Home Arti Pengertian Intuitif : Arti, Pandangan Sains, Faktor, Keunggulan dan Contoh

Pengertian Intuitif : Arti, Pandangan Sains, Faktor, Keunggulan dan Contoh

Pengertian Definisi Intuitif Adalah - Arti, Pandangan Sains, Faktor, Keunggulan dan Contoh

Dalam KBBI Intuitif yaitu mempunyai atau menggunakan intuisi. Dalam sebuah kasus penggunaan intuisi contohnya setiap psikolog menentukan metode tersendiri untuk mengobati kejiwaan pasiennya. Metode yang paling sering diterapkan adalah metode intuitif. Dunia psikologi menilai metode ini menjadi pemecahan masalah agar pasien mengerti proses belajar dari kejadian nyata.

Biasanya psikologi intuitif memanfaatkan gerakan hati atau bisikan agar mengetahui sesuatu tanpa memikirkan dahulu. Beberapa ahli kejiwaan menegaskan intuitif adalah bentuk lain metode induktif. Implementasi intuitif pada psikologi terapan dituangkan dalam bentuk permainan, keadaan, dan masalah sehari-hari yang menarik.

A. Apa itu Intuitif?

Secara umum definisi atau pengertian Intuitif adalah penggunaan intuisi yang berupa mengetahui apa yang terjadi selanjutnya yang didapat dari pola pola yang sering tidak disadari sebelumnya. Kemampuan yang dimiliki manusia ini tidak menuntu penjelasan rasional. Namun, mendapatkan informasi dari perasaan yang tiba-tiba muncul. Intuisi dapat dikategorikan dalam salah satu kemampuan psikis yang dimiliki manusia.

Kemampuan tersebut bisa jadi sudah ada sejak lahir. Orang-orang berjiwa intuitif dapat memprediksi masa depan dan memiliki kemampuan firasat yang kuat atau seperti meramal. Apabila dilihat secara logika, intuisi sulit dijelaskan karena banyak diliputi misteri. Sesungguhnya setiap manusia memiliki sifat intuitif dan pernah mengalaminya.

Adapun perbedaan intuisi satu individu dengan individu lainnya dilihat dari tingkat kemampuannya. Beberapa manusia memiliki intuisi yang lebih tajam dan lebih kuat dibanding manusia lain. Kemampuan intuitif ini hadir karena seseorang memiliki kemampuan psikis yang kuat, sehingga dapat menjadi radar ketika akan melakukan sesuatu.

B. Intuitif Menurut Pandangan Sains

Intuisi terbentuk dari sekumpulan pengalaman, kepercayaan, dan ingatan. Biasanya dialami oleh seseorang ketika akan mengambil keputusan mendesak atas dasar pengalamannya. Sebuah studi yang dilakukan oleh Psychological Science (2011), menemukan bagaimana tubuh manusia dapat berbicara kepada pikiran dengan intuitif.

Dalam studi ini para peneliti mengembangkan permainan yang didasarkan oleh sebuah strategi. Uniknya permainan ini memaksa β€˜perasaan’ agar bekerja. Para partisipan menggunakan sensor jari dan monitor jantung untuk mendeteksi keringat yang keluar. Rata-rata para partisipan dapat meningkatkan permainan dan akhirnya menang.

Peneliti memberi fokus terhadap partisipan yang menang. Rupanya ditemukan fakta para pemenang merupakan partisipan yang mendengarkan detak jantung mereka. Dapat dilihat jantungnya berdetak lebih cepat dibanding sebelumnya. Perubahan detak jantung inilah dianggap sebagai indikasi munculnya intuisi.

Barnaby D Dunn seorang peneliti utama dari Medical Research Council Cognition and Brain Sciences Unit in Cambridge, Inggris mengatakan apa yang terjadi terhadap tubuh akan mempengaruhi pikiran. Oleh karena itu, ketika mengikuti intuisi tidak selalu menempatkan manusia pada pilihan yang tepat. Intuisi bisa benar dan terkadang juga bisa salah.

