Pengertian Tanah dan Komponen Penyusun Tanah

Pengertian Tanah dan Komponen Tanah – Tanah dalam bahasa yunani: pedon dan dari bahasa latin: solum adalah suatu bagian dari kerak bumi yang tersusun atas Bahan organik dan Mineral. Tanah memiliki peran yang sangat penting bagi semua mahuk hidup yang ada di bumi karena selain tempat pijakan, juga sebagai penopang akar. Tanah memiliki struktur tanah yang berongga-rongga sehingga memudahkan akar untuk tumbuh dan bernafas. Bukan hanya manusia saja yang membutuhkan tanah sebagai satu hal yang penting, hewan dan tumbuhan yang lainnya juga sangat membutuhkan sebagai lahan untuk hidup dan bergerak.

Tanah juga berperan penting dalam hal penanggulangan benacana alam sebagaik benda yang menahan erosi, walaupun tanah itu juga bisa tererosi. Tanah ini bersumber dari pelapukan dengan bantuan suatu organisme dan pembentukan tanah itu sendiri bisa disebut dengan Pedegonesis.

Komponen Komponen Tanah

1. Bahan Organik

Bahan organik merupakan komponen tanah yang hanya memiliki presentase komposisinya hanya sebesar 5%. Bahan organik ini terbentuk dari sebuah proses yang bersumber dari hewan dan tumbuhan yang telah mati dan proses tersebut sering dinamakan Dekomposisi.

Dekompesor itu nantinya akan menguraikan bahan organik menjadi senyawa organik yang memiliki bayak manfaat untuk tanah. Walaupun memiliki komposisi yang sedikit yakni hanya 5%, tapi sangat berpengaruh besar terutama pada sifat fisik tanah dan sifat kimia.

Sumber organik tersebut dibedakan menjadi beberapa bagian berdasarkan sumbernya, berikut penjelasannya.

• Sumber primer

Sumber primer merupakan sumber utama yang paling mudah didapatkan daripada yang lain. Biasanya berasal dari tumbuhan layu yang sudah mati.

• Sumber Sekunder

Sumber sekunder merupakan sumber selingan yang berasal dari hewan. Bagian hewan yang dapat diuraikan adalah bagian kotorannya yang bisa diolah menjadi pupuk.

• Sumber Tersier

Sumber tersier merupakan sumber tambahan yang berasal dari pupuk.

2. Mineral

Mineral merupakan komponen utama yang memiliki presentase sebesar 45%. Komponen inilah yang menentukan tingkat kesuburan suatu tanah. Jika tanah tersebut kekurangan mineral dan ditanami sebuah tanaman, maka tanaman tersebut akan kekurangan sebuah komponen dalam proses pertumbuhannya.
Namun, proses pembentukan dari mineral tersebut sangatlah lama. Akan ada 3 jenis batuan yang nantinya setelah mengalami proses pelapukan yang dapat mempengaruhi jenis tanah yaitu Batuan Malihan, Batuan beku, dan Batuan Sedimen.

3. Air

Air merupakan komponen yang terbilang cukup penting dalam sebuah proses pembentukan tanah dan memiliki sebuah presentase 25%. Kalian pasti sering melihat orang yang sedang menyiram tanamannya dengan air, hal itu berguna untuk menyuburkan tanah karena air akan menempati di bagian pori-pori tanah.

Perlu kalian ketahui, komposisi udara dan air di dalam tanah memiliki perbandingan terbalik, kedua komponen tersebut akan bergantung satu sama lain. Kandungan udara dalam tanah akan bergantung pada tinggi rendahnya air. Semakin banyak air yang ada di dalam tanah, maka kandungan udara didalam tanah akan sedikit, begiu juga sebaliknya.

Keberadaan air dalam tanah dibedakan menjadi beberapa bagaian:

• Ketersediaan Air

Ketersediaan air dalam tanah memiliki hubungan yang erat dengan tanaman yang ditanam. Semakin sedikit ketersediaan air, maka tumbuhan yang ditanam dalam tanah tersebut akan cepat layu, dan itu adalah suatu hal yang bisa anda buktikan sendiri di rumah.

• Titik Layu Permanen

Hal ini terjadi jika akar dari sebuah tanaman tidak bisa lagi menyerap air yang ada didalam tanah. Tanaman tersebut akan layu dan kemudian mati.

• Kapasitas Lapang

Kapasitas lapang di sini maksudnya seberapa lembap tanah tersebut dan berapa banyak air yang bisa ditampung dalam tanah tersebut. Komposisi air dalam tanah akan sangat berpengaruh terhadap kelembapan tanah tersebut.

4. Udara

Komponen yang memiliki sifat yang sama dengan air. Udara memiliki presentase 25% yang artinya sama dengan komposisi air. Adanya udara dalam tanah memugkinkan beberpa mahluk hidup yang bisa hidup di tanah seperti cacing, semut, dan mahluk hidup yang lainnya. Sifat udara ini memiliki sifat yang sama dengan air, yakni udara bisa tertekan keluar yang di akibatkan oleh air.

Setelah mengetahui komponen komponen tanah di atas, kita tahu bahwa tanah memiliki peran penting bagi mahluk hidup yang ada di bumi terutama pohon. Pohon sangat bergantung pada tanah yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi agar bisa hidup dan berkembang dengan baik. Tanah juga sebgai tempat tinggal beberpa hewan seperti semut, cacing, belut dan mahluk hidup yang lainnya yang bersarang di dalam tanah.

Sekian dulu artikel dari saya. Semoga bermanfaat dan jangn lupa untuk share ke akun sosial media milik Anda seperti Facebook, Twitter, Google Plus, Pinteres, maupun akun sosial media yang lainnya. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Anda.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.