JAGAD.ID – Setiap Ramadan, pertanyaan ini hampir selalu muncul kembali: Bolehkah sikat gigi saat puasa?
Sebagian orang memilih tidak menyikat gigi sama sekali karena takut puasanya batal. Sebagian lain tetap melakukannya seperti biasa tanpa merasa ragu. Di antara keduanya, banyak yang sebenarnya ingin menjaga kebersihan mulut, tetapi masih diliputi waswas.
Apalagi saat harus bekerja, kuliah, atau bertemu banyak orang. Bau mulut ketika puasa sering membuat tidak percaya diri. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa pasta gigi atau air yang tertelan bisa termasuk dalam hal-hal yang membatalkan puasa.
Lalu, bagaimana sebenarnya hukumnya menurut Islam? Apakah menyikat gigi aman dilakukan di siang hari Ramadan? Kapan waktu terbaik melakukannya? Dan bagaimana agar tidak membahayakan puasa?
Mari kita bahas secara menyeluruh—dengan penjelasan fikih, dalil, pendapat ulama, serta panduan praktis agar ibadah tetap sah dan hati tetap tenang.
Daftar Isi :
- Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Ini Jawaban Singkatnya
- Anjuran Membersihkan Mulut dalam Islam
- Mengapa Banyak Orang Ragu Menyikat Gigi Saat Puasa?
- Apakah Pasta Gigi Termasuk Hal-Hal yang Membatalkan Puasa?
- Pendapat Ulama tentang Sikat Gigi Saat Puasa
- Perbedaan Siwak dan Sikat Gigi Modern
- Waktu Terbaik Menyikat Gigi Saat Puasa
- Apakah Bau Mulut Saat Puasa Harus Dibiarkan?
- Perspektif Medis: Mengapa Sikat Gigi Tetap Penting Saat Ramadan?
- Tips Aman Agar Tidak Membatalkan Puasa
- Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sikat Gigi di Bulan Ramadan
- Jadi, Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa?
- FAQ Seputar Sikat Gigi dan Puasa
Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa? Ini Jawaban Singkatnya
Secara hukum, menyikat gigi saat puasa diperbolehkan, selama tidak ada air atau pasta gigi yang tertelan dengan sengaja.
Sikat gigi pada dasarnya bukan termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Yang membatalkan adalah jika ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui lubang terbuka (seperti mulut) hingga sampai ke tenggorokan atau perut secara sengaja.
Artinya, aktivitas membersihkan gigi itu sendiri tidak membatalkan puasa. Yang menjadi perhatian adalah risiko tertelan.
Namun untuk memahami ini secara utuh, kita perlu melihat bagaimana Islam memandang kebersihan mulut dalam keadaan berpuasa.
Anjuran Membersihkan Mulut dalam Islam
Dalam ajaran Islam, kebersihan adalah bagian dari iman. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga kebersihan, termasuk kebersihan mulut.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
“Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.”
Hadis ini menunjukkan bahwa membersihkan mulut bukan hanya dianjurkan, tetapi hampir diwajibkan jika tidak memberatkan.
Menariknya, dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tetap menggunakan siwak saat sedang berpuasa. Tidak ada larangan khusus untuk membersihkan gigi ketika menjalankan ibadah puasa.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa Islam tidak melarang kebersihan saat puasa. Yang dilarang adalah tindakan yang secara jelas membatalkan puasa.
Mengapa Banyak Orang Ragu Menyikat Gigi Saat Puasa?
Keraguan biasanya muncul karena dua hal:
-
Pasta gigi memiliki rasa kuat dan berbusa.
-
Ada risiko air atau busa tertelan tanpa sengaja.
Berbeda dengan siwak tradisional, sikat gigi modern menggunakan pasta dengan berbagai rasa—mint, herbal, bahkan yang sangat kuat aromanya. Inilah yang menimbulkan kekhawatiran.
Sebagian orang juga mendengar bahwa bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada kasturi. Lalu muncul pertanyaan: apakah kita justru tidak boleh menghilangkan bau tersebut?
Di sinilah pentingnya memahami konteks.
Apakah Pasta Gigi Termasuk Hal-Hal yang Membatalkan Puasa?
Mari kita luruskan terlebih dahulu apa saja yang benar-benar termasuk hal-hal yang membatalkan puasa.
Dalam fikih, pembatal puasa yang paling utama adalah:
-
Makan dan minum dengan sengaja
-
Memasukkan sesuatu ke dalam tubuh hingga sampai ke perut
-
Berhubungan suami istri di siang hari Ramadan
-
Haid dan nifas
-
Muntah dengan sengaja
Jadi, kuncinya ada pada “masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja”.
Ketika menyikat gigi:
-
Jika pasta hanya berada di mulut
-
Tidak ada yang tertelan
-
Tidak disengaja memasukkan sesuatu ke tenggorokan
Maka puasa tetap sah.
