Doa Setelah Adzan: Bacaan Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya (Lengkap Sesuai Sunnah)

Fuad Aziz

Doa Setelah Adzan

JAGAD.ID – Suara adzan itu bukan sekadar penanda waktu shalat. Buat banyak orang, adzan adalah “alarm hati”—momen singkat yang sering bikin kita otomatis berhenti scroll, menurunkan volume, lalu tersadar: oh iya, sudah waktunya menghadap Allah.

Di momen yang singkat itu, ada amalan yang sering terlewat: doa setelah adzan. Padahal, Nabi ﷺ mengajarkan doa khusus setelah mendengar adzan, dan di dalamnya ada permohonan al-wasilah untuk Rasulullah ﷺ—yang terkait dengan syafaat pada hari kiamat.

Artikel ini membahas doa setelah adzan secara lengkap: bacaan Arab, latin, arti, langkah mengamalkannya, keutamaan, adab, sampai kekeliruan yang sering terjadi—dengan bahasa yang mudah dipraktikkan oleh pengguna Indonesia.


Apa Itu Doa Setelah Adzan?

Doa setelah adzan adalah doa yang dibaca setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan. Doa ini berisi pujian kepada Allah sebagai Rabb pemilik panggilan yang sempurna, serta permohonan agar Nabi Muhammad ﷺ diberi al-wasilah dan al-fadhilah, dan diangkat pada maqam mahmud yang dijanjikan.

Dalilnya terdapat dalam hadits shahih. Salah satu yang paling dikenal adalah riwayat dari Jabir bin Abdullah.


Keutamaan Membaca Doa Setelah Adzan

Kalau kamu tipe yang suka amalan “kecil tapi berdampak besar”, doa ini masuk daftar teratas.

Beberapa keutamaannya:

  • Mendapat syafaat Nabi ﷺ pada hari kiamat bagi yang membacanya setelah mendengar adzan.

  • Menghidupkan sunnah dan adab saat adzan, bukan cuma “numpang dengar”.

  • Menguatkan ikatan cinta kepada Rasulullah ﷺ karena kita mendoakan kedudukan terbaik untuk beliau.

  • Mengisi jeda waktu dengan dzikir/doa, bukan kembali terdistraksi.

Selain itu, ada kabar baik: waktu antara adzan dan iqamah termasuk waktu mustajab untuk berdoa—doa di rentang itu tidak ditolak.


Bacaan Doa Setelah Adzan (Arab, Latin, dan Artinya)

Berikut bacaan yang masyhur dan bersumber dari hadits:

Teks Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Latin

Allahumma rabba haadzihid da‘watit taammati, wash-shalaatil qaa-imati, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhilah, wab‘atshu maqaamam mahmuudanil ladzi wa‘adtah.

Artinya (Indonesia)

“Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad al-wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”


Cara Mengamalkan Doa Setelah Adzan

Biar tidak bingung, urutannya bisa kamu biasakan seperti ini:

1) Jawab adzan seperti lafaz muadzin

Saat muadzin mengucapkan kalimat adzan, kita menjawab dengan kalimat yang sama (dengan pengecualian pada “hayya ‘alash shalah” dan “hayya ‘alal falah” yang dijawab dengan laa haula wa laa quwwata illa billah menurut banyak penjelasan fikih).

Tips mobile-friendly: kalau kamu sedang di jalan, minimal berhenti sebentar, kecilkan distraksi, dan jawab pelan di hati jika tidak memungkinkan bersuara.

2) Bershalawat kepada Nabi ﷺ setelah adzan

Setelah adzan selesai, dianjurkan membaca shalawat untuk Nabi ﷺ. Ini didasarkan pada hadits yang memerintahkan bershalawat setelah menjawab muadzin.

Contoh shalawat singkat:

  • Allahumma shalli ‘ala Muhammad

3) Baca doa setelah adzan (doa wasilah)

Baru setelah itu, baca doa yang telah dicontohkan di atas.

4) Lanjutkan berdoa apa pun (karena waktu mustajab)

Setelah doa wasilah, manfaatkan jeda menuju iqamah untuk memohon hajatmu: rezeki, kesehatan, ketenangan, dimudahkan urusan, dan lain-lain. Karena doa antara adzan dan iqamah termasuk yang tidak ditolak.


Kenapa Ada Versi Doa Setelah Adzan yang Lebih Panjang?

Kamu mungkin pernah mendengar versi yang ditambah:

“innaka laa tukhliful mi‘aad”
(“Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.”)

Di beberapa bacaan populer (termasuk yang sering ditulis di media/website), tambahan ini memang beredar luas. Contohnya tercantum pada sebagian publikasi doa setelah adzan.

Catatan penting biar aman secara E-E-A-T:

  • Teks inti doa yang masyhur (tanpa tambahan panjang) jelas ada dalil hadits shahihnya.

  • Tambahan lafaz yang sering dibaca di masyarakat sebaiknya kamu pahami sebagai tambahan doa (doa umum yang maknanya baik), bukan bagian yang wajib “harus ada” dalam teks inti.

Kalau kamu ingin paling aman: baca teks inti yang jelas sumbernya, lalu lanjutkan doa bebas sesuai kebutuhan.


Makna Penting di Dalam Doa Setelah Adzan

Banyak orang hafal, tapi belum “ngeh” maknanya. Padahal, memahami makna bikin doa terasa hidup.

“Ad-da‘watit taammati” (panggilan yang sempurna)

Ini merujuk pada adzan sebagai panggilan tauhid—mengajak manusia kembali kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.

“Ash-shalaatil qaa-imah” (shalat yang akan ditegakkan)

Seolah kita mengakui: sebentar lagi shalat berdiri, dan aku ingin menyambutnya dengan hati siap.

