Puisi : Pengertian, Ciri-ciri, Unsur, dan Contoh

Jagad.id – Pengertian Puisi – Karya sastra merupakan suatu hasil karya seni seorang sastrawan berupa tulisan. Tulisan ini dibuat berdasarkan ide, gagasan dan imajinasi para sastrawan untuk dinikmati para pembacanya. Bentuk karya sastra ada berbagai macam salah satunya adalah Puisi.

Puisi merupakan salah satu bentuk seni karya sastra yang sudah sangat popular sejak zaman dahulu. Bahkan puisi bisa dikatakan sebagai karya sastra yang tertua dalam peradaban manusia. Di Indonesia sendiri sudah banyak tokoh puisi yang terkenal seperti Chairil Anwar, Asrul Sani, dan lain-lain. Nah untuk menulis puisi yang berkualitas anda harus paham dulu mengenai pengertian, ciri-ciri dan unsur puisi.

Pengertian Puisi

Pengertian puisi menurut para ahli adalah:

1. H. B. Jassin

H. B. Jassin mengatakan bahwa puisi adalah suatu karya sastra yang dapat diucapkan menggunakan perasaan yang didalamnya terdapat pikiran-pikiran dan tanggapan-tanggapan.

2. Herman Waluyo

Menurut Herman Waluyo puisi merupakan salah satu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dari penyair dengan imajinatif yang kemudian disusun dengan fokus pada keindahan dan kekuatan bahasa dalam struktur fisik dan struktur batin.

3. Sumardi

Menurut Sumardi puisi adalah sebuah karya sastra yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipersingkat, dipadatkan, dan diberi irama serta menggunakan kata-kata kiasan atau imajinatif.

4. Theodore Watts – Dunton

Theodore Watts – Dunton menjelaskan bahwa puisi adalah suatu ekspresi yang konkrit dan memiliki sifat artistik yang berasal dari pemikiran manusia menggunakan bahasa emosional dan berirama.

5. James Reevas

Menurut James Reevas puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya tarik.

6. Panuti Sudjiman

Panuti Sudjiman berpendapat bahwa puisi merupakan suatu jenis karya sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, dan rima dalam penyusunan tiap larik baitnya.

Secara umum puisi merupakan suatu bentuk karangan sastra yang bahasanya terikat oleh rima, ritme, dan jumlah baris dan dibuat berdasarkan imajinasi dari penyairnya.

Ciri Ciri Puisi

Puisi dapat digolongkan menjadi puisi lama dan puisi baru. Perbedaan golongan ini memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ciri-cirinya adalah:

1. Puisi lama

a. Anonym, biasanya tidak diketahui siapa pengarang dari puisi tersebut

b. Merupakan sastra lisan dan biasanya disampaikan dari mulut ke mulut

c. Memiliki kaidah dan aturan-aturan yang terikat berupa gaya bahasa, diksi, intonasi, rima dan lain sebagainya.

d. Gaya bahasa yang dimiliki bersifat statis (tidak berubah-ubah) dan klise

e. Makna atau isi yang terkandung di dalamnya memiliki kisah yang fantastis atau istana sentris.

2. Puisi baru

a. Pengarang puisi diketahui dan biasanya dicantumkan di dalam puisi

b. Dapat berkembang baik secara lisan maupun tulisan

c. Tidak terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris. rima, gaya bahasa, diksi, intonasi, dan lain-lain

d. Memiliki gaya bahasa yang bersifat dinamis (berubah-ubah)

e. Makna atau isi yang terkandung di dalamnya biasanya tentang kehidupan atau pengalaman nyata dari penyair

Unsur Puisi

Puisi dibentuk dari suatu kesatuan antara unsur-unsurnya. Unsur-unsur dari puisi tidak boleh dihilangkan untuk menghasilkan puisi yang berkualitas. Unsur-unsur dari puisi tersebut adalah:

1. Struktur batin

Struktur batin merupakan unsur pokok dari suatu puisi. Unsur ini juga disebut sebagai hakikat suatu puisi. Struktur batin pada puisi terdiri dari:

a. Tema atau makna (sense)

Tema atau makna adalah unsur utama dari sebuah puisi. Tema merupakan gagasan pokok dari suatu puisi. Dari tema tersebut penyair dapat mengembangkan pesan yang akan disampaikan menjadi suatu puisi yang utuh dengan kemampuan bahasanya.

b. Rasa (feeling)

Rasa atau feeling merupakan sikap penyair terhadap masalah yang ingin diungkapkan dalam suatu puisi. Rasa dari suatu puisi biasanya berkaitan erat dengan latar belakang si penyair, misalnya pendidikan, agama, pengalaman sosial, dan lain sebagainya.

c. Nada (tone)

Nada merupakan sikap seorang penyair saat membacakan puisi. Nada berkaitan dengan makna dan rasa. Nada menghidupkan rasa dari suatu puisi agar dapat dinikmati oleh audience. Nada yang diberikan oleh penyair dapat dilakukan dengan nada mendikte, menggurui, memandang rendah, dan lain-lain yang ditujukan pada audience.

d. Tujuan (intention)

Tujuan adalah maksud, amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh penyair melalui puisi kepada pembaca atau audiencenya.

2. Struktur fisik

Struktur fisik merupakan unsur yang mendukung struktur batin. Unsur ini berupa metode yang dilakukan untuk menyampaikan suatu puisi. Struktur fisik dari suatu puisi terdiri dari:

a. Tipografi

Tipografi merupakan bentuk tampilan suatu puisi. Puisi memiliki format berupa pengaturan baris, tepi kanan dan kiri, dan batas pada suatu halaman. Tipografi ini dapat menghidupkan isi dari suatu puisi.

b. Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan isi dari puisi. Diksi ini dapat memberikan kesan atau makna yang lebih dalam pada suatu puisi sehingga audience atau penikmatnya.

c. Imaji

Imaji merupakan pengalaman penyair berupa pendengaran, penglihatan dan perasaan yang diungkapkan melalui susunan kata dalam puisi. Imaji ini dapat mengantarkan audience untuk ikut merasakan kejadian yang diceritakan oleh penyair di dalam suatu puisi.

d. Kata konkret

Kata konkret adalah kata-kata kiasan yang bisa ditangkap oleh indera manusia sehingga menimbulkan imajinasi. Misalnya adalah salju yang berarti kebekuan jiwa.

e. Gaya bahasa atau majas

Gaya bahasa atau majas merupakan penggunaan bahasa yang dapat memberikan efek konotasi pada bait puisi.

f. Rima/ irama

Rima atau irama adalah persamaan bunyi yang terdapat dalam tiap bait puisi. Rima pada puisi bisa diletakkan di bagian awal, tengah, atau di akhir puisi. Bentuk rima ada beberapa macam yaitu:

1) Onomatope, merupakan tiruan bunyi

2) Bentuk intern pola bunyi, terdiri dari aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi dan lain-lain.

3) Pengulangan kata, merupakan tinggi rendah, panjang pendek, atau keras lemah suatu bunyi.

Contoh Puisi

Berikut merupakan contoh puisi yang terkenal dari penyair legendaris Indonesia yaitu Chairil Anwar. Puisi ini merupakan salah satu contoh puisi baru. Dalam puisi ini tidak terlalu terikat oleh kaidah atau aturan-aturan mengenai rima, gaya bahasa, jumlah baris, dan lain-lain.

SAJAK PUTIH
Karya: Chairil Anwar

Buat tunanganku Mirat

Bersandar pada tari warna pelangi Kau depanku bertudung sutra senja Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri, dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini! Kucuplah aku terus, kucuplah Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…