Waktu Mustajab Berdoa Saat Puasa Ramadan: Momen Emas yang Sering Terlewat

Ahmad Dhani

JAGAD.ID – Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Udara terasa lebih tenang, masjid lebih ramai, dan hati lebih mudah tersentuh. Di bulan inilah banyak orang kembali memperbaiki hubungan dengan Allah—termasuk lewat doa.

Tak sedikit yang bertanya, kapan sebenarnya waktu mustajab berdoa saat puasa? Apakah hanya menjelang berbuka? Atau ada waktu-waktu lain yang diam-diam lebih kuat daya ketuknya ke langit?

Pertanyaan ini penting. Sebab Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia adalah bulan doa. Bulan ketika harapan yang lama terpendam kembali diangkat. Bulan ketika air mata lebih mudah jatuh saat tangan terangkat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap rincian waktu-waktu mustajab untuk berdoa saat puasa Ramadan, berdasarkan dalil dan penjelasan para ulama, sekaligus tips praktis agar doa terasa lebih hidup dan bermakna.

Bacalah sampai akhir. Bisa jadi ada momen yang selama ini Anda lewatkan.


Mengapa Doa di Bulan Ramadan Begitu Istimewa?

Ramadan bukan bulan biasa. Dalam ajaran Islam, ia disebut sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Setiap amal dilipatgandakan. Pintu surga dibuka. Pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu.

Dalam kondisi seperti ini, suasana spiritual seorang muslim berubah. Hati lebih lembut. Nafsu lebih terkendali. Dan saat itulah doa memiliki ruang yang lebih luas untuk dikabulkan.

Ada hadis yang menyebutkan bahwa tiga golongan yang doanya tidak tertolak, salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga ia berbuka. Ini menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar ibadah fisik, tetapi juga kondisi batin yang membuat doa lebih dekat pada penerimaan.

Puasa melatih keikhlasan. Seseorang meninggalkan hal-hal yang halal demi ketaatan. Ketika doa dipanjatkan dalam kondisi seperti itu, nilainya tentu berbeda.


Waktu Mustajab Berdoa Saat Puasa yang Perlu Anda Catat

Banyak orang hanya fokus pada satu waktu, yaitu menjelang berbuka. Padahal, ada beberapa momen lain yang termasuk dalam rincian waktu-waktu mustajab untuk berdoa saat puasa Ramadan.

Berikut penjelasan lengkapnya.


1. Sepertiga Malam Terakhir: Saat Langit Terasa Lebih Dekat

Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang istimewa sepanjang tahun. Namun di bulan Ramadan, keutamaannya terasa berlipat.

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan berfirman: siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan.

Bayangkan suasananya.

Sebagian besar orang tertidur. Dunia sunyi. Tidak ada notifikasi ponsel. Tidak ada gangguan. Hanya Anda dan Allah.

Waktu ini biasanya jatuh sekitar pukul 02.00 hingga menjelang Subuh, tergantung wilayah masing-masing.

Amalan yang bisa dilakukan:

  • Salat tahajud

  • Istighfar

  • Membaca Al-Qur’an

  • Berdoa panjang dengan hati yang jujur

Di waktu inilah doa sering terasa lebih dalam. Tidak terburu-buru. Tidak formalitas.

Jika Anda ingin benar-benar memaksimalkan waktu mustajab berdoa saat puasa, jangan abaikan momen ini.


2. Saat Sahur: Bukan Sekadar Makan Dini Hari

Banyak orang menganggap sahur hanya sebagai waktu makan sebelum puasa dimulai. Padahal, sahur adalah waktu penuh keberkahan.

Sahur terjadi di ujung malam. Artinya, ia beririsan dengan sepertiga malam terakhir—waktu yang memang mustajab untuk berdoa.

Setelah makan sahur, jangan langsung kembali ke tempat tidur. Luangkan beberapa menit.

Angkat tangan. Ucapkan doa.

Minta apa pun yang Anda butuhkan:

  • Ketenangan hati

  • Kelancaran rezeki

  • Kesehatan keluarga

  • Ampunan dosa

Doa di waktu sahur seringkali terasa lebih tulus. Tubuh belum sibuk. Pikiran belum penuh.

Dan yang terpenting, hati masih jernih.


3. Saat Berpuasa Sepanjang Hari

Ini yang sering dilupakan.

