Bahan Bakar Pesawat Terbang



Semua orang telah mengenal apa itu pesawat terbang, tetapi belum banyak yang tahu apa bahan bakar yang digunakan oleh pesawat terbang agar bisa mengudara. Apakah bahan bakar pesawat bebentuk gas atau cairan? Apakah bisa digunakan pada mesin kendaraan bermotor ataupun mobil?. Muncul banyak pertanyaan mengenai hal tersebut, wajar saja dikarenakan bahan bakar untuk penerbangan memang tidak diperjual belikan sembarangan dan juga membutuhkan keahlian khusus untuk penanganannya.

A. Jenis Bahan Bakar Pesawat Terbang

Saat ini banyak sekali jenis-jenis bahan bakar yang dapat digunakan sesuai dengan karakter dan peruntukannya. Zaman dahulu bahan bakar hanya diperuntukkan sebagai pemanas dan juga memasak. Tetapi sekarang bisa juga digunakan untuk menggerakan mesin, baik kapasitas rendah ataupun kapasitas yang tinggi sekalipun. Bahan bakar untuk menggerakan mesin terbagi menjadi beberapa jenis yaitu bensin, diesel, minyak bakar, MFO dan lainya. Tetapi pada umumnya bahan bakar terbagi menjadi beberapa kelas diantaranya :

• Kelas A : Bahan bakar padat non metal (kayu, batu bara, kertas dll)
• Kelas B : Bahan bakar cair (bahan bakar untuk penerbangan, bensin, etanol dll)
• Kelas C : Bahan bakar elektrik (pluq in)
• Kelas D : Bahan bakar metal (potassium, sodium, aluminium)

Pesawat penerbangan menggunakan bahan bakar yang termasuk dalam kelas B, jenisnya yaitu petroleum yang khusus untuk mesin-mesin pesawat terbang. Bahan bakar jenis ini telah digunakan oleh berbagai penerbangan di seluruh dunia. Adapun bahan bakar jenis lain yang masih dalam percobaan adalah alcohol, biofuel. Masalah perpajakan saat convention on international civil aviation (1947), bahan bakar pesawat terbang telah dibebaskan dari pajak tetapi beberapa Negara menolaknya misalnya USA dan Australia.

Pada umunya bahan bakar untuk penerbangan berjenis gasoline (avgas) dan kerosene (jet fuel). Untuk avgas digunakan untuk pesawat yang memiliki mesin piston dan wankel, sedangkan jet fuel digunakan untuk pesawat yang memiliki mesin turbin.

1. AVGAS (Aviation Gasoline)

Avgas adalah bahan bakar yang memiliki oktan tinggi yang digunakan khusus untuk pesawat terbang dan juga mobil balap. Aviation Gasoline disingkat dengan Avgas agar bisa berbeda dari Mogas (Motor Gasoline) yang merupakan bahan bakar mobil biasa. Mogas tekanan uapnya lebih rendah dan juga lebih seragam, hingga pada pada ketinggian tertentu tetap saja berbentuk cairan. Kalau avgas tidak bisa digunakan untuk pesawat terbang yang menggunakan mesin turbin karena kurang bersifat lubikasi dan juga mengandung banyak timbal. Grade avgas tergantung pada nilai anti-knock dalam silinder mesinya, makin tinggi nilainya maka semakin anti knocking pada temperature yang tinggi. Avgas memiliki berbagai jenis berdasarkan jumlah kandungan timbal sebagai berikut :

• 110 LL : Low Lead (max 0,56 gr/liter)
• 82 UL : Unleaded
• 80/87 : max 0,14 gr/liter
• 100/130 : maz 1,12gr/liter

2. Avtur (Aviation Turbine / Jet Fuel)

Avtur merupakan bahan bakar berjenis kerosin yang dapat digunakan untuk pesawat yang memiliki mesin turbin. Kalau dibandingkan dengan avgas density avtur lebih besar dan memiliki warna yang jernih hingga warna kuning bulir padi. Jenis Avtur terbagi berdasarkan kegunaanya yaitu pada penerbangan sipil dan juga militer.

3. Jet Fuel – Sipil

Bahan bakar jenis ini umumnya dipakai pada penerbangan sipil di seluruh dunia. Bahan bakar ini memiliki 2 jenis yaitu Jet A-1 (untuk bahan bakar yang memiliki tipe kerosin, avtur) dan Jer B ( digunakan untuk bahan bakar yang memiliki tipe naphta / widw cut). Bahan bakar jenis Jet B ini lebih sulit ditangani dan cocok digunakan untuk daerah yang dingin. Sebagai bahan peningkatan sifat fisik dari bahan bakar penerbangan ini avtur (Jet A dan Jet B) perlu ditambahkan additive seperti :

• Antioksidan, untuk mencegah gumming (getah)
• Antistatik, untuk menghilangkan elektro static
• Corrosion Inhibitor, untuk mencegah korosi
• Biosida, untuk menghilangkan bakteri
• Antifreezing, untuk mencegah pembekuan pada temperature dibawah nol

4. Jet Fuel – Militer

Bahan bakar jenis ini khusus diperuntukkan bagi pesawat terbang militer. Untuk membedakan dari bahan bakar penerbangan sipil, bahan bakar jenis ini diberikan kode dengan JP. Spesifikasi bahan bakar ini hamper sama dengan bahan bakar sipil, yang membedakan hanya pada jenis dan juga jumlah additive yang dicampurkan.

• JP-8 relatif sama dengan Jet A-1
• JP-4 relatif sama dengan Jet B
• JP-5 , mengurangi resiko kebakaran
• JP-6, khusus dikembangkan untuk pesawat XB-70
• JP-7, khusus dikembangkan untuk pesawat SR-71 dan juga untuk experiment
• JP-TS, khusus dikembangkan untuk pesawat U-2

B. Warna Bahan Bakar Penerbangan

Warna Bahan Bakar Penerbangan

Pesawat terbang menjadi alat transportasi masa kini, bisa dikatakan paling beresiko dan juga dapat dikatakan paling aman. Bagian dari Pesawat, personil dan juga SOP yang dikunakan telah dikaji dan difikirkan dengan matang san sempurna. Salah satu resikonya adalah bahan bakar yang salah dalam pengisian jenis, hal ini akan sangat berbahaya dan mengakibatkan kerusakan pada mesin saat diudara. Untuk mengurangi resikonya maka dibedakan dengan warnanya.






Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us atau kirim melalui form dibawah ini.