Pengertian Hipotesa Adalah Arti Definisi Fungsi, Macam Jenis, Karakteristik, Syarat dan Langkah-Langkahnya

Hipotesa sebenarnya merupakan sebutan untuk dipakai dalam bentuk aktivitas keilmuan dengan mengikuti kaidah berfikir biasa, dengan terarah, secara sadar dan juga cermat. Banyak juga yang mengatakan hipotesa adalah hipotesis, karena memang tidak ada perbedaan diantara keduanya hanya saja penyebutannya yang berbeda. Pengertian tersebut didapat dari arti kata hipotesa itu sendiri yang berasal dari bahasa Belanda yaitu “hypotese”.

A. Pengertian Hipotesa

Pengertian hipotesa itu sendiri adalah suatu pendapat sementara dari kesimpulan permasalahan suatu penelitian. Dapat dikatakan sementara karena pendapat yang diberikan berdasarkan pada aturan yang belum terbukti kebenarannya. Maka dari itu setiap adanya penelitian yang dilakukan maka memiliki suatu hipotesa atau pendapat sementara dari penelitian yang ingin dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Dan untuk membuktikan hipotesa tersebut benar atau tidaknya, maka dibutuhkan juga penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

B. Fungsi Hipotesa

Hipotesa ini ada bukan berarti tanpa memiliki fungsi, Anda bisa mengetahui berbagai fungsinya disini:

  1. Untuk menguji bukti teori yang ada
  2. Dapat mendorong timbulnya suatu teori
  3. Dapat menerangkan kejadian sosial
  4. Sebagai suatu prinsip untuk memfokuskan suatu penelitian yang akan dilakukan
  5. Dapat memberikan kerangka atau gambaran untuk menyusun suatu kesimpulan yang akan diperoleh
  6. Dapat memberikan gagasan terkini (terupdate) dalam mengembangkan suatu teori
  7. Dapat memperluas wawasan si peneliti mengenai suatu indikasi yang saat ini sedang dipelajari olehnya
  8. Mempermudah penelitian karena dapat memberikan arahan

C. Jenis-Jenis Hipotesa

Ada berbagai jenis hipotesa yang perlu Anda ketahui, antara lain yaitu:

1. Hipotesa Nol (H0)

Merupakan suatu hipotesa yang dapat menerangkan bahwa tidak adanya kesimpulan dari hipotesa karena tidak adanya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel independen (Y), maka yang dicoba adalah ketidak benaran dari variabel (X) ternyata dapat memperngaruhi variabel (Y).

Contoh: Sama sekali tidak ada hubungannya antara warna sepatu dengan seseorang berlari cepat atau tidak.

2. Hipotesa Kerja (H1)

Sedangkan jenis hipotesa ini merupakan hipotesa yang dapat menerangkan adanya suatu hubungan antara kedua variabel yaitu variabel independen (X) dan variabel independen (Y) yang akan diteliti. Dan perolehan dari perhitungan hipotesa kerja (H1) tersebut nantinya akan dipakai sebagai dasar untuk penyelidikan informasi penelitian.

Contoh: Seorang anak memang bisa sangat mirip dengan orang tuanya.

D. Karakteristik Hipotesa

Bukan hanya peneliti saja, karena setiap orang pastinya bisa membuat hipotesa tersebut yang digunakan untuk penelitian atau berbagai hal lainnya. Dibawah ini ada beberapa karakteristik dari hipotesa yaitu:

  1. Pendapat yang ada harus sesuai dengan fakta dan keberannya dapat diuji.
  2. Hipotesa yang ada saat ini harus bisa menyatakan adanya sebuah hubungan dengan rumusan masalah itu sendiri.
  3. Hipotesa haruslah berhubungan dan sesuai dengan ilmu pengetahuan.
  4. Hipotesa tidak boleh berbeli-belit (yang artinya haruslah sederhana).
  5. Bisa menjelaskan sebuah fakta yang terjadi.

E. Syarat Penyusunan Hipotesa

Menurut ahli yaitu Brog dan Gall ada beberapa syarat untuk menyusun hipotesa, antara lain:

  1. Hipotesa yang dibuat haruslah singkat, jelas dan padat.
  2. Hipotesa haruslah menunjukan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.
  3. Hipotesa harus berlandaskan dengan teori-teori atau pendapat dari hasil penelitian yang relevan atau dari para ahli.

F. Apa Bedanya H0 dan H1 pada saat pengujian hipotesa?

  • Hipotesa nol (H0) merupakan sebuah pernyataan yang di dalamnya menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara statistik dengan parameter.
  • Hipotesa alternatif (H1) merupakan lawan dari hipotesa nol (H0). Hipotesa ini memiliki arti terdapat bahwa adanya perbedaan antara statistik dengan parameter.

G. Langkah-Langkah Menyusun Hipotesa

Dalam menyusun hipotesa tidak boleh sembarangan, karena ada langkah-langkah yang harus Anda lakukan. Langkah-langkah tersebut harus di ikuti agar hasil yang di dapatkan dari penelitian bisa sesuai dan tidak salah. Langkah-langkah yang diperlukan antara lain yaitu:

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menentukan masalah apa yang akan diteliti.
  2. Setelah menentukan masalah, tentukanlah hipotesa dari permasalahan yang ingin dibahas.
  3. Setelah itu Anda perlu menentukan hipotesa awalnya.
  4. Fakta-fakta yang bersifat relevan juga harus di kumpulkan pada langkah ke empat ini.
  5. Saat fakta-fakta berhasil dikumpulkan, Anda perlu membandingkan apakah fakta-fakta tersebut relevan ataupun tidak relevan.
  6. Setelah fakta-fakta yang ada dibandingkan, Anda selanjutnya harus melakukan pengujian dari hipotesa tersebut.
  7. Dan tahapan yang terakhir adalah menerapkannya. Karena jika hipotesa yang ada sudah selesai untuk diuji maka Anda bisa segera mengetahui kebenarannya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hipotesa merupakan suatu jawaban sementara dari adanya penelitian yang akan Anda lakukan. Perlu di ingat, hipotesa ini masih dugaan seseorang karena kebenarannya belum dapat diketahui. Sekian informasi mengenai hipotesa, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda ya!




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.