Pertanyaan Umum Seputar Startup Studio Indonesia yang Paling Banyak Diajukan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan program untuk memberikan fasilitas pada para founder startup digital. Program dengan nama Startup Studio Indonesia ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya terutama terkait pengembangan bisnis startup di Indonesia.

Startup Studio Indonesia pertama kali diluncurkan pada September 2020. Nantinya, pada tahun 2024, Kominfo menargetkan mencetak sekitar 150 startup digital yang bisa mengembangkan skala bisnis dari beberapa bidang yang berbeda, seperti jumlah pengguna, jumlah pendapatan, penyerapan tenaga kerja dan juga pendanaan yang berasal dari Venture Capital.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar Startup Studio Indonesia

Berkaitan dengan program ini, ada beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan dan penting untuk diketahui. Terutama, untuk Anda sebagai pelaku industri startup yang ingin mengikutinya. Beberapa pertanyaan yang dimaksud diantaranya adalah:

1. Apakah semua founder startup harus mengikuti seluruh rangkaian program Startup Studio Indonesia?

Secara umum, tidak harus. Hal ini dikarenakan bahwa adanya fakta jika founder startup memiliki kesibukan yang berbeda. Terlebih, dalam kondisi tim yang belum besar, satu orang founder bisa saja mengerjakan beragam hal sekaligus dalam satu waktu. Oleh karenanya, terkait program Startup Studio Indonesia ini, minimal satu founder mewakili tiap rangkaian acara yang diselenggarakan.

2. Apa saja karakteristik startup yang cocok untuk mengikuti program Startup Studio Indonesia ini?

Ada beberapa karakteristik umum dari startup yang cocok untuk mengikuti program Startup Studio Indonesia yang diselenggarakan oleh Kominfo Indonesia. Adapun beberapa karakteristik tersebut diantaranya adalah:

  • Sebuah startup yang saat ini berada dalam tahap pendanaan Bootstrap, Angel, Pre-seed hingga seed. Selain itu, Startup Studio Indonesia juga cocok untuk startup yang sedang mencari pendanaan Seed, Pre-Series A dan Series A.
  • Startup setidaknya sudah memiliki traction minimal 3 hingga 6 bulan. Juga, startup sudah melalui proses ideation stage dan sudah melakukan user validation
  • Startup yang ikut Startup Studio Indonesia sudah menunjukkan adanya potensi menuju produk market fit. Penilaian ini akan didasarkan pada grafik traction active users serta retention rate
  • Startup menunjukkan adanya kemampuan scale up serta memiliki path to scalability serta profitability
  • Startup yang turut dalam program Startup Studio Indonesia sudah memiliki badan hukum yang resmi

Beberapa hal di atas adalah karakteristik dari startup yang bisa mengikuti program Startup Studio Indonesia. Selain itu, sebagai tambahan, founder startup sudah full time sehingga ia bisa mengikuti program ini dengan baik.

3. Apakah program Startup Studio Indonesia ini berbayar?

Tidak, Program Startup Studio Indonesia yang diadakan oleh Kominfo merupakan program yang tersedia secara gratis. Tidak ada pungutan biaya apapun pada peserta. Oleh karenanya, jika ada pungutan yang terjadi, maka bisa dipastikan hal tersebut adalah penipuan.

4. Bagaimana format dari kegiatan Startup Studio Indonesia yang akan diadakan?

Program Startup Studio Indonesia akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya. Semua program Startup Studio Indonesia akan dilaksanakan secara online.

5. Apa fokus utama dari Startup Studio Indonesia?

Program Startup Studio Indonesia memiliki fokus pada akselerasi tim dan produk, validasi strategi marketing, business skill dan juga assisting technology development.

Program Startup Studio Indonesia merupakan program unggulan yang sebaiknya dimanfaatkan oleh para pengelola startup di Indonesia. Tentu, dalam proses pelaksanaannya, akan ada seleksi yang dilakukan sebagai syarat startup yang hendak diterima.

Dalam hal ini, hanya startup yang lolos beberapa tahapan seleksi saja yang berhak mengikuti keseluruhan program Startup Studio Indonesia.

error: This content is protected by DMCA