JAGAD ID – Pernahkah Anda membayangkan betapa seringnya kita bepergian dalam sehari? Berangkat kerja, mengantar anak sekolah, menghadiri undangan, atau sekadar membeli kebutuhan harian. Semua itu dilakukan dengan kendaraan.
Namun di balik rutinitas tersebut, ada satu amalan sederhana yang sering terlupa: doa naik kendaraan.
Padahal, dalam Islam, setiap langkah hidup seharusnya dimulai dengan mengingat Allah. Termasuk saat kita menyalakan motor, menutup pintu mobil, atau duduk di kursi pesawat. Doa ini bukan hanya bacaan biasa. Ia adalah pengakuan bahwa manusia tidak memiliki kuasa apa pun tanpa pertolongan-Nya.
Artikel ini akan membahas lengkap doa naik kendaraan latin dan arab, arti, dalil, keutamaan, adab perjalanan, hingga hikmah yang sering tidak kita sadari. Disusun dengan bahasa yang mengalir dan mudah dipahami, agar bisa langsung diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Daftar Isi :
- Doa Naik Kendaraan Arab, Latin, dan Artinya
- Mengapa Doa Naik Kendaraan Penting?
- Dalil Al-Qur’an tentang Doa Naik Kendaraan
- Sunnah Rasulullah Saat Naik Kendaraan
- Tata Cara Membaca Doa Naik Kendaraan
- Kapan Doa Ini Dibaca?
- Doa Naik Kendaraan untuk Perjalanan Jauh (Doa Safar)
- Hikmah Mendalam di Balik Doa Naik Kendaraan
- Doa dan Keselamatan: Apa Hubungannya?
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- Cara Mengajarkan Doa Naik Kendaraan pada Anak
- Relevansi Doa Naik Kendaraan di Era Modern
- Perbedaan Doa Naik Kendaraan dan Doa Safar
- Mengapa Kita Sering Lupa Membaca Doa?
- Manfaat Spiritual yang Jarang Disadari
- FAQ Seputar Doa Naik Kendaraan
- Rangkuman
Doa Naik Kendaraan Arab, Latin, dan Artinya
Berikut adalah bacaan doa naik kendaraan yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan dipraktikkan oleh Rasulullah ﷺ.
Bacaan Arab
بِسْمِ اللَّهِ
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ
وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ
Bacaan Latin
Bismillah
Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin
Wa inna ila rabbina lamunqalibun
Artinya
Dengan menyebut nama Allah.
Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya.
Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.
Doa ini bersumber dari Surah Az-Zukhruf ayat 13–14. Ayat tersebut turun di masa ketika kendaraan utama adalah unta dan kuda. Namun maknanya tetap relevan hingga kini, bahkan ketika manusia sudah mampu menciptakan pesawat dan kereta cepat.
Karena pada akhirnya, semua kemampuan itu tetap berada di bawah kehendak Allah.
Mengapa Doa Naik Kendaraan Penting?
Banyak orang menganggap doa ini hanya formalitas. Dibaca cepat-cepat, bahkan kadang tanpa memahami artinya.
Padahal, jika direnungi, doa naik kendaraan mengandung pesan yang sangat dalam.
Pertama, ia mengajarkan rasa syukur. Kendaraan adalah nikmat besar. Coba bayangkan jika setiap perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki.
Kedua, doa ini menanamkan kesadaran bahwa manusia tidak benar-benar menguasai apa pun. Mesin bisa rusak. Jalan bisa macet. Cuaca bisa berubah drastis. Semua di luar kendali kita.
Ketiga, doa menjadi pengingat bahwa hidup ini sendiri adalah perjalanan. Dan tujuan akhirnya adalah kembali kepada Allah.
Dalil Al-Qur’an tentang Doa Naik Kendaraan
Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13–14:
“…agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Ayat ini menunjukkan bahwa mengingat Allah saat naik kendaraan adalah bentuk syukur yang diperintahkan.
Menariknya, kata “menundukkan” dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya kendaraan bukan hasil kekuatan manusia semata. Allah-lah yang memungkinkan besi, bahan bakar, dan teknologi bekerja sesuai fungsinya.
Sunnah Rasulullah Saat Naik Kendaraan
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ ketika menaiki kendaraannya membaca doa ini, lalu:
-
Mengucapkan Allahu Akbar tiga kali
-
Membaca doa tambahan memohon ampunan
Beliau juga tersenyum setelah membacanya. Ketika ditanya, Rasulullah menjelaskan bahwa Allah menyukai hamba-Nya yang berdoa dan memohon ampun.
Ini menunjukkan bahwa doa naik kendaraan bukan sekadar bacaan, tetapi bagian dari interaksi spiritual yang penuh makna.
Tata Cara Membaca Doa Naik Kendaraan
Agar lebih sesuai sunnah, berikut urutannya:
-
Ucapkan Bismillah saat mulai naik atau sebelum kendaraan berjalan.
-
Bacalah ayat doa naik kendaraan.
-
Ucapkan Allahu Akbar tiga kali.
-
Tutup dengan doa memohon ampun kepada Allah.
Tidak harus panjang. Tidak perlu terburu-buru. Yang penting hadirkan hati.
Kapan Doa Ini Dibaca?
Banyak yang bertanya, apakah doa naik kendaraan hanya untuk perjalanan jauh?
Jawabannya: tidak.
