4 Kondisi Afdhol untuk Sedekah sesuai Anjuran Nabi

Jagad.id 4 Kondisi Afdhol untuk Bersedekah sesuai Anjuran Nabi. Selain beribadah harta, sedekah sebagai beribadah pengajaran jiwa. Sedekah bisa membuat perlindungan seorang muslim dari keserakahan dan cinta dunia. Dalam kerangka pengajaran jiwa, langkah bersedekah yang disarankan ialah dengan teratur karena pengajaran jiwa dilaksanakan cuma lewat riyadhoh (latihan secara teratur/istiqomah).

Pembahasan tentang Sedekah

Disamping itu, lebih disarankan untuk melaksanakan ibadah dengan teratur, walaupun hanya sedikit. Rasulullah ﷺ :

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya : “Amalan yang paling Allah cintai adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit (HR. Muslim no. 783).”

Lalu pada kondisi apa seorang harus teratur bersedekah? Ini pernah ditanya oleh salah seorang sahabat dekat Rasulullah.

Kemudian, beliau menjawabnya :

أَمَا وَأَبِيكَ لَتُنَبَّأَنَّهُ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ

Berdasar hadits di atas, ada empat hal yang bisa kita prioritaskan dalam memberi sedekah :

1. Sedekah ketika Kondisi Sehat

Kesehatan sebagai salah satu nikmat yang paling dilalaikan oleh manusia. Nabi Muhammad SAW, menyampaikan nikmat ini juga yang paling banyak membuat manusia tertipu (HR. Bukhari no. 6412).

Bersedekah pada kondisi sehat umumnya susah dilaksanakan karena kemauan memakainya untuk hal-hal lain, seperti investasi, berbelanja keperluan/kebutuhan, dan keperluan yang lain berbuntut pada keberhasilan duniawi.

Baca Juga : Tanya Kiai/Nyai : Apa Hukum Menentukan Hari yang baik untuk Acara dalam islam?

Bersedekah ketika kita sehat memerlukan niat yang ikhlas, karena saat tersebut kita sering meremehkan dan melalaikan dari yanh Maha  Pemberi Kesehatan. Allah menekankan pada  hamba-hamba-Nya untuk bersegera menafkahkan infak saat sebelum datangnya kematian :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim (QS. Al-Baqarah [2]: 254).

2. Saat ada Keinginan Kaya

Kemauan/keinginan untuk mempunyai kekayaan sebanyak-banyaknya sering membuat orang jadi pelit pada seseorang, bahkan juga pada diri kita. Dalam masalah ini, orang akan berasa benar-benar suka belanjakan hartanya untuk bersedekah.

Tetapi, dalam kondisi ini, Nabi benar-benar menyarankan orang untuk bersedekah. Sedekah/Zakat bisa mengurangi penyakit dari dalam hati yang tidak berguna atau bermanfaat sama sekali. Karena sikap kikir tidak lain ialah membuat rugi diri kita. Allah Swt berfirman :

فَمِنْكُمْ مَّنْ يَّبْخَلُ ۚوَمَنْ يَّبْخَلْ فَاِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَّفْسِهٖ ۗوَاللّٰهُ الْغَنِيُّ وَاَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ

“Selanjutnya antara kamu yang kikir. Sebenarnya siapa saja yang kikir sebetulnya ialah kikir pada dirinya. Allah lebih kaya dan kamu fakir.” (QS. Muhammad [47]: 38)

3. Pada saat Takut Miskin

Ketakutan dan kekhawatiran mengenai masa yang akan datang (masa depan) ialah sisi normal dari kehidupan. Tetapi, itu terhitung ujian dari Allah untuk hamba-hamba-Nya. Tetapi, kita harus ingat jika apa saja yang terjadi di masa datang ialah kehendak Tuhan. Kelapangan dan kesempitan akan diberi dengan jatah terbaik ke tiap hamba-Nya.

Maka dari itu, janganlah sampai kondisi menghalangi kita untuk teratur bersedekah yang telah dilakukan. Bila kita sukses mempraktikkannya, semoga kita masuk ke dalam kelompok orang yang disebutkan dalam Al-Qur’an :

اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ

Artinya : “(Surga) ditujukan untuk beberapa orang yang bertakwa, (yaitu) beberapa orang yang selalu bersedekah, baik di waktu lapang ataupun sempit.” (Q. Ali Imran [3]: 133-134)

Baca Juga : Piala Dunia Qatar 2022 dan Bangga dengan Islam

4. Tidak pada Kondisi Nyaris Mati

Sedekah ialah tabungan akhirat untuk masing-masing individu manusia. Rasulullah ﷺ tidak mau umatnya sampai terlambat dalam mengumpulkan amal untuk bekal dikehidupan seterusnya. Maka dari itu, Rasulullah menyarankan kita untuk bersedekah semenjak awal, ketika tubuh masih sehat, kondisi memungkinkan, dan saat harapan atas hal duniawi sedang besar.

Walaupun susah untuk bersedekah pada keadaan sulit, tetapi hal ini ialah keadaan terbaik untuk bersedekah. Adapun sedekah saat sebelum wafat, Rasulullah bersabda ﷺ :

وَلاَ تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلاَنٍ كَذَا وَلِفُلاَنٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ

Artinya :  “Dan jangan sampai kamu tunda sedekahmu sampai nyawa telah di kerongkonganmu lalu berbicara : “Untuk Fulan bagian ini, dan bagi Fulan bagian ini,”  karena pada waktu itu harta menjadi kepunyaannya (HR. Muslim No. 1032).”

Baca Juga : Hukum Tak Mengikuti Khutbah Jum’at dan Masbuk Sholat Jum’at

Kesimpulannya…

Sedekah akan menyelamatkan seorang dari karakter kikir. Saat seorang bisa lolos dari karakter ini, karena itu insya Allah dia akan masuk ke kelompok orang yang beruntung, karena sifat kikir hanya akan membawa keburukan dan kerugian bagi pelakunya. Seperti firman Allah Swt Yang Maha Esa :

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ࣖ

Artinya : Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS. Ali Imran [3]: 180).

Nah, demikianlah pembahasan mengenai 4 kondisi afdhol (utama) dalam bersedekah sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.