Pengertian Improvement Arti, Prinsip, Manfaat, Tahap Dan Kunci Keberhasilan

Improvement atau continuous improvement merupakan usaha-usaha sistematis dan berkelanjutan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengeliminasi suatu masalah dan upaya mengembangkan atau memperbaiki produk, pelayanan maupun proses. Upaya yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan dan menemukan bentuk terbaik dari perbaikan yang dihasilkan dan juga merupakan solusi untuk masalah yang ada dan hasilnya akan bertahan, bahkan berkembang menjadi lebih baik.

A. Prinsip Improvement

1. Mengurangi

Salah satu prinsip dasar dalam improvement yang harus dipraktekkan secara terus-menerus yaitu mengurangi, baik itu mengurangi waktu, proses dan sebagainya yang bertujuan untuk mencapai tujuan tanpa melakukan proses maupun waktu yang berlebihan. Selain itu prinsip ini juga bertujuan untuk menghemat biaya (jika memungkinkan) dalam proses produksi tanpa berdampak pada kualitas hasil produksi ataupun kinerja.

2. Memudahkan

Prinsip ini juga mengharapkan adanya kemudahan dalam menjalankan proses produksi maupun proses kerja dengan perbaikan yang terstandar atau sesuai dengan SOP. Jika telah mengikuti standarisasi dengan baik, maka peran improvement dibutuhkan uuntuk melihat lebih detail, apakah ada bagian-bagian dari standarisasi tersebut yang perlu diperbaiki dengan harapan dapat lebih mempermudah pekerja dalam melakukan pekerjaan dengan waku yang lebih singkat dari pada sebelumnya.

3. Menggabungkan

Peran improvement disini yaitu bagaimana perubahan yang dilakukan bisa mengabungkan satu proses dengan proses lainnya, bertujuan agar proses tersebut dapat dijalankan dengan waktu yang lebih singkat.

B. Manfaat Improvement

1. Merampingkan alur kerja

Perbaikan yang berkelanjutan merupakan hal yang pertama dilakukan untuk menurunkan biaya operasional. Perbaikan berkelanjutan ini sering disebut dengan perbaikan cepat yang merupakan metode peningkatan yang bisa diguankan untuk mengoptimalkan alur kerja.

Proses kerja lain yang memungkinkan alur kerja menjadi efesien, hemat waktu dan biaya serta mengurangi upaya, Misalanya proyek yang menguba deadline, prioritas dan kompleksitas lainnya yang sering memberikan peluang untuk perbaikan.

2. Menurunkan biaya serta mencegah kelebihan biaya project

Seorang manajer perlu mengetahui biaya penyelesaian pada suatu project. Dengan mengetahui berapa banyak biaya yang dibutuhkan serta waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu project, Maka manejer project dapat menghemat biaya dan menghidari kelebihan biaya.

C. Tahap Melaksanakan Continuous Improvement

1. Menetapkan masalah yang dihadapi

Banykanya masalah yang dihadapi oleh lembaga ataupun perusahaan dapat dipetakan melalui matriks masalah. Kemudian berikan nilai berdasarkan urgensi permasalahan menggunakan pendekatan diagram parato agar kita dapat mengetahui frekuensi pemasalahan dan menetapkan parameter apa saja yang bersifat dominan.

2. Mengumpulkan data

Mengumpulkan data-data akurat terkait permasalahan yang akan diselesaikan.

3. Mencari akar masalah

Ketika mencari akar permasalahan, Metode yang dapat diterapkan yaitu Fishbone Diagram atau yang dikenal dengan Cause-Effect. Fishbone Diagram dapat membantu dalam proses mengidentifikasi berbagai sebab yang potensial dari suatu permasalahan. Selain Fishbone Diagram, pendekatan 5-why juga dapat dijadikan alternatif dalam mengurutkan akar masalah. Dengan mengupulkan orang-orang yang dianggap relevan dan memiliki semangat perbaikan, maka tanyakan 5-why atau 5 pertanyaan mengapa masalah tersebut dapat terjadi.

4. Mencari alternatif perbaikan

Seteleh memahami kendala dan masalah yang yang terjadi, maka rumuskan alternatif perbaikan dalam matriks sehingga dapat memudahkan untuk solusi mana yang yang paling tepat. Buat dua atau tiga alternatif perbaikan akan dijalankan.

5. Menjalankan solusi

Terapkan solusi yang telah diputuskan sebelumnya sesuai dengan data yang ada. Lalu ukur hasilnya berdasarkan peroiode data awal, misalnya satu minggu, satu bulan atau tiga bulan.

6. Menganalisa hasil pengukuran

Lakukan analisa terhadap hasil yang diperoleh apakah sudah sesuai dengan target yang diinginkan. Jika belum pilih alternatif-alternatif lain yang telah dirancang sebelumnya.

7. Standarisasi

Buat standarisasi seperti SOP sebagai landasan target yang akan dicapai.

8. Mencari masalah baru

Cari, amati dan petakan lagi masalah-masalah baru untuk terus melakukan perbaikan.

D. Kunci Keberhasilan Improvement

1. Menghasilkan produk sesuai dengan jadwan dan permintaan pasar

Menghasilkan produk sesuai dengan permintaan pasar atau sesuai dengan pesanan pelanggan menggunakan sistem produksi tarik (pull system).

2. Produksi dalam jumlah kecil

Memproduksi dalam jumlah kecil dan sesuai pesanan pelanggan akan menghemat biaya dan sumber daya.

3. Menghindari pemborosan

Beberapa cara menghilangkan pemborosan selain memproduksi seperlunya atau sesuai permintaan pasar, hal lain seperti pantang memproduksi barang cacat, bekerja sama dengan pemasok yang dapat dipercaya juga merupakan suatu bentuk dalam menghindari pemborosan.

4. Memperbaiki aliran produksi

  • Membuang benda yang tidak perlu (memilah)
  • Mengatur benda-benda dengan rapi (penataan)
  • Membersihkan secara terus menerus (pembersihan)
  • Menjaga agar tetap dalam standar yang baik (pemantapan)
  • Latihan dan mendisiplinkan diri (pembiasaan)

5. Menyempurnakan kualitas produk

Memelihara pengendalian proses serta membuat semua orang bertanggungjawab pada tercapainya mutu dan pencegahan masalah.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.