Pengertian Pedoman Adalah Arti, Tujuan, Fungsi, Manfaat Dan Prinsip

Pedoman merupakan suatu kumpulan dari ketentuan dasar yang dapat memberikan arah bagaimana sesuatu harus dilakukan dan bisa juga diartikan sebagai hal pokok atau yang bersifat dasar yang menjadi pegangan, petunjuk dan sebagainya. Selain itu, pemimpin yang menerangkan cara menjalankan atau mengurus perkumpulan juga termasuk dalam pedoman.

Dalam perusahaan kata pedoman sangat popular apabila membahas tentang pedoman kerja atau yang sering di sebut dengan istilah SOP (standard operating procedure) atau standar operasional prosedur yang merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang pekerja saat melakukan pekerjaannya. Pedoman kerja digunakan agar arah pekerja melakukan pekerjaan sesuai peraturan yang ada dan dapat mencapai tujuan perusahaan.

A. Pengertian Pedoman Kerja

Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai definisi pedoman menurut para ahli.

1. Laksmi

Sistem yang disusun untuk memudahkan, merapikan serta menertibkan pekerjaan dan dalam sistem ini berisi urutan proses pekerjaan dari awal hingga akhir.

2. Sailendra

Panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional dalam suatu organisasi atau perusahaan agar berjalan dengan baik dan lancar.

3. Moekijat

Pedoman adalah urutan langkah-langkah pekerjaan yang berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dimana pekerjaan tersebut dilakukan dan siapa yang mengerjakannya.

4. Tjipto Atmoko

Suatu acuan atau pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai sistem kerja pada unit yang bersangkutan.

5. Insani

Dokumen yang berisi serangkaian tertulis yang kemudian dibakukan, mengenai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu dan tempat pelaksanaan dan aktor yang berperan dalam kegiatan tersebut.

B. Tujuan Pedoman Kerja

  1. Menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan kemana petugas dan lingkungan dalam menjalankan suatu tugas atau pekerjaan tertentu.
  2. Acuan dalam melaksanakan kegiatan untuk semua perkerja dan supervisor.
  3. Menghindari kegagalan dan kesalahan (dengan menghindari dan mengurangi konflik), keraguan, duplikasi serta pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatan.
  4. Parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dari pelayanan.
  5. Menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien juga efektif.
  6. Menjelaskan alur tugas, wewenang serta tanggung jawab dari petugas terkait.
  7. Dokumen yang menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja bila terjadi kesalahan.
  8. Dokumen yang digunakan untuk pelatihan.
  9. Dokumen sejarah apabila telah direvisi SOP yang baru.

C. Fungsi Pedoman Kerja

  1. Sebagai dasar hukum bila terjadi suatu penyimpangan.
  2. Mengetahui secara jelas hambatan-hambatan yang ada dan mudah dilacak.
  3. Mengarahkan petugas atau pegawai untuk besama-sama disiplin dalam bekerja.
  4. Sebagai pedoman dalam menjalankan pekerjaan rutin.

D. Manfaat Pedoman Kerja

Pengertian Prosedur Adalah Arti, Tujuan, Fungsi, Manfaat Dan Prinsip
  1. Sebagai standarisasi cara kerja pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan khusus dan mengurangi kesalahan serta kelalaian.
  2. Membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak bergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan langsung pimpinan dalam pelaksanakan proses kerja sehari-hari.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam menjalankan tugas.
  4. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan membuat pegawai mengetahui cara yang kongkret untuk memperbaiki kinerja dan membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  5. Mencipatakan bahan training yang dapat membantu pegawai baru agar cepat melaksanakan tugasnya.
  6. Menunjukkan kinerja organisasi yang efisisen dan yang dikelola dengan baik.
  7. Menyediakan pedoman untuk pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian layanan sehari-hari.
  8. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.
  9. Membantu dalam penelusuran kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan.
  10. Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dengan baik dalam berbagai situasi.

E. Prinsip Pedoman Kerja atau SOP

1. Konsisten

Harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun dan dalam kondisi apapun untuk seluruh jajaran organisasi pemerintahan.

2. Komitmen

Harus dijalankan dengan komitmen penuh dari seluruh jajaran organisasi. Baik dari level paling rendah hingga yang tertinggi.

3. Improvement

Perbaikan yang berkelanjutan (improvement) harus dilakukan secara terbuka terhadap penyempurnaan untuk mendapatkan prosedur yang benar-benar efisien dan juga efektif.

4. Mengikat

Pedoman harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur dan standar yang telah ditetapkan.

5. Segala unsur memiliki peran penting

Setiap pegawai memiliki peran tertentu dalam setiap prosedur yang ditetapkan atau yang distandarkan. Jika pegawai tertentu tidak menjalankan perannya dengan baik, maka besar kemungkinan akan berpengaruh pada terganggunya proses secara keseluruhan. Dan akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan.

6. Terdokumentasi dengan baik

Seluruh prosedur yang telah ditetapkan atau distandarkan harus didokumentasikan dengan baik. Sehingga dapat selalu dijadikan sebagai referensi kapanpun dibutuhkan dan bagi mereka yang memerlukan.





Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.