C. Faktor-Faktor Mempengaruhi Intuitif

Ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang bertindak secara intuitif. 

1. Penguasaan Bahan

Umumnya seseorang yang sudah menguasai keahlian atau bidang ilmu tertentu menggunakan metode intuitif dalam berpikir. Berbeda dari orang yang belum memiliki keahlian khusus biasanya akan menelaah dan mempelajari dahulu sebelum mengambil tindakan.

2. Struktur Pengetahuan

Penting untuk memahami seluk beluk atau struktur bidang ilmu tertentu. Apabila seseorang mengetahui struktur pengetahuan maka lebih potensial menerapkan metode berfikir intuitif.

3. Prosedur Heuristik

Individu juga dapat melakukan prosedur heuristik agar menemukan jawaban yang tepat. Contohnya memecahkan masalah sulit dengan menggunakan metode berfikir secara analogi, membuat diagram, maupun berdasarkan simetri .

4. Menerka

Ada juga faktor menerka-nerka dalam memecahkan suatu masalah. Menerka lebih membebaskan individu menemukan pemecahan dari suatu masalah. Faktor ini juga menuntut seseorang agar mengasah pikirin kreatif dan menjadi produktif.

D. Keunggulan Metode Intuitif

Ada beberapa keunggulan jika menerapkan metode intuitif dalam kehidupan sehari-hari, seperti penjelasan berikut ini.

1. Efektif

Metode ini dinilai sebagai cara paling efektif. Maksudnya proses pembelajaran intuitif tidak ada pemborosan untuk mencapai tujuan akhir. Pasalnya, metode ini teruji secara transferbilitas atau kemampuan memindahkan pada berbagai prinsip prinsip yang dipelajari.

Sehingga tujuan dari psikologi intuitif dapat tercapai dalam waktu singkat. Kemampuan mentransfer informasi maupun skill dapat dilakukan dengan pembelajaran kejiwaan melalui kenyataan.

2. Efisien

Secara psikologi hafalan merupakan bagian dari pembelajaran intuitif yang memerlukan pengetahuan khusus. Metode intuitif yang menggunakan hafalan untuk mengasah ketajaman dinilai lebih unggul dibanding metode lainnya.

Keunggulan secara efisien dilihat dari penelitian para ahli psikolog terhadap 10 orang responden. Dalam rangka mengenali jenis binatang melalui metode pendengaran bunyi serangga. Contohnya terdapat 15 jenis binatang yang belum diketahui dan belum diberikan namanya. Responden diminta menunjuk delapan dari lima belas binatang tersebut yang tergolong keluarga insekta atau serangga. Para pikolog akan melihat bagaimana cara yang responden gunakan untuk mengetahui jenis-jenis serangga tersebut. Setelah dilakukan tes rupanya 8 dari 10 responden mengandalkan metode hafalan bunyi dari pengalaman mereka masing-masing ketika mendengar bunyi serangga.

3. Kritik

Selain itu, keunggulan dari metode intuitif akan membawa individu mengerti sesuatu melalui ekspositor. Namun, waktu untuk mencapai hal tersebut dianggap lebih lama. Sehingga dapat dialihkan dengan metode inquiry berupa kritikan yang mengundang penyelidikan.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki intuisi dan mampu menerapkan psikologi intuitif. Hanya saja harus diasah karena apabila dibiarkan kemampuan intuitif dapat hilang. Semoga penjelasan seputar psikologi intuitif diatas bermanfaat.




Terimakasih sudah mengunjungi situs kami. Jika terdapat kesalahan penulisan pada artikel atau link rusak, menampilkan iklan tidak pantas dan masalah lainnya, mohon laporkan kepada Admin Web (Pastikan memberitahukan link Artikel yang dimaksud). Atau bagi anda yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan kirimkan pesan melalui kontak form di halaman Contact Us.