Pengertian Sidang Adalah Definisi Arti Fungsi, Unsur Unsur, Istilah dan Macam Jenis

Sidang bisa diartikan sebuah pertemuan formal yang dilakukan beberapa orang dengan tujuan untuk membahas masalah tertentu. Tujuan dari pertimbangan tersebut adalah untuk menemukan solusi terbaik atas masalah yang akan datang. Hasil dari konsultasi nantinya akan disetujui dai kesepakatan bersama serta valid di mana persetujuan tersebut akan dilakukan kepala rapat.

A. Fungsi Sidang

Sidang merupakan sarana untuk mempertimbangkan masalah dan membuat keputusan resmi serta untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Fungsi utama dari sidang adalah untuk memecahkan masalah serta menentukan keputusan yang paling tepat agar masalah bisa terselesaikan.

Selain itu, sidang juga memiliki beberapa fungsi lainnya seperti:

  • Untuk sarana refleksi ketika ingin menyelesaikan sebuah masalah tertentu.
  • Untuk memeriksa keputusan yang sudah diambil sesuai dengan masalah yang sedang terjadi.
  • Memiliki tugas untuk mengomentari masalah serta menemukan solusi yang paling tepat.
  • Untuk sarana memperhitungkan laporan kerja.
  • Untuk sarana menetapkan sebuah kebijakan di mana investigasi haruslah tetap memperhitungkan banyak aturan yang sudah ditetapkan serta sesuai dengan aturan sekaligus bisa diperhitungkan.

B. Unsur Unsur Sidang

Pada sidang terdapat beberapa unsur didalamnya seperti ketua penelitian pertama, peserta rapat, dan juga prosedur protokol:

1. Ketua Penelitian Pertama

Ketua merupakan seseorang yang sudah ditunjuk atau dipilih sehingga bisa memimpin rapat. Umumnya, ketia sidang terdiri dari 3 orang yakni ketua sesi 1, ketua sesi 2 dan juga notulen di mana ketua sudah dipilih oleh peserta rapat.

2. Peserta Rapat

Unsur yang terdapat di dalam sidang berikutnya adalah peserta rapat. Peserta pada audiensi merupakan semua orang yang ikut atau berpartisipasi dalam audiensi kecuali kepemimpinan rapat. Para peserta nantinya akan ditentukan oleh perintah yang sudah disepakati sebelumnya.

Jika dilihat secara umum, peserta dalam sidang dibagi menjadi dua jenis yakni peserta akif dan juga pengamat. Seluruh peserta mempunyai hak serta kewajiban yang sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Para peserta sidang juga wajib aktif serta berpartisipasi pada pengambilan keputusan dengan cara memberikan saran.

C. Istilah Pada Sidang

Dalam sidang, ada beberapa istilah yang biasanya digunakan dan berikut beberapa diantaranya:

  1. Kliring: Kliring merupakan istilah yang dipakai dalam sidang mengenai gangguan yang berasal dari peserta sidang.
  2. Gangguan: Istirahat menjadi istilah yang dipakai peserta sidang untuk memutuskan diskusi sidang. Ini bisa terjadi karena ada beberapa hal penting yang harus disampaikan.
  3. Silahkan bicara: Istilah dari β€œtolong bicara” dipakai untuk meminta izin agar bisa berbicara dan mengemukakan pendapat.
  4. Lobi: Lobi merupakan istilah yang digunakan untuk mengajak peserta sidang agar bisa memberikan persetujuan atau menyetujui sebuah masalah.
  5. Tertunda: Apabila pengadilan dibebaskan sebentar, maka istilah tertunda biasanya dipakai yang mengartikan waktu istirahat atau proses yang tertunda.
  6. Verifikasi atau PK: Dalam proses sidang juga terdapat istilah verifikasi atau PK yang berarti mengulangi diskusi tentang sebuah masalah. Ini mengacu pada sebuah keputusan yang sudah ditetapkan.
  7. Penangguhan: Istilah penangguhan bisa dipakai untuk menghentikan sidang sebab ada sesuatu yang harus dilakukan.

D. Alat dan Bahan yang Digunakan Dalam Proses Sidang

Dalam proses berjalannya sidang, maka ada beberapa alat atau bahan yang digunakan agar proses sidang bisa berjalan dengan lancar. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Palu: Alat uji terpenting sebab semua keputusan nantinya akan diketok palu sehingga bisa dikatakan mempunyai fungsi sebagai pengontrol utama.
  2. Papan tulis: Papan tulis dipakai ketika memang ada beberapa hal penting yang harus ditulis serta ditunjukkan pada peserta sidang.
  3. Proyektor: Proyektor merupakan salah satu alat yang dipakai untuk menampilkan bahan sidang atau masalah. Akan tetapi, ini bukanlah alat wajib sehingga hanya akan digunakan saat dibutuhkan saja.
  4. Pembicara atau kertas: Dalam pertemuan sidang yang terdiri dari banyak peserta, maka pembicara atau kertas akan digunakan supaya lebih bisa didengar.

E. Macam Jenis Prasarana Sidang

Dalam proses sidang, nantinya ada beberapa jenis prasarana yang dibagi ke dalam beberapa jenis, yakni:

1. Pertemuan Komisi

Rapat komisi merupakan pertemuan di mana hanya dihadiri oleh komisaris yang berpatisipasi. Tujuan dari pertemuan komisi ini adalah untuk menyederhanakan perumusan serta pembuatan kebijakan serta membuat kebijakan yang lebih terfokus.

Nantinya, hasil dari rapat komisi ini merupakan keputusan yang hanya bersifat sementara dan bisa dirubah atau bisa dikatakan menjadi keputusan yang tidak tetap. Keputusan yang diambil dalam sidang tersebut nantinya akan dikembalikan ke sesi pleno untuk mengambil keputusan akhir dan nantinya baru akan disetujui.

2. Sesi Pleno

Sesi pleno merupakan kelanjutan dari sidang yang biasa disebut dengan audiensi besar. Seluruh peserta nantinya harus berpartisipasi tanpa terkecuali. Tujuan dari sesi pleno ini adalah untuk membuat keputusan akhir dn bersifat paripurna atau final. Agenda proses nantinya akan dirumuskan anggota komisi dan pada akhir pertemuan, maka prosedur serta lapiran tahuan juga akan dibahas.

3. Sesi Khusus

Sesi khusus merupakan sebuah proses yang memiliki tujuan untuk membahas tentang beberapa masalah mendesak atau krusial. 




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.