Lebih hemat memori sebab tidak memecah data.

2. Kekurangan:

  • Tidak bisa mengirim data yang besar sebab data tidak bisa dipecah.
  • Tidak bisa buffer.
  • Tidak menyediakan mekanisme kontrol aliran.



Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.