Biografi Soekarno Singkat

Siapa pun yang mengecap bangku sekolah dasar tentu kenal dengan sosok yang satu ini. Benar! Beliau adalah Bapak Proklamator Ir. Soekarno. Keberhasilan beliau bersama segenap masyarakat Indonesia dalam meraih kemerdekaan adalah momen terbesar bagi seluruh masyarakat bumi pertiwi. Tanpa perjuangan beliau, mungkin saat ini kita tidak dapat duduk bersantai bersama keluarga yang kita cintai.

Biodata

Ir. Soekarno atau yang lebih sering disapa dengan panggilan Bung Karno ini merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Beliau lahir di kota Surabaya, tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901. Bung Karno adalah seorang muslim dan pernah menikah dengan beberapa orang wanita, antara lain : Fatmawati, Haryati Heldy Djafar, Hartini, Inggit Garnasih, Kartini manoppo, Yurike Sanger, Oetari, dan Ratna Sari Dewi. Dan dari pernikahan tersebut, lahirnya anak anak yang kini sebahagiannya bergelut di dalam dunia politik. Adapun nama nama anak beliau antara lain: Megawati Soekarno Putri, Rachmawati Soekarno Putri, Mohammad Guruh Irianto Soekarno Putra, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan, Kartika Sari Dewi Soekarno, Guntur Soekarnoputra, Ayu Gembirowati, Rukmini Soekarno.

Pendidikan

Presiden pertama kita Bapak Ir. Soekarno dikenal memiliki riwayat pendidikan yang cukup baik selama hidupnya. Sekitar umur 14 tahun, Soekarno muda ikut ke Surabaya bersama Oemar Said Tjokroaminoto, salah seorang teman ayahnya, sekaligus salah satu pendiri Sarekat Islam. Saat itu, beliau (Soekarno) belajar di Hoogere Burger School (H.B.S.) Surabaya. Akan tetapi sebelum itu, beliau terlebih dahulu belajar di  Eerste Inlandse School (Mojokerto), sekolah sekaligus tempat dimana ayahnya bekerja. Selepas dari Eerste Inlandse School, barulah beliau pindah ke Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto dan menyelesaikan pendidikan sekolah tersebut sekitar tahun 1915. Selepas menyelesaikan pendidikan di Hoogere Burger School (H.B.S.), Bung Karno melanjutkan pendidikannya di Technische Hoge School atau yang kini lebih dikenal dengan sebutan Institut Teknologi Bandung (ITB). Beliau menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1925.

Peran Dalam Pembangunan Jakarta

Setelah menyelesaikan studinya di Technische Hoge School / ITB, Bandung. Ir. Soekarno bersama temannya saat itu, Ir. Anwari berinisiatif mendirikan biro insinyur. Kedua insinyur ini pun berkolaborasi dan mengerjakan rancangan bangunan serta tata letak kota. Bahkan bukan hanya sekedar kota biasa, keahlian Bung Karno sebagai Insinyur Tehnik Sipil juga memiliki andil yang sangat besar dalam pembangunan ibukota Indonesia, yaitu Jakarta. Beliau bekerjasama dengan beberapa arsitek ternama seperti Frederich Silaban dan R.M Soedarsono.

Karir Dalam Politik

Terinspirasi dari Indonesische Studie Club, Bung Karno pun mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) pada tahun 1926 di kota Bandung. Siapa sangka, pembentukan Algemeene Studie Club (ASC) inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia. Selang setahun, sekitar tahun 1927 PNI pun dibentuk. Akan tetapi, aktivitas yang dilakukan oleh PNI saat itu cenderung memiliki kesan memberontak terhadap pemerintahan Belanda, hingga akhirnya Bung Karno pun ditangkap. Sekitar tanggal 29 Desember 1929, Bung Karno di tangkap di Yogyakarta, dan sehari setelah penangkapan, beliau dipindahkan ke Kota Bandung. Kala itu Soekarno di tempatkan di Penjara Banceuy, Bandung. Dan pada tahun 1930, Bung Karno pun di pindahkan ke wilayah Sukamiskin. Di akhir tahun 1930, Ir. Soekarno membacakan pembelaannya yang sangat fenomenal yaitu “Indonesia Menggugat” di kantor pengadilan Landraad, kota Bandung.

Sejarah dan Biografi Pofil Lengkap Ir. Soekarno

Setelah bebas, bentuk penindasan yang dialami oleh Bung Karno seakan tidak ada habisnya. Pengasingan serta penangkapan terus dilakukan oleh pihak Belanda pada Bung Karno, karena dianggap melakukan aktivitas yang bersifat pemberontakkan terhadap pemerintah Belanda saat itu. Benar saja, saja itu Ir. Soekarno pun kembali diasingkan ke wilayah Bengkulu, dan baru dapat merasakan kebebasan sekitar tahun 1942. Namun sayang, justru saat itu adalah hari yang lebih berat bagi bangsa Indonesia, berada di bawah penjajahan negara Jepang yang terkenal sangat keras.

Meskipun begitu, perjuangan Ir. Soekarno dalam menyuarakan kemerdekaan dan membebaskan Indonesia dari jeratan para penjajah jepang tidak pernah berhenti. Hingga akhirnya, keringat dan air mata beliau pun terbayarkan, dengan bangkitnya Indonesia dan meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Pada tanggal 21 Juni 1970, air mata Indonesia mengalir. Ir. Soekarno wafat dan meninggalkan bekas di hati jutaan masyarakat Indonesia, sebagai pahlawan yang menarik Indonesia dari pahitnya penjajahan, menuju manisnya kemerdekaan.

Pembelajaran yang bisa kita dapat dari Sejarah perjuangan Ir Soekarno, membuat kita seharusnya tidak menuntut apa yang bisa kita terima dari negara, namun tetap fokuslah untuk bisa memberi dan menghasilkan kebaikan bagi negara kesatuan republik Indonesia. Sekian tulisan ini, semoga Allah memasukan ke surga dan melapangkan kubur pahlawan terbesar Indonesia, Dr. Ir. H. Soekarno.