Ibadah Utama bulan Ramadhan, Simak Penjelasan berikut!

Ibadah Utama bulan Ramadhan, Simak Penjelasan berikut!

Jagad.idBulan Ramadhan ialah bulan ke9 dalam kalender Islam dan dipandang seperti salah satunya bulan paling penting dan suci untuk umat Islam di penjuru duniaIbadah Utama bulan ramadhan ialah puasa, yang disebut salah satunya dari Rukun Islam. Umat Muslim jalankan puasa yang ketat dari fajar sampai matahari tenggelam, tidak makan, minum, dan keperluan fisik yang lain sejauh ini.

Allah Swt telah mengalokasikan bulan Ramadhan untuk keluarga Rasulullah untuk meningkatkan amal soleh mereka. Di bulan ini, Allah melipatgandakan pahala untuk setiap perbuatan baik dan memberikan pengampunan kepada semua hamba-Nya.

Ada banyak Ibadah Utama bulan ramadhan, alangkah baiknya memperbanyak amal kebaikan. Kisaran perbuatan baik sangat luas tetapi Rasulullah memberi kita contoh untuk memperbanyak amalan berikut di bulan Ramadhan :

Ibadah Utama bulan Ramadhan

1. Puasa

Seperti yang kita ketahui, Ramadhan identik dengan bulan puasa karena hanya saat itu Allah mewajibkan kita untuk berpuasa. Kewajiban berpuasa dinyatakan dalam firman Allah :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 183).

 

Tujuan utama puasa adalah takwa. Yang diharapkan dari orang yang berpuasa di bulan Ramadhan adalah adanya ketakwaan dalam dirinya. Kesalehan itu sendiri adalah pemeliharaan diri dari keinginan berbuat dosa.

Dalam puasa, dia memerintahkan kita untuk menahan diri dari makan dan minum. Dan para ulama menjelaskan bahwa salah satu manfaat puasa adalah membakar bejana setan di dalam jiwa yaitu nafsu.

Kelaparan dan kehausan akibat puasa membakar periuk-belanga itu, sehingga ketika dia keluar dari bulan Ramadhan tidak ada tempat lagi bagi setan untuk mempengaruhi jiwa kita dengan bisikan-bisikannya.

Larangan keras meninggalkan kata dan perbuatan keji selama Ramadhan juga menjadi ajang latihan, agar kita terbiasa berbuat baik saja. Rasulullah SAW :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya : Siapa yang tidak meninggalkan dusta dan justru melakukannya, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum (HR. Bukhari no. 1903).

 

Ini harus dipertahankan sampai kita bertemu saat sarapan. Janganlah kita berpuasa dari sesuatu yang halal (makan dan minum), kemudian kita berbuka dengan sesuatu yang tidak halal (gunjingan, kritik, dusta, dll).

2. Qiyamulail Ramadhan (Solat Malam)

Qiyamulail Ramadhan yang berarti menghidupkan kembali malam-malam Ramadhan. Puasa dan salat di bulan Ramadan memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain. Rasulullah Saw:

Dalil Puasa2

Dan dia juga mengatakan tentang berdoa selama Ramadhan :

Dalil Puasa3

Kemiripan lafal dan hasil ibadah yang disebutkan pada dua riwayat sebelumnya menunjukkan eratnya hubungan antara puasa siang hari dan ibadah malam di bulan Ramadhan.

Lalu amalan apa yang paling baik yang kita lakukan pada malam-malam Ramadhan?

Imam al-Nawawi menjelaskan tentang arti shalat di bulan Ramadhan, sebagaimana yang dimaksudkan oleh hadits sebelumnya untuk shalat. Di masa sahabat Umar bin Al-Khattab, semoga Tuhan meridhoi dia. Shalat ini dilakukan secara berjamaah yang disebut shalat Tarawih.

Shalat Tarawih ini sangat istimewa, karena tidak dianjurkan secara khusus di luar bulan Ramadhan. Oleh karena itu, sayang sekali jika kita melewatkan malam-malam Ramadhan tanpa melaksanakan shalat Tarawih.

3. Perbanyak waktu dengan Al-Qur’an

Bulan Ramadan adalah bulannya Al-Qur’an. Allah berfirman:

Dalil Puasa4

 

 

Hal yang sama disebutkan dalam surat al-Qadr ayat pertama, di mana Al-Qur’an diturunkan pada malam Laylat al-Qadr, yang merupakan salah satu malam paling mulia di bulan Ramadhan.

Rasulullah mengajarkan kita untuk lebih banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an di bulan ini. Ia sendiri menyelesaikan Al-Qur’an kepada malaikat Jibril setahun sekali di bulan Ramadhan.

Shohabat Ibnu bin Abbas, RA. Berkata :

Dalil Puasa5

Rasulullah juga banyak membacakan ayat-ayat Alquran dalam shalat malam. Sahabat Hudhayfah al-Yamani R. Diriwayatkan bahwa ia shalat malam bersama Nabi. Assalamu’alaikum membacakan Al-Baqarah kepada para wanita dalam satu rakaat secara korespondensi (membaca lambat) (c. Muslim No. 772).

Kemudian beliau meniru para sahabat para pendahulu dan ulamanya dengan melakukannya. Mereka banyak menghabiskan waktu menyendiri selama Ramadan untuk fokus berinteraksi dengan Alquran. Misalnya, Siddiq Utsman bin Affan R. Yang menyelesaikan Al-Qur’an delapan kali sehari. Ada juga Imam Safi yang membaca Al-Qur’an sebanyak 60 kali selama bulan Ramadhan.

4. Berzakat

Selain itu, ibadah harta tak luput dari perhatian Rasulullah di bulan Ramadhan. Dan para sahabat meriwayatkan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dalam kesehariannya. Namun, ia lebih dermawan saat memasuki bulan Ramadan. Dikisahkan Rafiq bin Abbas:

ibadah utama bulan ramadhan

Selain zakat sebagai amalan sunnah, umat Islam yang mampu wajib membayar zakat fitrah (kehidupan) di bulan Ramadhan hingga pagi hari sebelum shalat Idul Fitri.

Selagi kita memiliki kelebihan kekayaan di luar kebutuhan pokok, meskipun sedikit, mari kita kesampingkan untuk dibagikan demi kemanusiaan. Saat bersedekah, kita niatkan dalam hati bahwa ini adalah bentuk keinginan kita untuk mengikuti teladan Nabi dalam segala hal yang bisa kita lakukan.

Inilah amalan yang bisa menjadi prioritas kita di bulan suci ini, semoga Allah memberikan kita kesuksesan untuk mencapai derajat taqwa. Amin.

Penutup

Ibadah Utama bulan ramadhan yaitu Puasa Ramadhan dipandang seperti langkah untuk mensucikan jiwa, tingkatkan disiplin diri dan empati pada mereka yang kurang untung, dan untuk meningkatkan jalinan yang semakin lebih dekat sama Tuhan. Umat Islam lakukan beribadah tambahan sepanjang Ramadhan, seperti membaca Alquran, lakukan shalat tambahan, dan memberikan sedekah.

Bulan Ramadhan disudahi dengan perayaan yang disebutkan Idul Fitri, yang mengidentifikasi akhir puasa dan diawalinya pembacaan doa, syukuran, dan pemberian hadiah sepanjang 3 hari. Keseluruhannya, beribadah khusus bulan Ramadhan ialah puasa, yang berperan sebagai fasilitas pemurnian religius dan langkah dekatkan diri pada Tuhan.