Pengertian Vendor : Macam Jenis, Tugas dan Tanggung Jawab

Dewasa ini, persaingan antar perusahaan sangatlah ketat. Keadaan ini memaksa perusahaan untuk selalu menyesuaikan diri dengan apa yang diinginkan oleh pasar. Setiap perusahaan pun berlomba-lomba untuk memenuhi permintaan pasar tersebut baik dari segi ukuran permintaan maupun spesifikasi produk yang diinginkan. Caranya adalah bekerja sama dengan beberapa vendor.

A. Definisi Vendor 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring, vendor diartikan sebagai penjual. Yang dijual oleh vendor adalah produk yang berupa barang atau jasa yang dibutuhkan perusahaan atau individu. Karena itulah, vendor kerap disamaartikan dengan istilah supplier atau pemasok suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau individu. Misalnya, perusahaan besar seperti perusahaan yang bergerak di bidang ritel biasanya sangat bergantung pada beberapa vendor yang berbeda untuk memasok beberapa produk. Perusahaan ritel membeli produk tersebut dengan harga “grosir” dan menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga ritel. 

Selain sebagai penjual, vendor juga dapat membuat komponen produk yang dibutuhkan perusahaan sesuai dengan gambaran yang telah dibuat. Biasanya, hal ini terjadi karena perusahaan memutuskan untuk tidak lagi memproduksi sendiri komponen produk yang dimaksud sebagai upaya mengurangi biaya produksi. Misalnya, sebuah perusahaan mobil tidak lagi membuat sendiri ban untuk mobil yang dibuatnya. Sebagai gantinya, perusahaan mobil tersebut membeli ban dari produsen ban.

Dari pengertian beserta contoh di atas disimpulkan bahwa pengertian vendor dapat merujuk pada penjual, baik perusahaan atau perorangan, yang menyediakan produk jadi kepada sebuah perusahaan guna memenuhi kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, vendor juga merujuk pada perusahaan atau perorangan yang membuat sekaligus menjual komponen suatu produk kepada sebuah perusahaan  sesuai permintaan perusahaan yang bersangkutan.

B. Tugas dan Tanggung Jawab Vendor

Vendor adalah perusahaan atau individu yang membuat dan/atau menjual produk kepada perusahaan atau individu lainnya. Kerja sama ini dilakukan berdasarkan kontrak kerja yang telah disepakati bersama. Dan karena itulah, terdapat beberapa hal yang menjadi tugas dan tanggung jawab vendor yang harus dilakukan agar kerja sama antara perusahaan dan vendor terus terjalin.

Adapun tugas dan tanggung jawab vendor adalah sebagai berikut.

1. Jujur mengenai produk yang dijual

Vendor sebaiknya bersikap jujur mengenai produk yang dijual kepada konsumen terkait dengan bahan material yang digunakan, kualitas produk, kesesuaian spesifikasi produk dengan ketentuan yang diminta perusahaan, dan lain sebagainya. Jika spesifikasi produk yang diminta perusahaan tidak tersedia, sebaiknya vendor menawarkan alternatif lain yang sepadan.

2. Keamanan produk

Beberapa vendor juga membuat produk atau komponen produk yang diminta perusahaan. Dalam hal ini, vendor bertanggung jawab atas keamanan produk jika digunakan konsumen. Karena itu, vendor sebaiknya melakukan uji produk terlebih dahulu sebelum produk tersebut dilempar ke pasar. Uji produk ini bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat benar-benar bekerja sesuai dengan yang seharusnya atau tidak. Adapun untuk produk berupa makanan atau minuman, vendor  bertanggung jawab dalam hal meminimalisir terjadinya resiko keracunan bagi konsumen dan lain-lain. Hal ini dilakukan dengan cara menyimpan produk makanan atau minuman tersebut di dalam tempat yang layak, tidak lembab, suhu yang aman, serta jauh dari kemungkinan terjadinya kontaminasi.

3. Kualitas produk

Kualitas produk yang disediakan vendor untuk perusahaan juga menjadi tanggung jawab vendor. Dalam arti, setiap produk harus memenuhi standar kualitas minimum yang sesuai dengan harga yang ditawarkan. Misalnya, kualitas produk minyak goreng dalam kemasan tentu akan berbeda harganya dengan kualitas minyak goreng curah.

4. Ketersediaan produk

Vendor juga bertanggung jawab terhadap ketersedian produk yang ditawarkan dan mengirimkan produk tersebut tepat waktu kepada perusahaan. Jika vendor tidak dapat memenuhi tanggung jawab ini, akan menimbulkan masalah seperti ketidakpercayaan dari pihak perusahaan yang memesan produk tersebut.

C. Macam Jenis Vendor

Dalam sistem Supply Chain terdapat beberapa jenis vendor berdasarkan konsumen yang menjadi mitra kerja vendor yaitu  B2B atau Business to Business, B2C atau Business to Consumer, dan B2G atau Business to Government.

1. B2B atau Business to Business

Vendor B2B atau Business to Business adalah vendor yang menjual produknya kepada vendor lainnya. Misalnya, perusahaan Intel yang menjual komponen-komponen komputer seperti microprocessor untuk perusahaan komputer. 

2. B2C atau Business to Consumer

Sebuah perusahaan vendor juga dapat menjual produknya langsung kepada konsumen. Vendor semacam ini biasanya menjual produk jadi atau hanya menjual komponen produk langsung kepada konsumen. Misalnya, perusahaan ritel khusus elektronik yang menjual barang-barang elektronik seperti TV dan lain-lain atau komponen-komponen dari berbagai barang elektronik lainnya.   

3. B2G atau Business to Government

Selain menjual produk kepada individu, perusahaan, atau konsumen secara langsung, vendor juga membuat dan menjual produk kepada pemerintah. Misalnya, di bidang pertahanan keamanan, pemerintah bekerja sama dengan sebuah perusahaan untuk membuat baju militer beserta pernak perniknya.