Banyak orang menunggu menjelang berbuka untuk berdoa, padahal seluruh waktu puasa memiliki keutamaan.

Selama seseorang berpuasa, ia berada dalam kondisi ibadah. Artinya, doa yang dipanjatkan di tengah aktivitas siang hari pun memiliki nilai khusus.

Misalnya:

  • Saat istirahat kerja

  • Setelah membaca Al-Qur’an

  • Saat merasa lelah dan ingin menyerah

Justru dalam kondisi lemah itulah doa menjadi lebih jujur.

Puasa membuat kita sadar akan keterbatasan. Dan kesadaran itu seringkali menjadi pintu terkabulnya doa.


4. Menjelang Berbuka: Momen yang Paling Ditunggu

Inilah waktu mustajab berdoa saat puasa yang paling populer.

Menjelang Magrib, rasa lapar dan haus mencapai puncaknya. Di titik itu, manusia benar-benar merasakan kelemahannya.

Hadis menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak tertolak saat berbuka.

Namun ada satu masalah besar di era sekarang: distraksi.

Banyak orang justru sibuk:

  • Membalas pesan

  • Mengambil foto makanan

  • Scroll media sosial

  • Menonton video menunggu azan

Padahal, beberapa menit sebelum berbuka adalah momen emas.

Tips sederhana agar tidak terlewat:

  • Siapkan makanan lebih awal

  • Duduk tenang 5–10 menit sebelum Magrib

  • Letakkan ponsel

  • Fokus berdoa

Sebutkan permohonan Anda secara spesifik. Jangan malu. Jangan ragu.

Ramadan adalah bulan harapan.


5. Saat Berbuka Puasa: Detik yang Penuh Syukur

Bukan hanya sebelum azan. Tepat saat membatalkan puasa juga termasuk waktu yang dianjurkan untuk berdoa.

Saat seteguk air pertama menyentuh tenggorokan, ada rasa syukur yang sulit dijelaskan.

Gunakan momen itu.

Bacalah doa berbuka. Lalu tambahkan doa pribadi Anda.

Seringkali doa yang dipanjatkan dalam keadaan bersyukur terasa lebih tulus daripada doa yang lahir dari keluh kesah.


6. Saat Sujud dalam Salat

Rasulullah pernah menyebutkan bahwa seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika sujud.

Sujud bukan sekadar gerakan. Ia simbol kerendahan total.

Di bulan Ramadan, kita memiliki lebih banyak kesempatan sujud:

  • Salat wajib

  • Salat tarawih

  • Salat tahajud

  • Salat witir

Gunakan sujud untuk memperbanyak doa.

Anda tidak harus panjang. Bahkan satu kalimat yang keluar dari hati seringkali lebih bermakna daripada paragraf yang dihafal.


7. Setelah Salat Fardu

Setelah salam terakhir, jangan langsung berdiri.

Ramadan membuat suasana masjid lebih hidup. Setelah salat berjamaah, hati biasanya dalam keadaan lebih tenang.

Itulah waktu yang baik untuk berdoa.

Bisa dilakukan lima kali sehari. Artinya, ada lima kesempatan tambahan setiap hari untuk memohon kepada Allah.

Jika dikalikan 30 hari Ramadan, ada ratusan momen doa yang bisa dimaksimalkan.


8. Sepuluh Malam Terakhir dan Lailatul Qadar

Inilah puncak dari seluruh waktu mustajab berdoa saat puasa.

Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Malam ini terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.

Karena tidak ada yang tahu pasti kapan ia terjadi, para ulama menganjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir.

Perbanyak:

  • Salat malam

  • Istighfar

  • Zikir

  • Doa

Doa yang diajarkan untuk malam ini berisi permohonan ampunan. Namun Anda juga boleh menambahkan doa lain sesuai kebutuhan.

Bisa jadi satu malam itu menjadi titik balik hidup Anda.


Adab Berdoa Agar Lebih Berpeluang Dikabulkan

Mengetahui rincian waktu-waktu mustajab untuk berdoa saat puasa Ramadan saja belum cukup. Ada adab yang perlu dijaga.

Beberapa di antaranya:

  • Memulai dengan memuji Allah

  • Membaca salawat kepada Nabi

  • Mengangkat tangan

  • Menghadap kiblat jika memungkinkan

  • Yakin bahwa doa didengar

  • Tidak terburu-buru

Yang sering menjadi penghalang justru rasa ragu.

