Niat Sholat Sunah Sebelum Sholat Subuh

Jagad.idNiat Sholat Sunah Sebelum Sholat Subuh, Salah satu ritual agama yang menjadi pilar dalam Islam adalah sholat. Sholat sunah, seperti sholat tahajud, dhuha, atau rawatib, sangat ditekankan bagi umat Muslim. Di antara sholat sunah yang mempunyai nilai penting adalah sholat sunah sebelum sholat subuh. Pelaksanaan sholat sunah ini sangatlah berarti bagi kehidupan dunia dan akhirat. Dalam artikel ini, kita akan membahas niat sholat sunah sebelum sholat subuh dan keberkahan yang dihasilkannya.

Sholat sunah sebelum sholat subuh adalah ritual sholat yang dilakukan sebelum sholat subuh wajib. Sholat ini seringkali disebut sebagai sholat tahajud yang dilaksanakan pada malam hari setelah tidur. Sholat tahajud dianggap sebagai bentuk rasa cinta kepada Allah SWT dan sebagai amalan yang luhur.

Niat Sholat Sunah Sebelum Sholat Subuh

Niat Sholat Sunah Sebelum Sholat Subuh

Sebelum melakukan sholat tahajud, terlebih dahulu kita harus berniat.  Berikut ini lafal niat shalat sunnah Subuh atau shalat fajar:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas shubhi rak’ataini lillahi ta’ala.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Subuh dua rakaat karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar)

Shalat sunnah Subuh atau shalat fajar ini tampak ringan, yaitu dua rakaat. Tetapi shalat ini mengandung keutamaan luar biasa sebagaimana keterangan Rasulullah SAW dalam hadits berikut ini:

رَكْعَتَا اَلْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya “Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya,” (HR Muslim).

Dari hadits riwayat Imam Muslim ini, kita sulit membayangkan betapa besarnya keutamaan shalat fajar ini. Mereka yang terlewat atau tidak sempat melaksanakan shalat fajar dapat mengqadha shalat sunnah ini setelah shalat Subuh

Ketentuan Sholat Sunah Sebelum Sholat Subuh

Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri memaknai dua rakaat salat fajar pada hadis di atas sebagai salat sunnah fajar, sehingga yang dimaksud adalah salat qabliyah subuh. Pengertian ini dijelaskan secara rinci dalam karya cemerlang beliau, Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih sebagai berikut:

قوله (ركعتا الفجر) أي سنة الفجر هي المشهورة بهذا الاسم

 

“Makus dari perkataan ‘dua rakaat shalat fajar’ (dalam hadits) adalah shalat sunnah (qabliyah) fajar. Penyebutannya memang masyhur dengan nama ini” (Abu al-Hasan al-Mubarakfuri, Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih, juz 4, hal. 137).

Makna dari shalat fajar, yang juga disebut sebagai shalat qabliyyah subuh, diperkuat dengan penggunaan frasa “rak‘atai-l-fajr” (dua rakaat shalat fajar) dalam beberapa hadits, seperti yang terdapat dalam hadits yang berikut ini:

عن حفصة قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلي ركعتي الفجر قبل الصبح في بيتي يخففهما جدا

“Diriwayatkan dari Sayyidah Hafshah, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat dua rakaat fajar sebelum melaksanakan shalat subuh di rumahku dengan sangat cepat” (HR. Ahmad).

Dalam beberapa redaksi hadis yang lain, makna dari shalat fajar tidaklah mengacu kepada shalat sunah, melainkan sebaliknya merujuk pada shalat subuh yang termasuk shalat fardu. Sebagai contoh, seperti yang tercantum dalam hadis berikut:

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا صَلَّى الْفَجْرَ جَلَسَ فِى مُصَلاَّهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسَنًا

“Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Samurah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika telah melaksanakan shalat fajar, beliau duduk di tempat shalatnya sampai matahari terbit dengan terang” (HR. Muslim).

Makna hadis yang tertera di atas dapat dipastikan mengacu pada shalat subuh, hal ini didasarkan pada indikasi (qarinah) dari lafaz setelahnya yang tidak menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salat yang lain selain salat subuh.

