Pahlawan Gugur Pada Masa Penjajahan Belanda
Pahlawan Gugur Pada Masa Penjajahan Belanda

puisi pahlawan tak dikenal adalah puisi yang menggambarkan tentang perjuangan para pejuang yang rela mati demi membela bangsa dan negaranya tanpa harapo imbalan dari semua jasanya. Selama masa perjuangan Indonesia melawan penjajah sudah banyak nyawa yang melayang karena senapan dan meriam para penjajah.

Daftar Isi Puisi Pahlawan Tak Dikenal :

Setiap hari kita mendengar jeritan dan berita kematian. Hanya modal bambu runcing, mereka melawan penjajah. Hingga akhirnya pertiwi tersneyum kembali karena penjajah telah terusir.
Berikut ini adalah beberapa puisi pahlawan tak dikenal yang bisa kita baca dan resapi maknanya. 

Tak Dikenal

Kini ia terbaring
Bukan tidur,
Karena peluru yang menembus
Senyumnya membeku
Dalam medan perang

Kini ia lupa
Senapan ia peluk
Kini ia lupa untuk siapa
Dan ia terbaring
Bukan tidur

Sunyi pada wajahnya mulai tampak
Menangkap senja pada sepi
Dunia membeku di tengah derunya peluru
Suara suara peluru menyerbu
Mati muda

Di tanggal 10 November
Dengan iringan hujan
Kami ingin melihatmu kembali
Keluargamu juga
Ingin kurangkai bunga
Hanya wajah-wajah yang tak dikenal

Kini kau sudah terbaring
Bukan tidur,
Karena peluru yang menembus dadamu
Senyum bekumu
Kau masih sangat muda 

Pahlawanku

Pahlawan adalah gelar
Bagi orang orang yang berjuang
Melawan getirnya hidup
Mengusir penjajah dengan jiwanya
Dari wilayah yang kita punya
Gugur dan meninggal
Demi bangsa dan negara

Masa hidupnya adalah prestasi
Karya luar biasa
Demi pembangunan
Juga kemajuang bangsa negara

Mari kita kenang kemerdekaan
Jasa-jasa mereka 

Seruan Mereka

Kabut!
Kenangan pergejolakan tanah pertiwi
Gelap!
Hujan mulai deras
Membanjiri perasaan
Haus akan kemerdekaan
Keputusan yang sakral

Serang!
Merdeka atau mati!
Titahnya merasuk ke dalam jiwa
Mengolesi bambu runcing
Menyatu dengan senjata
Bersama ayat-ayat suci
Menyerukan semangat juang
Demi bangsa dan negara
Mereka yang terkasih
Menepa belati dan senapan
Untuk pertiwi

Lihatlah
Merah dan hitam tanah kita
Tanah kelahiran kita
Darah membanjiri
Karena ulah para penjajah
Gemelut yang tak sia sia
Melindungi segenap hati
Untuk kemerdekaan yang abadi
Di Indonesiaku 

Untukmu Pahlawanku

Demi negeri ini
Nyawamu melayang
Demi bangsa ini
Waktumu tersita
Ini bukan gurauan

Aku melihat wajahmu
Tak ada rasa takut sama sekali
Hanya bara api yang terlintas
Untuk menaklukan mereka
Untuk menghadang mereka
Yang merenggut tanah ini

Hari harimu dihiasi pembunuhan dan pembantaian
Sadis!
Dengan bunga bunga api
Bukan bunga bunga indah
Darah menjadi sungai
Menyatu bersama tanah pertiwi
Tak ada air mata
Hanya air merah
Dari tubuhmu yang bercampur keringat
Semangatmu semakin bertambah
Meski dihujani seribu peluru

Temanmu adalah bambu runcing
Kakimu tanpa alas
Pakaian dengan sejuta wewangian
Sangit
Basah menjadi kering
Mengantarkan pertiwi
Menuju kemerdekaan 

Pemuda dan Perubahan

Indonesia mulai menangis
Bahkan babak belur
Karena ulah para koruptor
Yang tak peduli dengan rakyat kecil
Padahal sudah menangis dan menjerit

Selalu bermimpi tentang kemerdekaan
Namun ternyata hanya khayalan semata
Hanyalah fiktif belaka
Kini kemerdekaan terjajah kembali
Hanya kebodohan dan keangkuhan
Meraja lela!

Indonesiaku,
Kapan kita bersama-sama kembali
Janganlah diam
Mari bersatu
Masi mengambil peran
Sebagai pemuda
Sebagai pahlawan
Meski tak dikenal

Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca beberapa puisi pahlawan tak dikenal di atas. Semoga bermanfaat dan memberikan makna untuk mengenang para pahlawan kita yang telah gugur demi bangsa dan negara ini hingga merdeka.