Metamorfosis Lalat
Metamorfosis Sempurna Lalat
5/5 (5)

Metamorfosis Lalat – Lalat adalah hewan yang merupakan salah satu jenis serangga dari ordo Diptera (kata yang berasal dari Yunani di berarti dua dan petra yang berarti sayap). Perbedaan antara lalat dan ordo serangga lain yang paling jelas kelihatannya adalah lalat memiliki sepasang sayap terbang dan sepasang halter yang berasal dari sayap belakang, pada metatoraks. Sama seperti serangga lainnya yang mengalami metamorfosis, lalat pun juga mengalami metamorfosis didalam hidupnya.

Seperti yang kita tahu bawa lalat merupakan serangga pembawa bibit penyakit. Hal itu disebabkan lalat suka hinggap di tempat kotor kemudian menghinggapi makanan. Secara otomatis makanan tersebut telah terkontaminasi oleh kotoran yang dibawa lalat. Jadi, jika Anda menjaga kebersihan dan tidak membiarkan makanan terbuka Anda bisa mencegah penyakit yang dibawa oleh lalat.

Metamorfosis pada Hewan Lalat

Secara singkat lalat mengalami metamorfosis sempurna, artinya lalat mengalami 4 fase yaitu fase telur, fase larva, fase pupa, dan imago (alat dewasa). Untuk penjelasan setiap fase akan saya jelaskan secara detail pada sub bab dibawah ini.

1. Telur

Fase metamorfosis pada lalat adalah telur. Pada fase ini, telur dihasilkan dari proses perkawinan antara lalat jantan dengan lalat betina. Bisa menjadi telur ketika proses pembuahan oleh spermatozoa berhasil. Jika sudah kawin tapi spermatozoa membuahi sel indung betina maka bibit telur tidak dapat terbentuk.

Telur lalat pada umumnya diletakkan oleh betinanya secara berkelompok, biasanya di tempat tempat kotor, seperti di lingkungan sampah, bankai atau kotoran manusia. Tempat tempat kotor tersebut pada umunya terdapat sumber makanan bagi larva lalat setelah menetas nanti. Selain karena sebagai sumber makanan, lalat betina memilih tempat kotor juga karena menganggap bahwa tempat tersebut aman dari gangguan para predator.

Bentuk telur lalat sendiri lonjong bulat dan memiliki warna putih dengan ukuran panjang 1 hingga 2 milimeter. Pada fase telur ini, biasanya akan mulai menetas dalam waktu cepat yaitu hanya 1 hari atau 24jam yang kemudian berubah menjadi larva.

2. Larva

Setelah telur lalat tersebut menetas, maka keluarlah larva atau yang biasa kita sebut sebagai belatung (siggat). Bentuknya sangat menjijikkan (kecil kecil putih) dan banyak memakan kotoran disekitarnya. Larva inipun akan tumbuh dan mengalami beberapa kali pergantian kulit (instar). Seiring bertambahnya waktu, tubuh larva akan semakin besar dan mengeras.

Untuk periode fase larva lalat ini terbilang cukup cepat. Pasalnya hanya dalam 2 hari saja sudah bisa melalui fase ini. Ketika mengalami pergantian kulit yang terakhir, larva lalat akan segera mencari tempat perlindungan yang jauh dari predator. Pada fase larva akhir, Ia akan masuk ke fase pupa dimana pada fase pupa menjadi inaktif (tidak aktif).

3. Fase Pupa

Setelah melalui tahap akhir menjadi larva, fase selanjutnya adalah menjadi pupa. Ia akan mencari tempat berlindung untuk bertapa dan menjalani fase pupa. Tempat tempat yang biasa di pilih oleh nya adalah tempat gelap dan terhindar dari sinar matahari langsung. Tubuh larva yang tadinya lembek perlahan pada fase ini akan menjadi keras dan berwarna coklat. Struktur tubuhnya pun berubah seperti kokon.

Larva akan menjalani fase pupa selama kurang lebih 7 hari atau 1 minggu. Pada fase pupa inilah tubuh terus mengalami perkembangan dan perubahan bentuk. Pada hari ke 3 sampai hari ke 6 pupa akan mulai terbentuk sayap. Dan pada tahap terakhir pupa, ia akan membelah yang kemudian terbang menjadi lalat dewasa (imago).

4. Imago (Lalat Dewasa)

Setelah melalui fase pupa, proses metamorfosis yang terakhir pada lalat adalah imago. Lalat dewasa yang berhasil keluar dari selubung kokon/pupa akan mulai terbang kesana kemari untuk mencari makan. Makanannya biasanya adalah zat zat organik yang membusuk dan biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.

Pada fase imago panjang umur lalat hanya sekitar 21 hari saja. Meskipun begitu, ketika lalat imago betina ini berhasil dibuahi, Ia akan bertelur dan menghasilkan kurang lebih 900 butir telur selama hidupnya. Nah, peletakan telur inilah yang menjadi awal proses metamorfosis pada lalat.

Seperti yang kita tahu bahwa sebenarnya metamorfosis adalah proses daur hidup. Dimana keberlangsungan keturunan makhluk hidup terus berputar.

Please rate this



Contact Us!

Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Apakah artikel ini perlu tambahan penjelasan? Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form dibawah ini.