Pengertian Indra Penciuman (Pembau) Struktur Bagian, Fungsi dan Cara Kerja

Alat indra merupakan bagian penting dalam kehidupan yang berguna untuk membantu berbagai kegiatan sehari hari, sehingga jika salah satunya bermasalah juga bisa mengganggu aktivitas. Salah satu indra manusia yang sangat penting adalah indra pembau atau penciuman yakni hidung yang akan kami ulas secara lengkap dalam ulasan berikut ini.

A. Pengertian Indra Pembau

Indra pembau yang lebih sering disebut dengan hidung merupakan penerima atau reseptor rangsangan yang berguna untuk mendeteksi dan merespon segala macam aroma atau bau yang berasal dari luar bagian tubuh. Indra pembau adalah indra yang sensitif sebab struktur selnya langsung berhubungan dengan sistem pernapasan serta saluran tenggorokan yang terdiri dari lubang tulang serta rongga hidung.

Sedangkan rongga hidung sendiri tersusun dari tulang dan tengkorak yang di bagian dalamnya terdapat rambut halus yang berguna untuk menyerap kotoran masuk lewat sistem pernapasan atau respiratory dan ada juga beberapa bagian lainnya seperti intermediet, konka nasal superior serta inferior.

Pada bagian konka nasal superior terdapat akar sel serta jaringan saraf penciuman atau nervus olfaktorius dari saraf kranial pertama yang berguna untuk mendeteksi segala bau yang masuk lewat nafas. Tugas utama dari sistem pembau atau sistem olfaction adalah untuk mengindikasi molekul molekul kimia yang dilepaskan ke udara sehingga menghasilkan bau. Molekul kimia yang ada di udara bisa terdeteksi apabila masuk ke reseptor olfactory epithelia lewat proses menghirup.

B. Sistem Olfactory

Semua manusia bisa membedakan segala macam bau bukan karena memiliki banyak reseptor pembau, namun memang merupakan kemampuan yang ditentukan oleh prinsip prinsip komposisi atau component principle. Organ pembau memiliki 7 reseptor akan tetapi bisa membedakan kurang lebih sampai 600 aroma yang berbeda beda.

Alat pembau yang dinamakan dengan organon olfaktusyakni dapat menerima stimulus benda kimia sehingga reseptornya dinamakan dengan chemoreceptor. Organon olfaktus ada di hidung bagian atas yaitu concha superior dimana membran ini hanya akan menerima rangsangan dari benda yang dapat menguap serta berwujud gas.

C. Struktur Bagian

Seperti indra lainnya, indra pembau, penciuman atau hidung juga struktur bagiannya terdiri dari beberapa yakni:

1. Rongga Hidung

Bagian dari indra pembau yang pertama adalah rongga hidung. Dalam rongga hidung ini memiliki selaput lendir dan juga rambut tipis yang sering disebut dengan bulu hidung atau juga sering disebut dengan silla. Rongga hidung ini bisa berfungsi karena bantuan dari tulang hidung serta tengkorak. Fungsi utamanya adalah untuk menyebarkan udara terutama oksigen bagian terluar tubuh tenggorokan menuju ke jaringan bagian paru paru yang merupakan bagian akhir dari proses.

2. Lubang Serta Bulu Hidung

Pada bagian dalam hidung juga terdapat bulu hidung serta selaput lendir yang berguna untuk menyaring dan melindungi rongga hidung pada benda benda asing yang masuk seperti debu dan juga hasil reaksi radikal bebas seperti asap rokok, polusi asap kendaraan dan lain sebagainya.

3. Selaput Lendir atau Mukus

Selaput lendir atau mukus merupakan bagian dari hidung yang berguna sebagai media untuk melekatkan kotoran yang dibawa udara. Fungsi utamanya adalah untuk menghalangi supaya tidak masuk ke bagian rongga hidung. Ketika kita sering membersihkan hidung, maka terkadang ada banyak penumpukkan kotoran yang dinamakan selaput lendir.

