Home Electrical Pengertian Transceiver : Macam Jenis dan Contoh

Pengertian Transceiver : Macam Jenis dan Contoh

Pengertian Transceiver Macam Jenis dan Contoh

Definisi atau pengertian Transceiver adalah pemancar atau penerima kombinasi yang ada di dalam satu paket. Istilah ini berlaku untuk perangkat komunikasi nirkabel seperti perangkat telepon nirkabel, telepon seluler, radio genggam dua arah serta radio dua arah seluler. Terkadang, istilah ini digunakan untuk perangkat pemancar atau penerima pada sistem kabel atau serat optik.

Pada Transceiver yang seperti ini, maka tidak mungkin untuk menerima sinyal ketika transmisi. Mode ini dinamakan denga setengah dupleks dimana transmisi dan penerimaan akan sering terjadi akan tetapi tidak selalu dilakukan di frekuensi yang sama. Beberapa Transceiver dirancang untuk memungkinkan penerimaan sinyal selama periode transmisi. Mode tersebut dikenal dengan nama dupleks penuh yang mensyaratkan jika pemancar serta penerima beroperasi di frekuensi yang sangat berbeda sehingga sinyal yang ditransmisikan tidak mengganggu penerimaan.

Perangkat telepon seluler dan juga nirkabel juga memakai mode ini. Jaringan komunikasi satelit sering memakai transceiver dupleks penuh di titik pelanggan berbasis permukaan. Sinyal nantinya akan ditransmisikan yakni tranceiver ke satelit yang dinamakan dengan uplink dan sinyal yang diterima yakni satelit ke tranceiver yang dinamakan dengan downlink.

Macam Jenis Transceiver

Ada beberapa jenis transceiver yang bisa digunakan untuk banyak aplikasi termasuk aplikasi radio serta aplikasi telekomunikasi. Spesifikasi dan juga desain yang berbeda dipakai untuk memenuhi perubahan kebutuhan para desainer. Ada beberapa jenis transceiver utama yang tersedia untuk tujuan khusus ini, yakni:

1. SFP

Fiber store small form factor [SFP] tersedia untuk dipakai oleh berbagai desainer aplikasi. Transceiver tersebut hadir dalam berbagai jenis pemancar serta penerima. Pengguna bisa memilih transceiver yang sesuai dengan meninjau beberapa kategori berbeda. Beberapa kategori umum tersebut meliputi serat multi mode, SX [menstransmisikan sampai 550m pada 1.25 Gb / s], LX [mentransmisikan sampai 10 km] dan BX [mentransmisikan sampai 10 km]. SFP merupakan salah satu versi transceiver yang paling populer hingga versi yang disempurnakan.

2. SFP [Small form factor Pluggable]

SFP yang disempurnakan merupakan versi SFP yang disempurnakan dan juga dirancang untuk mendukung kecepatan data sampai 10 Gbit / dtk. Selain itu, SFP mendukung saluran serat 8 Gbit / s. Soket SFP bisa ditemukan pada sakelar Ethernet serta kartu antarmuka jaringan.

Ini mempunyai kemampuan untuk terhubung ke berbagai jenis serat optik dan juga sangat fleksibel. Ini sebabnya SFP sangat disukai oleh para desainer. Transceiver SFP ditentukan dari perjanjian multi sumber [MSA] antara produsen yang bersaing. SFP dirancang untuk mempunyai kepadatam port yang lebih besar. Desainer mengikuti antarmuka GBIC untuk mencapai tujuan tersebut. Perangkat SFP sering dikatakan sebagai mini GBIC.

Namun sayangnya, desainer harus selalu sadar jika vendor akan terlibat dengan praktik mengunci. Ini mengartikan jika tidak ada kompabilitas dengan SFP generik dan pelanggan harus membeli produk pabrikan saja.

3. XFP

Transceiver XFP dirancang khusus untuk hot swappable dan juga protokol independen. Perangkat ini bisa beroperasi di panjang gelombang 850 bm, 1310 nm dan juga 1550 nm. Perangkat ini bisa beroperasi di panjang gelombang tunggal atau melewati pemakaian teknik multiplexing panjang gelombang divisi padat.

Spesifikasi XFP khusus ini dikembangkan oleh XFP Multi Source Agreement Group. Ini adalah perjanjian informasl antara kelompok industri, namun standar tidak akan secara resmi didukung badan standar. Ada berbagai jenis tranceiver yang tersedia, namun yang paling populer meliputi SR [850 nm dan bisa mentransmisikan sampai 300 m], ER, LR dan juga ZR. LR merupakan 1310 nm serta bisa mentransmisikan jarak sampai 10 km. ER ditandai oleh 1550 nm dan juga bisa mentransmisikan jarak 40 km.

ZR bisa mentransmisikan jarak sampai 80 km. Desainer lebih suka memakai kemasan XFP ini sebab mempunyai jejak yang lebih kecil dibandingkan dengan perangkat lain. Ini terbilang lebih kecil dibandingkan dengan XENPAK serta bisa membantu desainer yang sadar akan ruang.

4. XENPAK

XENPAK merupakan yang paling tua dan dipakai dengan luar dari berbagai 10 MSA Ethernet Gigabit. Ini merupakan satu satunya MSA yang bisa mendukung seluruh 10 antarmuka standar Gigabit Ethernet dan untuk itu, MSA merupakan pilihan untuk vendor switch Ethernet.

5. X2

X2 merupakan versi yang lebih kecil dari XENPAK yang ditargetkan untuk pasar yang sama seperti XPAK. Ini sangat bersaing langsung dengan XPAK serta ada beberapa keinginan supaya X dan XPAK MSA. MSA ini didorong oleh interl dan Infineon untuk dipakai pada aplikasi PCl sebab sepenuhnya sesuai dengan syarat tinggi, lebar dan juga bezel PC.

Akibatnya, MSA ini hampir secara eksklusif ditargetkan di kartu antarmuka jaringan ethernet [NIC] 10 Gigabit atau Host Bust Adapter [HBA]. Dengan kata lain, MSA ini akan dipakai untuk menyediakan optik pluggable di kartu adaptor yang akan masuk ke server ethernet 10 Gigabit atau perangkat NAS.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.