Dalam beberapa hadits yang lain juga dijelaskan pemaknaan shalat fajar sebagai shalat subuh, dengan melihat pada hadits yang semakna namun dari riwayat yang berbeda, misalnya seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Munawi berikut ini:

ـ (من صلى الفجر) أي صلاة الفجر بإخلاص وفي رواية صلاة الصبح (فهو في ذمة الله) ـ

“Barangsiapa melaksanakan shalat fajar dengan ikhlas—dalam sebagian riwayat diungkapkan dengan kata shalat subuh—maka dia berada dalam jaminan Allah” (Al-Munawi, Faid al-Qadir, juz 6, hal. 213).

Sedangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin ‘Umar, secara tegas memaknai redaksi ‘shalat al-fajar” dengan makna shalat subuh, berikut hadits tersebut:

لا صَلاةَ بَعْدَ الْفَجْرِ، إِلا الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاةِ الْفَجْرِ

“Tidak ada shalat setelah (terbit) fajar kecuali dua raka’at sebelum shalat fajar” (HR.Thabrani)

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ketika shalat fajar diredaksikan dengan kata “rak’atai-l-fajr” (dua rakaat fajar) maka makna yang dimaksud adalah shalat sunnah qabliyah subuh. Sedangkan ketika shalat fajar diredaksikan dengan kata “shalla-l-fajr” atau dengan kata “shalat al-fajr” maka makna yang dimaksud adalah shalat subuh.

Manfaat Shalat Sunnah Sebelum Shalat Subuh

Tersebutlah banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh ketika melaksanakan shalat sunnah sebelum shalat subuh. Berikut adalah beberapa keuntungan dari shalat tahajud:

  1. Mendapatkan keberkahan dalam hidup karena beribadah pada waktu yang dianjurkan.
  2. Meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT karena melaksanakan shalat pada waktu sepertiga malam terakhir yang sangat dicintai oleh-Nya.
  3. Meraih ketenangan hati dan pikiran karena melaksanakan shalat pada waktu yang sunyi dan tenang.
  4. Meraih keberkahan dalam segala aspek kehidupan karena melaksanakan shalat tahajud sebagai amalan yang mulia.
  5. Meningkatkan kualitas iman dan taqwa karena melaksanakan shalat pada waktu yang istimewa.

Cara Melakukan Shalat Sunnah Sebelum Shalat Subuh

Berikut adalah langkah-langkah untuk melaksanakan shalat sunnah sebelum shalat subuh:

  1. Bersihkan diri dan lakukan wudhu terlebih dahulu.
  2. Niatkan shalat sunnah.
  3. Melaksanakan shalat sunnah dengan jumlah rakaat yang diinginkan.
  4. Baca surah-surah Al-Quran dan doa.
  5. Setelah selesai shalat sunnah, bisa dilanjutkan dengan shalat subuh wajib.

Kesulitan dalam Melaksanakan Shalat Sunnah Sebelum Shalat Subuh

Melaksanakan shalat sunnah sebelum shalat subuh memang tidaklah mudah, terutama bagi orang yang tidak terbiasa bangun pada waktu malam. Namun, dengan tekad dan usaha yang sungguh-sungguh, kita bisa mengatasi kesulitan tersebut. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu melaksanakan shalat tahajud dengan lancar:

  1. Tentukan target jumlah rakaat yang bisa dilaksanakan sesuai kemampuan.
  2. Tingkatkan niat dan motivasi dalam melaksanakan shalat tahajud.
  3. Biasakan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.
  4. Cari teman atau keluarga yang juga ingin melaksanakan shalat tahajud agar bisa saling memotivasi.

Kesimpulan

Melaksanakan shalat sunnah sebelum shalat subuh atau shalat tahajud adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Melalui shalat tahajud, kita bisa meraih keberkahan hidup, keberkahan dalam segala aspek kehidupan, dan meningkatkan kualitas iman dan taqwa. Meskipun tidak mudah, dengan tekad dan usaha yang sungguh-sungguh, kita bisa melaksanakan shalat tahajud dengan lancar. Sebagai umat Muslim, mari kita tidak pernah bosan untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah kita agar selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT.