Home Pengetahuan Alam Pengertian Nebula : Proses Pembentukan, Komposisi dan Ukuran

Pengertian Nebula : Proses Pembentukan, Komposisi dan Ukuran

Pengertian Nebula Adalah Proses Pembentukan, Komposisi dan Ukuran

Nebula merupakan awan antarbintang yang terdiri dari gas, debu dan juga plasma. Pada awalnya, nebula merupakan nama umum untuk seluruh objek astronomi yang membentang termasuk juga galaksi di luar Bima Sakti seperti galaksi Andromeda.

A. Pengertian Nebula

Nebula adalah salah satu dari milyaran objek pada ruang angkasa yang diambil dari bahasa Latin yakni nebule yang berarti awan. Namun meski memiliki arti awan, nebula tidak sama seperti awan yang terlihat di langit bumi. Nebula merupakan awan antarbintang yang terdiri dari hidrogen, debu, plasma, helium dan juga gas yang terionisasi lain yang diyakini sebagai tempat pembibitan bintang baru.

Pada awalnya, nebula merupakan nama untuk seluruh objek astronomi yang terlihat menyebar termasuk juga seluruh galaksi di luar galaksi Bima Sakti. Sejak berabad abad yang lalu, manusia beranggapan jiak sebuah galaksi jauh dari pengertian dari nebula.

Contoh galaksi Andromea yang dulu sempat disebut nebula Andromeda. Galaksi Andromeda sendiri merupakan contoh bentuk galaksi spiral sehingga dulu ilmuwan menyebutkan jika seluruh galaksi spiral sebagai bebula spiral. Akan tetapi dengan berkembangnya zaman, maka sifat dan ciri galaksi yang sebetulnya berhasil diamati serta dikonfirmasi pada awal abad 20 oleh astronom Edwin Hubble, Vesto Slipher dan juga rekan lainnya dan akhirnya antara nebula serta galaksi mempunyai makna berbeda.

B. Pembentukan Nebula

Nebula terbentuk dari banyak hal dan jenisnya juga berbeda beda namun umumnya terbentuk dalam wujud nebula emisi. Nebula emisi tersebut berisi gas yang terionisasi yang dinamakan dengan Daerah H II. Nebula ini bisa terbentuk pada saat bintang yang baru saja terbentuk mengionisasi gas di sekitarnya sehingga menghasilkan nebula emisi. Contoh dari Daerah H II diantaranya adalah Nebula Orion serta NGC 604.

Selain itu, ada juga nebula yang terbentuk dari ledakan Nova dan juga Supernova. Nebula yang terbentuk dari hasil supernova dinamakan dengan Nebula Kepiting seperti contohnya GK Persei. Nebula juga bisa terbentuk dari bintang seperti matahari ketika menuju ke kematiannya yakni tahapan Katai putih. Nebula tersebut biasa dinamakan dengan Nebula planeter yang terbentuk pada saat bintang seperti matahari kehabisan bahan bakar.

Ini bisa terjadi karena bintang terus membesar sampai akhirnya menghempaskan angin bintang dalam skala besar sehingga massanya hilang. Angin bintang ini akhirnya akan membentuk Nebula Planeter dan bintangnya menjadi Katai Putih.

C. Komposisi Nebula

Berawal dari pemahaman konsep tentang galaksi dan nebula, sekarang para astronom sudah menyadari jika luar angkasa tidak benar benar kosong atau vakum secara menyeluruh. Sebenarnya ini terdiri dari partikel debu dan gas yang secara kolektif disebut dengan Intersellar Medium atau ISM atau medium antarbintang. ISM sendiri terdiri dari gas yaitu sekitar 75% gas hidrogen serta 25% helium.

Gas antarbintang ini sebagian besar tersusun dari atom netral yakni neutron dan juga molekul serta partikel bermuatan yakni plasma seperti proton, elektron dan juga ion. Gas gas ini sanga cair dengan kerapatan sekitar 1 atom/cm3. Untuk bahan perbandingan, atmosfer bumi mempunyai kerapatan sekitar 3×1013 molekul/cm3.

D. Ukuran Nebula

Untuk sebagian nebula memiliki ukuran yang sangat besar bahkan diameternya bisa sampai ratusan tahun cahaya dimana 1 tahun cahaya adalah 9.46 x 1015 m. Nebula nyaris tidak bisa diamati dengan mata telanjang dari bumi. Penampakan nebula secara jelas hanya bisa diamati dari hasil lensa kamera yang lebih sensitif terhadap cahaya. Ini disebabkan karena jarak nebula sangat jauh dari bumi dan cahayanya juga redup.

Contohnya nebula Orion yakni nebula yang paling terang ketika malam hari dengan diameter sudut yang 2 kali lebih besar dibandingkan diameter sudut bulan purnama. Akan tetapi pada kenyataannya, nebula Orion tetap tidak terlihat dengan jelas di langit malam khususnya ketika langit sudah tercemar dengan polusi udara atau polusi cahaya.

Jika diamati memakai teropong bintang, maka nebula terlihat lebih padat dibandingkan dengan ruang sekitarnya. Akan tetapi pada faktanya seperti contoh nebla berukuran bumi saja hanya mempunyai massa total beberapa kilogram saja. Sedangkan untuk sebagian nebula lagi terlihat sebab fluoresensi atau perpendaran dari sebuah bintang panas di inti nebula. Sedangkan untuk nebula yang lain hanya bisa terdeteksi memakai fitur eskposur panjang serta filter khusus di kamera digital.

E. Proses Pembentukan Nebula

Jika dilihat secara umum, proses terbentuknya nebula bisa dikelompokkan menjadi 3 yakni melalui keruntuhan gravitasi, ledakan supernova dan juga evolusi bintang:

1. Karena Keruntuhan Gravitasi

Keruntuhan gravitasi adalah cara pembentukan nebula paling umum yakni terbentuk pada saat bagian dari medium antarbintang mengalami keruntuhan gravitasi. Tarikan gravitasi menyebabkan gas di medium antarbintang menggumpal, mengumpul serta membentuk daerah dengan kepadatan yang lebih besar.

Banyak nebula atau bintang yang terbentuk dari keruntuhan gravitasi gas pada medium antarbintang. Ketika material atau partikel penyusun bintang runtuh akibat pengaruh gravitasi, maka bintang besar yanng baru akan terbentuk di bagian tengah nebula. Radiasi ultraviolet bintang ini akan mengionisasi gas di sekitarnya yang membuat awan antarbintang terlihat di panjang gelombang optik.

2. Karena Ledakan Supernova

Meski sebagian besar nebula terbentuk akibat keruntuhan gravitasi, akan tetapi ada nebula lain yang terbentuk karena ledakan supernova. Ledakan supernova sendiri adalah ledakan kematian bintang raksasa yang berumur pendek. Material yang terlontar dari ledakan supernova akan terionisasi energi pada intinya yang umumnya merupakan sebuah bintang neutron.

3. Karena Evolusi Bintang

Proses pembentukan nebula yang terakhir adalah karena evolusi bintang. Nebula yang terbentuk lewat evolusi bintang merupakan jenis nebula planeter. Nebula planeter merupakan bentuk atau tahap akhir kehidupan bintang yang memiliki massa rendah seperti matahari. Bintang dengan massa sekitar 8 hingga 10 kali massa matahari nantinya akan berevolusi menjadi raksasa merah dan secara perlahan akan kehilangan lapisan luarnya selama sedang bergolak di atmosfer.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.