JAGAD.ID – Ramadan selalu datang dengan pertanyaan yang sama setiap tahun: apakah niat puasa Ramadan boleh dilakukan untuk satu bulan penuh sekaligus, atau wajib diperbarui setiap malam?
Banyak umat Muslim di Indonesia masih ragu soal ini. Ada yang sejak kecil terbiasa membaca niat setiap malam. Ada juga yang pernah mendengar bahwa cukup satu kali niat di awal Ramadan.
Lalu, mana yang benar menurut syariat?
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang niat, puasa, dan Ramadan dari sudut pandang fiqih empat mazhab, dalil hadis, serta praktik yang umum di Indonesia. Penjelasannya ringkas, mudah dipahami, dan bisa menjadi pegangan sebelum Ramadan tiba.
Daftar Isi :
- Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadan
- Pengertian Niat dalam Puasa
- Waktu Niat Puasa Ramadan
- Niat Puasa Ramadan 1 Bulan Sekaligus, Apakah Boleh?
- Pendapat Empat Mazhab tentang Niat Puasa Ramadan
- Lalu, Niat Puasa Ramadan Apakah Wajib Diperbarui Setiap Malam?
- Bagaimana Jika Lupa Berniat di Malam Hari?
- Apakah Harus Melafalkan Niat?
- Bacaan Niat Puasa Ramadan
- Praktik yang Paling Aman Dilakukan
- Kondisi Khusus yang Membatalkan Niat Bulanan
- Mengapa Perbedaan Ini Terjadi?
- Perspektif Ulama Indonesia
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mana yang Lebih Utama Dilakukan?
- FAQ Seputar Niat Puasa Ramadan
- Kesimpulan: Boleh, Tapi Lebih Aman Diperbarui Setiap Malam
Pentingnya Niat dalam Puasa Ramadan
Dalam ibadah apa pun, niat bukan sekadar formalitas. Ia adalah fondasi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Ramadan termasuk ibadah wajib. Artinya, niat menjadi syarat sah. Tanpa niat, puasa tidak bernilai ibadah meskipun seseorang menahan lapar dan haus seharian.
Namun, muncul pertanyaan lanjutan:
Apakah niat cukup dilakukan sekali untuk satu bulan, atau harus setiap malam?
Pengertian Niat dalam Puasa
Secara bahasa, niat berarti maksud atau kehendak hati.
Dalam istilah fiqih, niat adalah tekad dalam hati untuk melakukan suatu ibadah demi menjalankan perintah Allah.
Perlu digarisbawahi:
-
Niat tempatnya di hati
-
Tidak wajib dilafalkan
-
Melafalkan niat hanya membantu menghadirkan kesadaran
Jadi ketika seseorang sudah yakin dalam hati bahwa esok hari ia akan berpuasa Ramadan, itu sudah termasuk niat.
Waktu Niat Puasa Ramadan
Mayoritas ulama sepakat bahwa niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Dasarnya adalah hadis:
“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Artinya, niat harus dilakukan:
-
Setelah Maghrib
-
Hingga sebelum Subuh
Jika seseorang baru berniat setelah Subuh untuk puasa wajib Ramadan, maka puasanya tidak sah menurut jumhur ulama.
Niat Puasa Ramadan 1 Bulan Sekaligus, Apakah Boleh?
Ini bagian yang paling sering ditanyakan.
Jawabannya: boleh menurut sebagian ulama, tetapi ada perbedaan pendapat.
Mari kita bahas satu per satu.
Pendapat Empat Mazhab tentang Niat Puasa Ramadan
1️⃣ Mazhab Syafi’i
Mazhab yang banyak dianut di Indonesia ini berpendapat:
-
Niat puasa Ramadan harus dilakukan setiap malam
-
Tidak cukup satu niat untuk satu bulan
Artinya, setiap hari Ramadan dianggap sebagai ibadah tersendiri. Maka niat pun harus diperbarui setiap malam.
Inilah sebabnya masyarakat Indonesia terbiasa membaca niat setiap malam.
2️⃣ Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi lebih longgar.
Menurut mereka:
-
Niat boleh dilakukan di malam hari
-
Bahkan masih sah jika dilakukan sebelum zawal (sebelum matahari tergelincir), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa
Namun untuk kehati-hatian, tetap dianjurkan berniat sejak malam.
3️⃣ Mazhab Maliki
Mazhab Maliki memiliki pandangan berbeda.
Menurut mereka:
-
Boleh berniat satu kali di awal Ramadan untuk satu bulan penuh
-
Selama tidak terputus (misalnya sakit atau safar), niat tersebut tetap berlaku
Artinya, jika seseorang sejak awal sudah berniat menjalankan puasa sebulan penuh, maka itu cukup.
4️⃣ Mazhab Hanbali
Mazhab Hanbali cenderung sejalan dengan Syafi’i.
Mereka berpendapat:
-
Niat harus dilakukan setiap malam
-
Setiap hari adalah ibadah yang berdiri sendiri
Lalu, Niat Puasa Ramadan Apakah Wajib Diperbarui Setiap Malam?
Jika mengikuti mazhab Syafi’i (yang dominan di Indonesia), maka jawabannya: ya, niat puasa Ramadan wajib diperbarui setiap malam.
Namun jika mengikuti mazhab Maliki, maka satu niat di awal Ramadan sudah cukup.