Doa ini dibaca setiap kali kita menaiki kendaraan, baik:
-
Naik motor ke kantor
-
Mengantar anak sekolah
-
Naik bus kota
-
Naik kereta
-
Naik kapal laut
-
Masuk pesawat
Bahkan perjalanan dekat pun tetap dianjurkan membaca doa.
Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hitungan detik.
Doa Naik Kendaraan untuk Perjalanan Jauh (Doa Safar)
Jika perjalanan tergolong jauh atau safar, Rasulullah ﷺ juga membaca doa safar yang lebih panjang.
Doa safar berisi permohonan perlindungan dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, hingga keburukan setelah kembali.
Menggabungkan doa naik kendaraan dan doa safar saat bepergian jauh adalah amalan yang sangat baik.
Hikmah Mendalam di Balik Doa Naik Kendaraan
Jika diperhatikan, bagian terakhir doa berbunyi:
“Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.”
Ini bukan sekadar kalimat penutup. Ia mengandung makna eksistensial yang dalam.
Seolah Allah mengingatkan: sebagaimana kamu bepergian hari ini, suatu saat kamu juga akan melakukan perjalanan terakhir menuju akhirat.
Maka setiap perjalanan menjadi momen refleksi.
Apakah kita sudah mempersiapkan bekal?
Doa dan Keselamatan: Apa Hubungannya?
Sebagian orang mungkin bertanya, apakah membaca doa menjamin keselamatan?
Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha. Membaca doa naik kendaraan bukan berarti kita boleh mengabaikan keselamatan.
Tetap gunakan helm.
Patuhi rambu lalu lintas.
Jangan bermain ponsel saat mengemudi.
Doa adalah bentuk tawakal setelah ikhtiar maksimal.
Secara psikologis, orang yang memulai perjalanan dengan doa cenderung lebih tenang dan fokus. Ketika hati tenang, risiko kelalaian juga berkurang.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Berikut beberapa hal yang sering terjadi di masyarakat:
-
Membaca doa tanpa memahami artinya
-
Menganggap doa hanya untuk kendaraan tertentu
-
Terburu-buru hingga lupa membaca
-
Menghafal latin tetapi tidak pernah belajar bacaan Arab
Padahal memahami makna doa akan membuatnya lebih hidup.
Cara Mengajarkan Doa Naik Kendaraan pada Anak
Anak-anak belajar dari kebiasaan orang tua. Jika Anda ingin mereka terbiasa berdoa, mulailah dari diri sendiri.
Beberapa cara sederhana:
-
Bacakan doa dengan suara pelan sebelum berangkat
-
Tempel tulisan doa di dashboard
-
Ajarkan perlahan bagian demi bagian
-
Jelaskan artinya dengan bahasa sederhana
Anak yang terbiasa memulai aktivitas dengan doa akan tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat.
Relevansi Doa Naik Kendaraan di Era Modern
Hari ini manusia bisa bepergian ribuan kilometer dalam hitungan jam. Teknologi berkembang pesat.
Namun kecelakaan tetap terjadi. Cuaca ekstrem tetap muncul. Mesin tetap bisa gagal.
Semua ini mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi, manusia tetap makhluk lemah.
Doa naik kendaraan menjadi simbol bahwa iman tidak tertinggal oleh kemajuan zaman.
Perbedaan Doa Naik Kendaraan dan Doa Safar
Meski sering dianggap sama, keduanya memiliki konteks berbeda.
Doa naik kendaraan dibaca setiap kali menaiki alat transportasi.
Doa safar dibaca saat melakukan perjalanan jauh.
Keduanya saling melengkapi.
Mengapa Kita Sering Lupa Membaca Doa?
Jawabannya sederhana: terbiasa merasa aman.
Kita terlalu percaya pada kemampuan diri sendiri. Padahal keselamatan bukan semata hasil keahlian.
Membiasakan doa membutuhkan kesadaran. Mulailah dari hal kecil. Jangan menunggu perjalanan jauh.
Manfaat Spiritual yang Jarang Disadari
Ada ketenangan berbeda ketika perjalanan diawali dengan menyebut nama Allah.
Hati terasa ringan.
Pikiran lebih jernih.
Emosi lebih stabil.
Dalam kondisi jalan yang macet sekalipun, orang yang mengingat Allah cenderung lebih sabar.
FAQ Seputar Doa Naik Kendaraan
Apakah doa naik kendaraan wajib dibaca?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena termasuk sunnah Rasulullah ﷺ.
Bolehkah membaca doa dalam bahasa Indonesia?
Boleh jika belum hafal. Namun sebaiknya tetap belajar lafaz Arabnya agar sesuai tuntunan.
Apakah doa ini berlaku untuk pesawat dan kereta cepat?
Ya. Semua kendaraan modern termasuk dalam maknanya.
Bagaimana jika lupa membacanya?
Bisa dibaca saat teringat di tengah perjalanan.
Apakah ada doa khusus saat turun kendaraan?
Tidak ada doa khusus yang shahih, tetapi dianjurkan mengucap Alhamdulillah.
Rangkuman
Doa naik kendaraan adalah amalan sederhana dengan makna mendalam. Ia mengajarkan syukur, tawakal, dan kesadaran bahwa hidup adalah perjalanan menuju Allah.
Bacaan doa naik kendaraan latin dan arab yang singkat ini bisa menjadi pelindung sekaligus pengingat dalam setiap langkah.
Mulai hari ini, biasakan menyebut nama Allah sebelum menyalakan mesin.
Karena perjalanan bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana kita melibatkan Allah di setiap langkahnya.

