Pengertian Boros dan Hemat

Manusia adalah makhluk sosial yang diciptakan oleh Tuhan dalam menjaga kedamaian bumi ini. Karena alam yang tak terawat dengan baik, akan berupaya untuk membalas perilaku manusia itu sendiri. Oleh karenanya manusia dibekali akal yang dapat digunakan untuk berpikir demi menjaga kelestarian alam di dunia ini. Tak hanya itu saja, manusia juga diperintahkan untuk saling berbuat manfaat antar personal.

Dengan berbuat baik antar personal, tindakan – tindakan yang ditunjukkan pun merupakan representasi dari perilaku kesehariannya. Namun, banyak manusia seringkali luput mengenai tindakannya sendiri yang kadang mereka tidak sadar, bahwa tindakannya tersebut merugikan dirinya. Hal tersebut tidak banyak orang yang tersadar secara harfiah, jikalau tidak ada orang yang mengingatkan bahwa tindakannya sudah melewati batas.

Oleh karena itu manusia juga dapat diklasifikasikna berdasarkan dari perilakunya sehari – hari. Sehingga hal ini dapat dijadikan evaluasi untuk anda sekalian jikalau telah berbuat kelewat batas. Lantas perilaku seperti apa saja yang diklasifikasikan dalam kategori yang seringkali dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.

Pengertian Boros

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Seperti yang telah dijelaskan ayat diatas bahwa boros merupakan suatu tindakan menghambur – hamburkan harta untuk diberikan terhadap jalan yang tidak benar. Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Adapun pendapat yang mengatakan, mengenai boros itu terdapat dua macam, diantara para Ulama’

  1. Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Hal ini dapat diketahui saat seorang menggunakan hartanya untuk hal yang tidak berfaedah dalam kehidupan.
  2. Boros berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaadul Masiir, 5: 27-28)

Bahkan sebutan bagi orang yang suka berperilaku boros pun bermacam – macam, seperti halnya dianggap sebagai saudara setan. Ibnu Katsir juga mengatakan, “Disebut saudara setan karena orang yang boros dan menghambur-hamburkan harta akan mengantarkan pada meninggalkan ketaatan pada Allah dan terjerumus dalam maksiat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 8: 475)

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Allah ingin membuat manusia menjauhi sikap boros dengan mengatakan: “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan”. Dikatakan demikian karena orang yang bersikap boros menyerupai setan dalam hal ini.

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. ” (QS. Al Furqan: 67). (Taisir Al Karimir Rohman, 456)

Dengan begitu, ketika anda membeli sesuatu yang tidak memiliki manfaat untuk anda sendiri, hal itu bisa dikatakan sebagai hal yang boros, Karena tidak pada jalan yang benar.

Pengertian Hemat

Semenjak kita kecil kita sering ditanamkan kalimat “hemat pangkal kaya” oleh para orangtua maupun oleh para guru di sekolah. Apabila kita pahami lagi untuk saat ini, perkataan tersebut ada benarnya. Kenapa bisa begitu, karena dapat dikatakan, bahwa ketika kita hemat, kita akan lebih kaya dari siapa pun, baik kaya harta maupun kaya hati.

Karena hemat ini dalam pandangan hidup bagi kebanyakan orang adalah sikap yang sederhana dan patut untuk diapresiasi. Orang-orang yang hemat bisa menahan nafsunya untuk tidak membeli barang yang tidak penting. Hemat memang terlihat sangat sepele, namun apabila kita mencoba untuk melakukannya ternyata sangat berat bagi yang belum terbiasa.

Dalam islam pun menganjurkan hidup hemat itu seperti apa, bahkan terdapat klasifikasi tersendiri serta cara hidup hemat ala islam. Berikut contohnya:

  1. Berpuasa

Puasa adalah salah satu alternatif yang sangat recommended untuk dicoba, karena selain bisa menghemat dapat juga mengurangi pengeluaran dari yang biasanya mengeluakan uang untuk tiga kali makan plus camilan menjadi hanya dua kali makan saja, puasa juga dapat memberikan banyak manfaat bagi diri kita seperti kesehatan dan kedekatan diri kita terhadap Allah subhanallahu wa ta’ala

  1. Menerapkan pola hidup sederhana

Banyak istilah yang menyatakan bahwa semakin besar penghasilan yang kita dapatkan maka akan semakin besar pula kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan atau setiap tahunnya. Jika memiliki penghasilan 3 juta perbulan mungkin kita akan membutuhkan motor sebgai kendaraan untuk bekerja dan aktifitas harian lainnya.

Namun kembali lagi hal tersebut adalah sifat alamiah manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang telah dicapai, hal tesebut memiliki kecenderungan terhadap sifat negatif serakah yang tentunya tidak dibenarkan dalam agama Islam. Hiduplah sederhana agar kita lebih mudah bahagia dan lebih berhemat sehingga bisa banyak menabung untuk masa depan diri dan keturunan kita yang lebih baik dan lebih layak.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.