Metamorfosis Katak
Metamorfosis Katak
4.4/5 (5)

Metamorfosis katak – Katak adalah hewan amfibi yang dapat hidup di daratan dan air. Hewan ini pada umumnya memakan serangga dan memiliki kulit tubuh yang licin dan seperti yang biasa kita temui kulitnya berwarna hijau, merah kecoklat coklatan bahkan ada yang memiliki kulit cenderung berwarna hitam. Kulitnya yang berbintik bintik ini banyak menjadi alasan kenapa banyak yang jijik dengan katak. Kita pasti taukan bagaimana kehidupan sehari hari yang dilakukan katak ? Jadi tidak perlu saya ceritakan lagi. Tapi, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai metamorfosis yang terjadi pada katak.

Metamorfosis Pada Katak

Metamorfosis pada katak merupakan metamorfosis sempurna artinya Ia melalui 4 fase. Tapi sebenarnya katak melalui 5 tahap fase yakni telur – berudu – berudu berkaki 2 – berudu berkaki 4 – katak muda – katak dewasa. Tapi akan saya beri pembahasan lengkapnya bawah ini.

1. Telur

Sama halnya metamorfosis pada lalat, capung dan hewan lainnya, proses metamorfosis pada katak juga diawali dengan fase telur. Telur katak merupakan hasil dari pembuahan dari sel telur betina dengan sel telur jantan. Hal yang unik dari telur katak adalah telurnya yang berkelompok dan disatukan oleh semacam jel/lendir.

Setelah betina katak bertelur, biasanya akan membiarkan telur telurnya tumbuh secara alami. Pada umumnya betina katak akan meletakkan telurnya di tempat berair yang terdapat tanaman air seperti ganggang atau tanaman lainnya. Dalam bertelur, katak betina dapat mengeluarkan 20.000 telur dengan masa 3 kali reproduksi pada setiap tahunnya. Tetapi jumlah tersebut tergantung dari faktor lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Pada fase telur ini berlangsung selama 21 hari dan selama itu pula, embrio akan memakan kuning telur sebagai sumber makanannya dan digunakan untuk pertumbuhan berbagai organ hingga siap menetas dan terlahir sebagai kecebong.

2. Kecebong

Pada hari ke 21, telur telur tersebut akan keluar dari cangkang telur dan menjadi kecebong atau biasa kita sebut sebagai berudu. Pada tahap awal menjadi kecebong, mereka akan memakan dari sisa sisa cangkangnya sampai tubuhnya berkembang dan memungkinnya mencari makan sendiri.

Ketika menjadi berudu, alat pernafasan utamanya adalah insang. Berudu ini memiliki ekor berselaput untuk membantunya bergerak didalam air. Perlu kamu ketahui bahwa insang pada berudu sama persis seperti pada ikan, selain itu makananya ketika menjadi berudu adalah ganggang dan mikroorganisme air lainnya.

Berudu bisa kita temukan dalam berbagai macam warna, bisa memiliki warna hijau, warna merah dan hitam. Warna berudu ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan warna berudu bisa menyesuaikan dari warna lingkungan sekitarnya untuk berkamuflase. Selama 5 minggu, berudu akan terus mengalami perubahan bentuk tubuh dan akan terus bertumbuh seperti tumbuhnya kaki (2 kaki hingga 4 kaki). Pada fase ini pula biasanya akan ada seleksi alam yang akan mengurangi jumlah berudu, entah karena predator atau faktor lainnya.

3. Fase Katak Muda

Setelah melalui tahap kecebong atau berudu, fase selanjutnya adalah menjadi katak muda. Pada fase ini bentuk tubuh nya mengalami perubahan yang cukup signifikan seperti mulutnya melebar, insang hilang, ekor memendek dan alat pernafasan utamanya adalah menggunakan paru paru. Seperti yang kita tahu, katak muda bisa ditemukan di area persawahan.

Ketika fase katak muda, biasanya terjadi dalam 3 minggu hingga pada akhirnya katak muda telah memiliki tubuh sempurna menjadi bentuk katak dewasa.

4. Katak Dewasa

Tepat setelah 11 minggu telur diletakkan oleh katak betina, telur katak telah bertumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa ini memiliki paru paru yang berfungsi sebagai alat pernafasan utamanya di daratan. Kaki kaki nya pun tumbuh kuat yang mampu digunakan untuk melompat kesana kemari. Selain itu dijari kaki nya tumbuh selaput yang dapat membantunya ketika berada di air.

Katak dewasa ini biasanya banyak diburu oleh masyarakat karena dianggap memiliki khasiat dalam pengobatan. Disamping itu, katak dewasa akan terus bertumbuh hingga siap melakukan perkembangbiakan dan kembali lagi melalui proses metamorfosis pada katak baru.

Nah begitulah pembahasan mengenai proses metamorfosis pada katak. Semoga penjelasan diatas dapat menambah pemahaman Anda dalam mengenal metamorfosis katak.

Please rate this



Contact Us!

Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Apakah artikel ini perlu tambahan penjelasan? Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form dibawah ini.