Perbedaan Metamorphosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Perbedaan Metamorphosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Pengertian Metamorfosis Tidak Sempurna dan Contoh hewan Metamorfosis adalah daur hidup yang dialami oleh makhluk disepanjang tahap kehidupannya. Hewan yang mengalami metamorfosis terbagi menjadi dua jenis yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis sempurna memiliki fase sebanyak 4 kali dan metamorfosis tidak sempurna fase yang dilalui hanya 3 kali saja. Pada kesempatan kali ini saya khusus membahas metamorfosis tidak sempurna.

Tahapan Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah salah satu dari jenis metamorfosis di mana serangga menetas dari telur kemudian melewati beberapa tahap nimfa hingga dewasa dan tidak melewati fase perubahan yang signifikan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, metamorfosis tidak lengkap terjadi pada hewan yang hanya melalui 3 fase. Secara umum ketiga fase tersebut adalah Fase telur, kemudian fase nimfa dan menjadi dewasa (imago). Karena hewan yang melalui metamorfosis tidak Langkap ini tidak melalui fase pupa maka bentuk tubuhnya sejak menetas pun tidak jauh berbeda dengan tubuh ketika dewasa.

Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna diantaranya adalah belalang, jangkrik, kecoa dan tengeret (serangga berbunyi keras). Meskipun hewan hewan tersebut mengalami metamorfosis yang sama, tapi setiap fase yang dilalui lama nya berbeda beda. Ada yang ketika menjadi telur hanya beberapa hari, ada juga yang sampai berminggu minggu.

Berikut ini saya berikan beberapa contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Hewan yang Mengalami Metamorfosis Tak Sempurna

1. Metamorfosis Tidak Sempurna Belalang

Metamorfosis Tidak Sempurna Belalang

Belalang bermetamorfosis tidak sempurna sehingga melalui fase telur, fase nimfa dan fase imago (belalang dewasa). Ketika berada pada fase telur biasanya berlangsung selama 1 bulan bahkan sampai 10 bulan lamanya, itu tergantung dari jenis belalangnya dan kondisi lingkungan. Di daerah yang ada musim dinginnya, telur belalang bisa menetas dalam jangka waktu yang cukup lama dibandingkan dengan telur belalang yang berada di daerah tropis.

Ketika berhasil menetas, telur belalang akan keluar dari cangkangnya dan mencari makan. Saat menjadi nimfa, pada awalnya Ia tidak memiliki sayap sehingga Ia mencari makan tidak dengan terbang, hanya mengandalkan kaki kakinya yang kecil untuk merayap di ranting ranting tanaman. Pada Fase Nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali dan di iringi oleh pertumbuhan sayapnya. Fase nimfa ini berlangsung selama 30 sampai 40 hari hingga akhirnya menjadi belalang dewasa.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna Jangkrik

Metamorfosis Tidak Sempurna Jangkrik

Hewan selanjutnya yang bermetamorfosis tidak sempurna adalah jangkrik. Sebenarnya sudah saya jelaskan mengenai metamorfosis pada jangkrik secara detail di artikel sebelumnya. Dalam satu siklus metamorfosis, jangkrik membutuhkan 83 hari hingga menjadi imago. Metamorfosis jangkrik melalui 3 tahap yakni fase telur, fase nimfa dan fase jangkrik dewasa.

Ketika berada di fase telur, biasanya membutuhkan waktu untuk menetas lebih cepat dibanding dengan belalang, yaitu sekitar 3 hari saja. Dan ketika menetas nimfa akan keluar dan biasanya berlangsung selama 40 hari untuk menjadi jangkrik dewasa (imago).

Setelah melalui masa nimfa, jangkrik mengalami pertumbuhan hingga akhirnya menjadi jangkrik dewasa. Tahap jangkrik dewasa untuk sampai siap kawin dan bereproduksi biasanya selama 40 hari sejak menjadi imago. Jangkrik sendiri banyak digunakan untuk budidaya karena memiliki nilai jual yang cukup untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Biasanya jangkrik digunakan untuk pakan burung.

3. Metamorfosis Tidak Sempurna Kecoa

Metamorfosis Tidak Sempurna Kecoa

Salah satu hewan menyeramkan ketika Ia terbang adalah kecoa. Pada pasalnya hewan ini dianggap menjijikan oleh beberapa orang. Disamping itu, kecoa mengalami metamorfosis tidak sempurna sama halnya dengan kedua hewan diatas. Fase awal adalah telur yang dikeluarkan oleh betina kecoa yang biasanya diletakkan dipermukaan tanah. Telur kecoa jika Anda belum pernah melihatnnya, bentuknya itu kecil dan biasanya berkelompok dan lengket dilindungi oleh semacam kapsul bernama ootheca. Telur kecoa biasanya akan menetas setelah 1 sampai 2 bulan.

Setelah menetas, fase metamorfosis berikutnya adalah menjadi nimfa. Nimfa kecoa bentuk tubuhnya sama dengan kecoa dewasa, hanya saja tidak memiliki sayap. Ketika menjadi nimfa, Ia akan melakukan pergantian kulit sembari sayapnya bertumbuh dalam wakti 60 hari atau 2 bulan. Ketika sayapnya sudah tumbuh sempurna Ia akan menjadi kecoa dewasa dan bisa terbang menakuti Anda. Setelah menjadi kecoa dewasa Ia akan siap kawin. Namun, ketika fase imago biasanya hanya berlangsung 20 hari saja hingga akhirnya mati dengan sendirinya dan selama menjadi kecoa dewasa biasanya kecoa betina sudah bisa bertelur sebanyak 8 hingga 20 kali.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.