Wisata Salju Es Dieng

Kalau kamu merasakan sensasi dingin diterpa angin dingin layaknya berada di daerah Eropa kala musim dingin, cobain dong datang ke dataran tinggi Dieng. Dingin menusuk kulit. Angin yang menerpa serasa embusan udara dari lemari es yang sejuk. Itulah yang bakal kamu rasakan kala sedang berada di kawasan permukiman tertinggi di Pulau Jawa, Dieng. Lantas, selain hawa dingin, hal apa aja sih yang seharusnya jadi daya tarik Dieng? Baiknya kamu simak artikel ini sampai tandas supaya paham hal-hl unik yang bikin orang-orang berdatangan ke Dieng.

1.  Carica

Buat sampai ke Dieng, ada banyak banget moda transportasi yang bisa kamu pakai. Yang paling simpel ya bis Pahala Kencana, coba cek sendiri​ info lengkap daytrans traveloka​ di internet aja ya! Nah, kalau transportasi udah aman, hal pertama yang harus kamu cobain begitu menjejak kaki di Dieng adalah buah carica. Carica adalah sejenis pepaya, tapi enggak bisa tumbuh di tanah lain selain di dataran tinggi Dieng. Konon, kalau kamu bawa bibit carica, lalu kamu coba tanam di rumah, yang tumbuh hanya pepaya biasa. Rasa buah unik ini manis dan segar. Di Dieng ada banyak banget olahan makanan dari bahan dasar carica, misalnya manisan, minuman, juga keripik. Pokoknya cocok juga buat jadi oleh-oleh.

2.  Bocah Gimbal

Bukan karena menganut paham rasta dan mengidolai Bob Marley, tapi di Dieng ada anak-anak yang berambut gimbal. Warga percaya Kyai Kolo Dete, bersama Kyai Walid, dan Kyai Karim ditugaskan Kerajaan Mataram mempersiapkan pemerintahan di Wonosobo dan sekitarnya. Kyai Walid dan Kyai Karim bertugas di daerah Wonosobo, sedangkan Kyai Kolo Dete bertugas di Dieng. Kabarnya, dulu, setibanya di Dieng, ia mendapat mandat dari Ratu Pantai Selatan. Dia harus membawa masyarakat Dieng menuju hidup yang lebih sejahtera. Indikatornya adalah anak berambut gembel atau gimbal. Sejak saat itu, anak-anak berambut gimbal bermunculan di sini. Rambut gimbal kelihatan saat anak berusia balita. Pada saat sudah bertumbuh besar, misalnya menuju remaja, anak gimbal akan mengajukan permintaan yang kadang dianggap aneh. Kalau sudah meminta, inilah saatnya rambut mereka dipotong melalui ritual yang memang rutin diadakan setahun sekali.

3.  Logat Medok ​Ngapak​ yang Tidak Biasa

Di Dieng, warganya memang bertutur menggunakan bahasa Jawa ngapak. Namun, bedanya, bahasa Jawa ngapak di sini beda dengan bahasa Jawa di tempat lain, seperti di Banyumas atau Tegal. Mereka punya penekanan-penekanan terhadap konotasi tertentu, seumpama β€œy” menjadi β€œz”, dan sebagainya. Ada pula beragam istilah yang juga hanya dimengerti oleh warga sekitar.

4.  Makanan Sederhana yang Enak

Di Dieng, kita bisa menemukan gorengan tempe kemul yang kadar enaknya itu lebih dari biasanya. Entah karena tangan-tangan pembuatnya, atau entah karena hawa dingin membuat perut selalu lapar dan cocok banget kalau diisi gorengan. Nyatanya, gorengan di sini selalu laris manis, dan pastinya bersih, tak seperti gorengan di kota-kota besar yang tercampur debu serta polusi udara.

5.  Padang Es

Di mana lagi kamu bisa ketemu salju di Pulau Jawa kalau bukan di Dieng? Sebenarnya bukan salju, melainkan es. Di musim-musim kemarau, seperti saat Agustus, embun yang jatuh di dataran tinggi ini membeku menjadi es. Kalau dilihat dari ketinggian atau kejauhan. Rumput-rumput yang membeku menjadi es tampak seperti diselimuti salju. Maklum, di masa seperti ini, suhu Dieng bisa mencapai nol derajat, bahkan minus.

Ada baiknya kamu segera rencanain plesiran ke Dieng dalam waktu dekat. Soalnya sebentar lagi kan suhu Dieng lagi dingin-dinginnya. Oh iya, jangan lupa bawa pakaian tebal juga ya kalau jadi plesiran ke Dieng!





Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.