4. Saraf Pendeteksi Bau

Saraf pendeteksi bau merupakan bagian dari inda pembau yang peka pada kotoran yang tipis dan bahkan tidak terlihat mata. Saraf pendeteksi bau ini bisa mencium bau termasuk untuk kadar yang paling rendah hingga bau yang paling menyengat sekalipun.

5. Tulang Rawan atau Tulang Lunak

Tulang rawan di dalam hidung meerupakan tulang yang lentur dan bisa retak ketika terbentur dengan keras. Tulang rawan tersebut terdiri dari kartilaogo septum atau lamika kuadran gularis dan kolumela. Kartilaogo septum ini dilapisi dengan bagian perikondrium di jaringan beberapa tulang lunak dan juga periosteum di tulang keras.

Sedangkan untuk bagian luarnya dilapisi dengan mukus hidung yang berguna untuk menopang semua bagian hidung agar bentuknya tetap sesuai dengan aslinya. Tanpa adanya tulang rawan, maka hidung tidak akan bisa bekerja dengan baik.

D. Fungsi Indra Pembau

Mukosa hidung yang melapisi rongga hidung serta sinus paranasal juga akan mengondisikan udara yang masuk yang dibutuhkan untuk menghangatkan atau melembabkan. Selain itu, ada juga beberapa fungsi indra pembau lainnya yang sangat penting untuk anda ketahui, seperti:

1. Untuk Bernapas

Fungsi pertama dari indra pembau adalah untuk bernapas. Udara akan mengalir masuk serta keluar selama bernapas normal. Lapisan di dalam hidung mempunyai banyak pembuluh darah pada permukaannya. Darah nantinya akan mengalir lewat hidung dan akan menghangatkan udara ketika bernapas. Selain itu, hidung juga akan melembabkan udara sebelum sampai ke paru paru.

Udara nantinya akan masuk ke dalam tubuh lewat hidung serta dihangatkan, dilembabkan dan disaring. Panas dan juga kelembaban yang sama nantinya akan ditangkap setiap anda menghembuskan napas.

2. Untuk Penciuman

Penciuman juga menjadi fungsi dari indra pembau. Penciuman merupakan komponen kunci ingatan, ketertarikan fisik serta koneksi emosional. Saraf penciuman merupakan saraf kranial yang membuat komunikasi antara hidung dan otak terjadi.

3. Berhubungan Dengan Indra Pengecap

Fungsi indra pembau juga berhubungan erat dengan indra perasa atau indra pengecap. Meski indra pengecap terpisah dari penciuman, akan tetapi hidung mempunyai peran penting tentang bagaimana cara lidah bisa merasakan rasa.

E. Cara Kerja Indra Pembau

Bau yang ada di luar tubuh seperti molekul di udara akan memicu ransangan dan pada rongga hidung ada saraf bernama olfaktory epithelium dimana impuls yang ada di sekitar bulu hidung akan menggetarkan saraf olfaktory atau pembau tersebut yang sangat sensitif terhadap bau.

Nantinya, ujung saraf akan diteruskan ke saraf olfaktory bulb yang akan segera diproses ketika diterima otak untuk mengidentifikasi bau tersebut. Udara yang sudah masuk ke tenggorokan akan dilanjutkan ke bronkus dan kemudian menuju ke paru paru. Alveolus nantinya berfungsi untuk mengedarkan udara bersih ke darah yang nantinya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Kandungan udara yang berisi oksigen nantinya akan dialirkan ke seluruh tubuh untuk membantu proses pembakaran dan juga membentuk energi.

Sedangkan zat yang tidak dibutuhkan tubuh yakni karbondioksida segera akan dikeluarkan lewat paru paru dan dibawa ke atas yakni ke bronkus dan akhirnya sampai di tenggorokan kemudian dikeluarkan dari hidung.





Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.