Doa bukan sekadar daftar permintaan. Ia adalah ibadah. Dan setiap ibadah membutuhkan kesungguhan.


Mengapa Doa Belum Juga Terkabul?

Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap Ramadan.

Padahal dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa doa memiliki tiga kemungkinan hasil:

  1. Dikabulkan sesuai permintaan

  2. Ditunda hingga waktu terbaik

  3. Diganti dengan sesuatu yang lebih baik

Terkadang kita hanya melihat dari satu sisi: keinginan pribadi.

Padahal bisa jadi yang kita minta bukan yang terbaik untuk kita saat ini.

Ramadan mengajarkan kesabaran. Dan kesabaran adalah bagian dari doa itu sendiri.


Strategi Praktis Agar Tidak Melewatkan Waktu Mustajab

Agar Ramadan tidak berlalu begitu saja, Anda bisa melakukan langkah sederhana berikut:

1. Buat Daftar Doa Sejak Awal Ramadan

Tuliskan:

  • Target spiritual

  • Harapan keluarga

  • Permohonan rezeki

  • Doa untuk orang tua

  • Doa untuk masa depan

Daftar ini akan membantu Anda fokus saat momen mustajab tiba.

2. Atur Ritme Harian

Bangun lebih awal agar bisa tahajud.
Siapkan buka puasa lebih cepat agar punya waktu berdoa.

Hal kecil ini membuat perbedaan besar.

3. Kurangi Distraksi Digital

Menjelang berbuka adalah waktu paling rawan terdistraksi.

Coba biasakan:

  • Mode pesawat 10 menit sebelum Magrib

  • Tidak membuka media sosial

  • Fokus pada doa dan keluarga

Ramadan datang setahun sekali. Notifikasi datang setiap menit.


Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berdoa

Tanpa sadar, kita kadang:

  • Berdoa hanya ketika butuh

  • Fokus pada materi semata

  • Terburu-buru

  • Kurang yakin

Ramadan adalah waktu memperbaiki kualitas doa, bukan sekadar memperbanyak jumlahnya.

Lebih baik satu doa yang dipanjatkan dengan penuh penghayatan daripada puluhan doa tanpa rasa.


FAQ Seputar Waktu Mustajab Berdoa Saat Puasa

Apakah doa orang berpuasa pasti dikabulkan?

Doa orang yang berpuasa memiliki keistimewaan. Namun bentuk pengabulannya bisa berbeda sesuai hikmah Allah.

Kapan waktu paling utama untuk berdoa saat puasa?

Sepertiga malam terakhir dan menjelang berbuka termasuk yang paling dianjurkan.

Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia?

Boleh. Anda dapat berdoa dengan bahasa yang dipahami agar lebih khusyuk.

Apakah wanita haid tetap bisa mendapatkan waktu mustajab?

Ya. Wanita haid tetap bisa berdoa dan memanfaatkan waktu mustajab meski tidak salat dan puasa.

Apakah doa harus panjang agar dikabulkan?

Tidak. Doa yang tulus dan penuh keyakinan lebih utama daripada doa panjang tanpa penghayatan.


Penutup: Ramadan Adalah Bulan Doa, Jangan Disia-siakan

Ramadan bukan hanya tentang jadwal imsak dan berbuka. Ia adalah bulan ketika doa terasa lebih hidup.

Mengetahui waktu mustajab berdoa saat puasa membuat kita sadar bahwa ada momen-momen istimewa setiap hari. Dari sepertiga malam terakhir hingga menjelang berbuka, semuanya adalah peluang.

Rincian waktu-waktu mustajab untuk berdoa saat puasa Ramadan sudah jelas. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.

Karena mungkin saja, satu doa yang Anda panjatkan dengan sungguh-sungguh di Ramadan tahun ini, menjadi awal perubahan besar dalam hidup Anda.

Author Image

Author

Ahmad Dhani

Santri dengan orientasi global. Duta Santri Nasional 2025 dan delegasi Indonesia di forum akademik internasional (Doha & Muscat). Penerima Beasiswa Santri Unggulan UII & MAI Institute, saat ini menempuh studi Hukum Keluarga Islam Program Internasional di UII, dengan fokus pada kepemimpinan santri dan isu hukum Islam kontemporer.