Pengertian Software Layer Lapisan, Fungsi dan Jenis

Software layer adalah salah satu konsep utama yang harus dimengerti, dikenali serta diimplementasikan ketika sedang membangun perangkat lunak atau software. Software layer sendiri terbagi menjadi empat lapis yakni a quality focus, process, methods dan juga tools. Untuk lebih jelasnya, berikut akan kami berikan ulasan tentang software layer selengkapnya.

A. Pengertian Software atau Perangkat Lunak

Di awal proses perkembangan perangkat lunak atau software, pembuat program atau programmer membuat pengkodean atau biasa disebut dengan mengoding perangkat lunak tanpa memakai tahapan atau prosedur pengembangan software. Namun sesudahnya, banyak ditemukan masalah bersamaan dengan berkembangnya skala sistem perangkat yang bertambah besar. Pengertian software sendiri juga berbeda beda menurut pendapat beberapa orang ahli, seperti:

1. Menurut Pressman

Software atau perangkat lunak adalah program komputer atau instruksi yang bisa memberikan fungsi, fitur serta kinerja sesuai dengan yang diinginkan.

2. Menurut M. Shalahudin

Software atau perangkat lunak merupalan program komputer yang terasosiasi dengan beberapa dokumentasi seperti dokumentasi kebutuhan, cara pemakaian serta model desain. Perangkat lunak juga sering disebut sebagai sistem perangkat lunak yang mengartikans ekumpulan komponen saling berhubungan dan memiliki satu tujuan yang ingin diraih.

B. Lapisan Perangkat Lunak atau Software Layer Secara Umum

Software layer atau lapisan perangkat lunak terdiri dari beberapa layer atau lapisan yakni a quality focus atau fokus kualitas, process atau proses, methods atau cara dan juga tools atau alat.

1. A Quality Focus [Fokus Kualitas]

Ketika anda sedang membangun aplikasi, maka fokus kualitas menjadi hal pertama yang harus anda bangun. Anda harus memikirkan tentang kualitas software yang mau anda bangun, siapa yang akan dijadikan sasaran, untuk siapa aplikasi tersebut dibangun. Untuk itulah, fokus kualitas akan membantu programmer untuk mengetahui level aplikasi yang akan dibangun.

Sebagai contoh jika anda ingin membuat aplikasi untuk memutar musik, maka dengan fokus kualitas programmer bisa mengetahui sudah sampai di mana aplikasi yang mau dibangun tersebut. Sedangkan untuk file music sendiri juga bisa bervariasi dari mulai MP2, MP3, WAV, audio track, MIDI dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui tujuan dari dibuatnya aplikasi, maka programmer bisa mengerti tentang semua hal yang berkaitan dengan program tersebut. Sementara jika dilihat dari segi interaksi manusia serta komputer, maka fokus kualitas bisa membantu programmer tentang bentuk dari aplikasi yang ingin dibuat.

2. Process atau Proses

Proses atau process adalah lapisan nomor dua di dalam software layer yakni sesudah quality focus. Sesudah nantinya quality focus dibangun, maka pemrogram juga harus mengetahui cara memproses yang harus dilakukan berkaitan dengan fokus kualitas perangkat lunak yang diinginkan.

Beberapa proses ini dilakukan berurutan dan juga tepat untuk menghindari kesalahan pada saat aplikasi akan launching atau diluncurkan. Berbagai proses tersebut nantinya akan dilakukan sesuai dengan kata kuncinya.

3. Methods atau Metode

Methods atau metode adalah hal penting lainnya ketika membuat sebuah perangkat lunak atau software. Dengan memakai metode, maka programmer juga akan melakukan langkah serta tindakan sesuai dengan metode tersebut. Metode yang akan dipakai juga harus sesuai dengan perangkat lunak atau software yang ingin dibangun serta tujuan dari dibuatnya perangkat lunak tersebut.

4. Tools atau Alat

Tools adalah alat bantu yang bisa dipakai programmer ketika ingin menyelesaikan sebuah proyek. Dari mulai tools anmiasi, tool multimedia sampai tools normalisasi dan berbagai tools lain. Contohnya adalah power designer, X3D, paintshop pro dan sebagainya.

C. Fungsi Software Layer

Jika dilihat secara umum, fungsi dari software layer ini tidak jauh berbeda dengan beberapa bidang rekayasa lain dan berikut beberapa fungsi software layer selengkapnya:

  1. Supaya biaya produksi software atau perangkat lunak bisa lebih rendah.
  2. Bisa menghasilkan software perangkat lunak dengan kinerja yang tinggi, tepat waktu serta andal.

D. Jenis Arsitektur Perangkat Lunak

Jenis dari software layer terdiri dari data flow architectures, data centered architectures, call amd return architectures serta layered architectures, implicit invocation, event based, table driven interpreters, hetereogeneus archietecture.

  1. Data Centered Architectures: Untuk mendapatkan kualitas integrability data yang baik sebagai tempat penyimpanan data yang terpusat.
  2. Data Flow Architectures: mempunyai tujuan untuk mendapatkan kualitas pemakaian ulang serta modifiability yang ditandai dengan melihat sistem sebagai sebuah rangkaian transformasi di potongan berurutan input data. Data nantinya akan masuk ke dalam sistem dan mengalir dari satu komponen ke komponen lain dan datanya sendiri memiliki beberapa buah tujuan akhir.
  3. Call and Return Architectures: Bertujuan untuk mendapatkan kualitas solvabilitas dan juga modifibiality.
  4. Layer Architectures: Sistem yang berlapis dan diatur sedemikian rupa di mana masing masing lapisan menyediakan layanan ke lapisan lain diatasnya serta untuk melayani klien ke lapisan bawah.
  5. Event Based, Implicit Invocation: Komponen antarmuka yang memberi koleksi prosedur serta fungsi.
  6. Repositories: Pada respitori ada 2 macam komponen yakni pusat struktur data dan juga koleksi independen komponen untuk menyimpan data pusat. Sedangkan untuk interaksi antara repositori serta komponen eksternal bisa bervariasi diantara sistem.



Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.