Puisi Tentang Kerusakan Alam

Jagad.id – Hai apa kabar? Kini kita akan menyajikan beberapa kumpulan puisi puisi tentang kerusakan alam. Umumnya kerusakan alam disebabkan oleh manusia yang tak bertanggung jawab. Sudah banyak terjadi kerusakan alam yang hingga pada akhirnya menjadi bencana alam. Contohnya adalah penabangan hutan secara liar dan membabi buta, sehingga menyebabkan banjir di mana-mana.

Daftar Isi Puisi Tentang Kerusakan Alam :

  • Alamku Telah Rusak
  • Bumi Menjerit
  • Keramahan Alam Hilang
  • Tanpa Judul
  • Kami Meminta Maaf
  • Jeritan Nyawa

Ketidakpedulian manusia pun mulai menyusut. Inilah bentuk kerusakan alam yang terjadi karena ulah manusia sendiri.

Alamku Telah Rusak

Dulu jernih sungaiku
Kini kotor sudah
Dulu tinggi pohon pohonku
Kini habis sudah
Dulu cantik karangku
Kini buruk sudah

Kini sudah rusak alamku
Karena tangan manusia
Karena nafkah
Lupa akan alam
Bagaimana dengan cucuku?
Egois merenggut kita semua

Maafkan kami Tuhan
Damainya alam yang kau titipkan
Kini rusak

Bumi Menjerit

Aku memahami dalam hening
Ronta nusantara
Birahi serakah tertahan
Tanpa sejuk, tanpa tenang
Raja tetaplah raja
Budak tetaplah budak

Tanpa dipinta, bumiku hancur
Ribuan nyawa tertelan murkanya
Ego mengalahkan, hilang jawaban
Tanpa kata tanpa frasa
Entah teratasi atau tidak

Pekik manusia merentah tangis
Bahana
Derita saling sambut bersama derunya angin
Bumiku rusak
Tempat berlindung, tempat hidup

Dengar,
Mengikis harapan menjadi jeritan nyawa
Tangisan alam
Di atas puasnya manusia tak kuasa melawan getir
Mulut, mata, telinga tak berfungsi
Kita perusak, dan tanpa sadar

Keramahan Alam Hilang

Tandus
Tandus alamku
Hijau dan lestari hanya belaka
Punah dan mati menggantikan
Tak lagi ramah alamku
Keindahan hanya fiksi
Menjajah dan menjarah mulai populer
Ketentraman

Ketentraman sudah tiada
Tangan-tangan serakah merusak
Alam terajam
Hilang, lenyap, punah sudah
Tanpa iba
Entah siapa?
Kenapa?

Perang dimulai
Makian dan cacian adalah tradisi
Kebencian merajalela
Pembunuhan, pertumpahan darah, mulai membanjiri
Celaan sungguh
Bukan salah alam
Bukan salah bumi

Lalu siapa yang salah?
Kemakmuran alam yang seharusnya dijaga
Kebaikan sudah tak tertebar
Habis sudah dibabat
Kekejaman pun belingsatan
Kejam sungguh
Tak mampu melawan
Tak mampu dendam
Tak mampu berontak
Mereka hanya diam
Menunggu murka Tuhan
Tangan-tangan serakah
Perusak bumiku

Tanpa Judul

Serpihan dan pecahan kaca terbakar
Terlempar ke rumput, bubuhan koran
Tebangan pohon, beton tertuang
Lingkungan menyertai

Makanan bersama racun
Minyak mentah terisi pada samudera
Malapetaka dan mengerikan ada di laut
Inilah makanan kita

Asap kuning keluar dari gedung gedung besi
Gas kaustik dan bahan bakar keluar dari baja
Tempat yang sepi adalah kehancuran
Inilah napas kita

Harus ada seseorang yang bertindak dan memulai
Meningkatkan kesadaran
Dan mengindahkan masalah
Karena hidup telah dipertaruhkan

Kami Meminta Maaf

Indah adalah masa lalu
Udara segarmu adalah kenangan
Hangatnya sinar matahari adalah dulu
Kini berubah
Tanpa peduli
Sibuk dengan dunia

Kami meminta maaf
Karena kami hanya bagian dari alam

Jeritan Nyawa

Rasakan perih ini
Lihat air mata ini
Sahabat kami telah hancur
Akan nafsumu

Kini kemarahannya memuncak
Bosan dengan semua
Berontak dengan laku kita
Entah siapa yang melakukan

Hanya pahit yang terasa
Kaumu, golonganmu, hartamu, di pikiranmu
Tak pernah terbesit tentang kami
Saudaramu yang sebangsa

Banyak dana yang terkumpul untuk kami
Tapi di mana?
Banyak sekali
Di mana?
Apa pesawat menjatuhkannya?
Kami pun kekurangan dan lemah di sini
Atau di kantong mereka?
Tanpa rasa iba di dalam hatinya
Rasakanlah

Hargailah kami
Sebagai saudaramu
Indonesia