Protokol : Pengertian, Jenis, dan Susunannya

Jagad.id – Pengertian Protokol – Jika kita berkomunikasi dengan orang lain ada tata cara yang harus disepakati dan dipatuhi, pun demikian halnya dengan berkomunikasi antar komputer dalam suatu  jaringan. Aturan inilah yang disebut dengan protokol. 

Apakah Pengertian Protokol Itu?

Secara umum dalam teknologi komputer dan jaringan definisi atau pengertian protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur jalannya komunikasi data. Tanpa adanya protokol, dua perangkat komputer bisa jadi saling terhubung satu sama lain namun tidak berkomunikasi satu sama lain. 

Dalam protokol terdapat beberapa elemen penting yaitu syntax, semantics, dan timing. Yang dimaksud dengan sytax adalah struktur atau format data. Adapun yang dimaksud dengan sematics adalah makna yang diberikan kepada masing-masing bagian bit yang mengindikasikan interpretasi masing-masing bagian.  Semantics juga mengacu pada keputusan atau tindakan yang harus diambil berdasarkan interpretasi tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan timing adalah pengirim harus mengetahui kesiapan penerima untuk menerima data.  

Macam Jenis Protokol

Terdapat beberapa jenis protokol khusus yang dirancang untuk menjalankan tugas tertentu dalam sistem komunikasi jaringan. Beberapa jenis protokol tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

1. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)

TCP/IP adalah protokol komunikasi dasar antara dua komputer atau lebih agar masing-masing dapat berkomunikasi satu sama lain dalam sebuah jaringan. Dalam TCP/IP terdapat beberapa protokol yang mengatur komunikasi data yakni TCP (Transmission Control Protocol), UDP (User Datagram Protocol), IP (Internet Protocol), ICMP (Internet Control Message Protocol), DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), dan TCP Uses a Fixed Connection.     

2. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)

Protokol ini merupakan protokol yang mengatur komunikasi antara web server dan web browser. HTTP ini biasanya digunakan untuk mengirimkan permintaan dari sebuah web client atau web browser kepada sebuah web server, mengembalikan web content atau web pages dari server kembali kepada client.

3. HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure)

HTTPS adalah protokol yang mengatur keamanan komunikasi antara web server dan web browser. HTTPS biasanya digunakan untuk mengatur atau menangani keamanan lalu lintas data-data penting seperti transaksi kartu kredit dan lain sebagainya.    

4. FTP (File Transfer Protocol)

FTP atau File Transfer Protocol mengatur transmisi file atau pengiriman berkas antara komputer yang satu dengan komputer yang lain.

5. SSL (Secure Sockets Layer)

SSL adalah protokol yang digunakan untuk mengenkripsi data agar proses transmisi data berlangsung dengan aman. 

6. NTP (Network Time Protocol)

NTP adalah protokol yang digunakan untuk mensinkronkan waktu (jam) antara komputer yang satu dengan yang lain.

7. SNMP (Simple Network Management Protocol)

SNMP digunakan untuk mengadministrasi jaringan komputer.

8. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

DHCP adalah protokol yang digunakan untuk mengalokasikan alamat-alamat IP ke dalam komputer dalam sebuah jaringan.

9. IMAP (Internet Message Access Protocol)

IMAP adalah protokol yang digunakan untuk menyimpan dan memanggil kembali e-mail.

10. ICMP (Internet Control Message Protocol)

ICMP adalah protokol yang mengatur atau menangani kesalahan yang terjadi dalam jaringan.  

Susunan Protokol

Agar sebuah jaringan yang dibuat tidak terlalu kompleks, protokol jaringan harus disusun dalam beberapa lapisan atau layer. Setiap layer memiliki nama, isi, fungsi, serta jumlah yang berbeda-beda. Meskipun begitu, tujuannya tetap sama yakni memberikan layanan ke setiap layer yang ada di atasnya. Jika diperhatikan, susunan lapisan atau layer ini menunjukkan langkah-langkah ketika berkomunikasi.

Berdasarkan model Open System Interconnection (OSI), terdapat tujuh lapisan atau layer yang masing-masing berdiri sendiri namun fungsi yang dimiliki masing-masing lapisan atau layer sangat bergantung satu sama lain. Adapun ketujuh lapisan atau layer yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Physical Layer

Physical Layer adalah merupakan lapisan terbawah yang berfungsi mentransmisikan dan menerima bit data melalui media fisik. Untuk mendukung fungsinya tersebut, physical layer bertanggung jawab dalam menentukan spesifikasi mekanik listrik, prosedur handshaking, dan lain lain.

2. Data Link Layer

Data link layer adalah lapisan yang menyediakan jalur bagi data frame yang bebas dari kesalahan dari satu titik ke titik yang lain melalui physical layer. Hal ini memungkinkan layer yang ada di atasnya untuk mengasumsikan secara virtual transmisi yang bebas kesalahan melalui tautan yang ada. 

3. Network Layer

Network layer adalah lapisan yang mengendalikan berjalannya subnet, memutuskan jalur fisik yang seharusnya diambil oleh data berdasarkan kondisi jaringan, prioritas layanan, dan lain-lain. 

4. Transport Layer

Transport layer adalah lapisan yang berkaitan dengan jenis jaringan yang akan digunakan untuk berkomunikasi. Lapisan ini bertanggung jawab dalam memastikan pesan-pesan yang dikirimkan bebas dari kesalahan, tidak ada duplikasi, dan utuh. 

5. Session Layer

Session layer berfungsi mengatur terlaksananya proses pertukaran data yang dilakukan. Lapisan ini bertanggung jawab dalam membentuk koneksi  antara dua pengguna agar dapat saling bertukar data, mengendalikan arus pesan, dan lain-lain.   

6. Presentation Layer

Presentation layer adalah lapisan penerjemah atau lapisan yang membentuk data untuk disajikan pada application layer. Tujuannya adalah agar pesan yang diterima oleh setiap terminal dapat diterima dan dimengerti oleh terminal tersebut.     

7. Application Layer

Application layer berfungsi untuk memberikan layanan bagi para pengguna dan proses-proses aplikasi lainnya untuk mengakses layanan jaringan. Lapisan ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah manajemen jaringan, mengakses file atau berkas secara remote, mengakses printer secara remote, dan lain-lain.