“Al-wasilah” dan “al-fadhilah”

Kita memohonkan kedudukan istimewa untuk Nabi Muhammad ﷺ. Dalam penjelasan hadits, al-wasilah adalah kedudukan tinggi di surga yang tidak pantas kecuali bagi satu hamba Allah, dan Nabi ﷺ berharap beliaulah yang mendapatkannya.

“Maqaamam mahmuudan”

Kedudukan terpuji yang Allah janjikan untuk Rasulullah ﷺ—ini bagian dari kemuliaan beliau.


Doa Setelah Adzan Subuh: Apakah Berbeda?

Pertanyaan yang sering muncul: “Kalau Subuh gimana? Kan ada tambahan ‘ash-shalatu khairum minan naum’.”

Jawabannya: doa setelah adzan Subuh pada dasarnya sama dengan doa setelah adzan lainnya. Bacaan inti doa wasilah tetap sama.

Yang berbeda adalah cara menjawab bagian adzan Subuh saat muadzin mengucapkan:

“Ash-shalatu khairum minan naum”

Sebagian ulama menyebut jawaban yang dikenal di masyarakat, namun yang paling penting: jangan melewatkan doa setelah adzannya.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengamalkan Doa Setelah Adzan

Bagian ini penting karena sering terjadi di lapangan—apalagi saat jamaah ramai.

1) Langsung ngobrol setelah adzan

Baru selesai adzan, obrolan mulai lagi. Kalau bisa, “tahan” 30–60 detik untuk jawab adzan, shalawat, lalu doa.

2) Menganggap doa setelah adzan hanya formalitas

Padahal ini momen doa yang sangat bernilai, bahkan terkait syafaat.

3) Mengira harus keras-keras dan serempak

Doa itu ibadah personal. Di beberapa tempat ada kebiasaan muadzin atau jamaah membaca keras. Yang penting, kamu tetap bisa mengamalkannya dengan adab, tanpa mengganggu yang lain.

4) Salah fokus: mengejar lafaz panjang, lupa inti

Lebih baik konsisten membaca teks inti yang jelas dalilnya, daripada mengejar versi panjang tapi tidak konsisten.


Tips Konsisten Mengamalkan Doa Setelah Adzan

Kalau kamu sering terlewat, coba strategi sederhana ini:

  • Pasang “habit trigger”: setiap dengar adzan, letakkan HP layar menghadap bawah selama 1 menit.

  • Simpan teks doa di lockscreen (sebagai wallpaper) selama 1–2 minggu.

  • Hafalkan bertahap:
    Minggu 1: hafal “Allahumma rabba haadzihid da‘watit taammati…”
    Minggu 2: lanjutkan hingga selesai.

  • Jadikan target minimal: jawab adzan + doa wasilah (2 hal dulu). Setelah kebiasaan terbentuk, baru tambah shalawat dan doa hajat.


Doa Apa yang Bagus Dibaca Setelah Doa Wasilah?

Setelah membaca doa setelah adzan, kamu bisa berdoa apa saja. Karena rentang antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab.

Contoh ide doa (silakan pilih yang relevan):

  • Memohon ampunan: “Ya Allah, ampuni dosaku…”

  • Memohon kelapangan rezeki dan keberkahan

  • Memohon ketenangan hati dan dijauhkan dari overthinking

  • Memohon dimudahkan urusan keluarga, kerja, dan pendidikan

  • Memohon istiqamah shalat berjamaah


FAQ: Pertanyaan Umum tentang Doa Setelah Adzan

1) Kapan tepatnya membaca doa setelah adzan?

Setelah muadzin selesai adzan, lalu dianjurkan bershalawat dan membaca doa wasilah.

2) Kalau aku tidak sempat menjawab adzan, boleh langsung baca doanya?

Boleh. Tapi idealnya urutannya: jawab adzan, shalawat, lalu doa wasilah.

3) Apakah doa setelah adzan wajib?

Tidak wajib, tapi sunnah yang sangat dianjurkan karena ada keutamaan besar di dalamnya.

4) Apakah doa setelah adzan harus pakai bahasa Arab?

Teks inti yang diajarkan Nabi ﷺ memang berbahasa Arab. Namun setelah itu, kamu boleh berdoa dengan bahasa Indonesia untuk hajat pribadi.

5) Bagaimana jika adzan terdengar dari HP/aplikasi?

Kalau itu adzan pengingat yang diputar (bukan adzan masjid real-time), adabnya tetap baik: kamu bisa menjawab dan berdoa. Yang penting, jangan sampai adzan asli dari masjid kamu abaikan.

6) Apakah ada doa khusus antara adzan dan iqamah?

Tidak harus khusus. Yang jelas, waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu mustajab untuk berdoa.

7) Kenapa disebut “doa wasilah”?

Karena inti doanya memohonkan al-wasilah untuk Nabi Muhammad ﷺ, yakni kedudukan tinggi yang istimewa.


Ringkasan Singkat yang Bisa Langsung Dipraktikkan

Kalau kamu ingin versi ringkasnya, ingat urutan ini setiap dengar adzan:

  1. Jawab adzan

  2. Shalawat kepada Nabi ﷺ

  3. Baca doa setelah adzan: Allahumma rabba haadzihid da‘watit taammati…

  4. Tambah doa hajat sampai iqamah, karena itu waktu mustajab

Konsistensi 1 menit ini bisa jadi amalan kecil yang berat nilainya. Mulai dari adzan berikutnya—cukup satu adzan dulu, lalu perlahan jadi kebiasaan.

Author Image

Author

Fuad Aziz

Seorang Blogger yang cinta keluarga, mulai ngeblog sejak tahun 2019.