Karena Indonesia mayoritas mengikuti mazhab Syafi’i, maka praktik umum di masyarakat adalah membaca niat setiap malam.
Sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath), memperbarui niat setiap malam lebih aman.
Bagaimana Jika Lupa Berniat di Malam Hari?
Ini juga sering terjadi.
Misalnya:
-
Tertidur sebelum sempat membaca niat
-
Lupa berniat secara sadar
Dalam mazhab Syafi’i:
-
Jika benar-benar tidak terlintas niat sebelum Subuh, maka puasa tidak sah
-
Wajib mengqadha setelah Ramadan
Namun sebagian ulama memberi keringanan jika:
-
Seseorang memang sudah punya kebiasaan puasa Ramadan
-
Sudah berniat di awal bulan
-
Tidak ada niat untuk membatalkan
Dalam kondisi ini, ada pendapat yang membolehkan tetap melanjutkan puasa.
Tetapi untuk kehati-hatian, tetap dianjurkan berniat setiap malam.
Apakah Harus Melafalkan Niat?
Banyak orang merasa khawatir jika tidak membaca lafaz:
“Nawaitu shauma ghadin…”
Padahal, perlu dipahami:
-
Niat cukup di dalam hati
-
Melafalkan niat bukan syarat sah
-
Tidak ada hadis shahih yang mewajibkan lafaz tertentu
Jika seseorang sudah sadar akan berpuasa esok hari, itu sudah termasuk niat.
Melafalkan niat hanya membantu memperjelas kesadaran hati.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Meski tidak wajib dilafalkan, berikut lafaz yang umum dibaca:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
Sekali lagi, inti niat ada di hati.
Praktik yang Paling Aman Dilakukan
Agar tidak ragu, berikut praktik yang aman:
-
Berniat di awal Ramadan untuk puasa satu bulan penuh
-
Tetap memperbarui niat setiap malam
-
Tidak menunda niat hingga mendekati Subuh
Dengan cara ini, Anda telah menggabungkan pendapat ulama dan lebih tenang menjalani ibadah.
Kondisi Khusus yang Membatalkan Niat Bulanan
Jika seseorang sudah niat satu bulan di awal Ramadan, niat tersebut bisa terputus jika:
-
Sakit dan tidak berpuasa
-
Safar dan berbuka
-
Haid atau nifas
-
Sengaja membatalkan puasa
Jika puasa terputus, maka perlu memperbarui niat kembali setelahnya.
Mengapa Perbedaan Ini Terjadi?
Perbedaan pendapat dalam fiqih adalah hal wajar.
Karena:
-
Metode pengambilan dalil berbeda
-
Pemahaman terhadap hadis berbeda
-
Kaidah ushul fiqih tiap mazhab berbeda
Semua pendapat memiliki dasar ilmiah.
Yang terpenting adalah konsisten mengikuti satu pendapat dengan pemahaman yang jelas.
Perspektif Ulama Indonesia
Mayoritas ulama dan ormas Islam di Indonesia seperti:
-
Nahdlatul Ulama (NU)
-
Muhammadiyah
-
Persis
Pada praktiknya menganjurkan niat setiap malam, mengikuti mazhab Syafi’i.
Karena itu, di masjid-masjid Indonesia sering dibacakan niat puasa bersama setelah tarawih.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kekeliruan umum di masyarakat:
-
Mengira niat harus diucapkan keras-keras
-
Menganggap lupa membaca lafaz berarti batal
-
Mengira niat harus setelah makan sahur
Padahal:
-
Niat boleh sebelum atau sesudah sahur
-
Yang penting sebelum Subuh
-
Tidak wajib diucapkan keras
Mana yang Lebih Utama Dilakukan?
Jika ingin aman dari khilaf, maka:
✔ Niat di awal Ramadan untuk satu bulan
✔ Perbarui niat setiap malam
✔ Pastikan sebelum Subuh
Ini membuat ibadah lebih tenang dan tidak was-was.
FAQ Seputar Niat Puasa Ramadan
1. Apakah niat puasa Ramadan harus dibaca setiap malam?
Menurut mazhab Syafi’i, ya. Menurut mazhab Maliki, cukup satu kali di awal bulan.
2. Jika lupa niat sampai Subuh, apakah puasanya sah?
Menurut jumhur ulama, tidak sah dan wajib qadha.
3. Apakah niat harus diucapkan?
Tidak. Niat cukup dalam hati.
4. Bolehkah niat puasa Ramadan satu bulan penuh?
Boleh menurut mazhab Maliki, selama puasa tidak terputus.
5. Mana yang paling aman diikuti?
Memperbarui niat setiap malam agar terhindar dari perbedaan pendapat.
Kesimpulan: Boleh, Tapi Lebih Aman Diperbarui Setiap Malam
Pertanyaan tentang niat puasa Ramadan satu bulan sekaligus, boleh atau tidak memang sering muncul.
Secara fiqih:
-
Ada mazhab yang membolehkan satu niat untuk sebulan
-
Ada mazhab yang mewajibkan niat setiap malam
Karena mayoritas umat Islam Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i, maka memperbarui niat setiap malam adalah praktik yang lebih aman.
Namun yang paling penting adalah kesadaran hati bahwa kita menjalankan puasa karena Allah.
Niat bukan sekadar lafaz. Ia adalah tekad.
Semoga Ramadan tahun ini lebih tenang, lebih yakin, dan lebih bermakna.