Namun jika seseorang dengan sengaja menelan air atau pasta gigi, puasanya batal karena termasuk memasukkan sesuatu ke dalam tubuh.
Pendapat Ulama tentang Sikat Gigi Saat Puasa
Mayoritas ulama dari berbagai mazhab membolehkan membersihkan gigi saat puasa. Namun ada sedikit perbedaan pandangan mengenai waktu penggunaannya.
Mazhab Syafi’i
Sebagian ulama Syafi’i memakruhkan bersiwak setelah waktu zawal (sekitar setelah Zuhur). Alasannya, bau mulut orang berpuasa dianggap sebagai bagian dari keutamaan ibadah.
Namun makruh bukan berarti haram atau membatalkan puasa. Hanya dianggap kurang utama.
Mazhab Maliki dan Hanbali
Mereka pada umumnya membolehkan bersiwak kapan saja selama tidak ada yang tertelan.
Kesimpulan Pendapat Ulama
-
Menyikat gigi saat puasa hukumnya boleh.
-
Tidak membatalkan puasa selama tidak ada yang tertelan.
-
Dianjurkan berhati-hati agar tidak berlebihan.
Dengan demikian, menjawab pertanyaan bolehkah sikat gigi saat puasa? adalah: boleh, dengan syarat.
Perbedaan Siwak dan Sikat Gigi Modern
Dalam literatur klasik, yang sering disebut adalah siwak, bukan sikat gigi dengan pasta seperti sekarang.
Apa Itu Siwak?
Siwak adalah potongan kayu tertentu yang digunakan untuk membersihkan gigi. Rasulullah SAW sering menggunakannya.
Kelebihannya:
-
Tidak berbusa
-
Tidak memiliki rasa buatan
-
Minim risiko tertelan
Karena itu, sebagian ulama lebih menyarankan siwak saat puasa.
Namun secara hukum, sikat gigi modern tetap diperbolehkan. Hanya saja, risikonya memang lebih besar jika tidak hati-hati.
Waktu Terbaik Menyikat Gigi Saat Puasa
Agar lebih aman dan mengurangi kekhawatiran, berikut waktu yang disarankan:
1. Setelah Sahur (Sebelum Imsak)
Ini waktu paling aman. Anda sudah makan, lalu membersihkan gigi sebelum masuk waktu puasa.
2. Setelah Berbuka
Tentu saja tidak ada risiko membatalkan puasa karena waktu puasa sudah selesai.
3. Siang Hari Saat Puasa
Jika perlu menyikat gigi di siang hari:
-
Gunakan pasta secukupnya
-
Jangan berkumur terlalu dalam
-
Sikat dengan lembut
-
Pastikan tidak ada yang tertelan
Banyak orang memilih menyikat gigi sebelum berangkat kerja atau sebelum aktivitas penting.
Apakah Bau Mulut Saat Puasa Harus Dibiarkan?
Ada hadis yang menyebutkan bahwa bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada kasturi.
Maknanya bukan berarti kita diperintahkan membiarkan diri dalam kondisi tidak bersih. Bau yang dimaksud berasal dari lambung akibat kosongnya perut, bukan karena tidak menjaga kebersihan.
Menjaga kebersihan mulut tetap dianjurkan. Islam tidak pernah mendorong umatnya untuk mengabaikan kebersihan.
Dalam konteks sosial, menjaga kenyamanan orang lain juga bagian dari akhlak.
Perspektif Medis: Mengapa Sikat Gigi Tetap Penting Saat Ramadan?
Saat puasa, produksi air liur berkurang. Mulut menjadi lebih kering.
Kondisi ini bisa menyebabkan:
-
Bakteri berkembang lebih cepat
-
Bau mulut meningkat
-
Risiko radang gusi
-
Sariawan
Jika kebersihan diabaikan selama 30 hari penuh, dampaknya bisa terasa setelah Ramadan.
Karena itu, menjaga kebersihan gigi tetap penting. Yang perlu dijaga adalah cara dan kehati-hatiannya.
Tips Aman Agar Tidak Membatalkan Puasa
Agar lebih tenang saat menyikat gigi, lakukan beberapa hal berikut:
-
Gunakan pasta sedikit saja
-
Hindari rasa yang terlalu kuat
-
Jangan berkumur berlebihan
-
Jangan menelan sisa air
-
Jika ragu, cukup gunakan siwak
Jika tanpa sengaja ada air yang sangat sedikit tertelan dan tidak bisa dihindari, sebagian ulama memaafkannya karena tidak disengaja.
Namun tetap, kehati-hatian adalah pilihan terbaik.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Sikat Gigi di Bulan Ramadan
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan:
-
Menggunakan pasta terlalu banyak
-
Berkumur berulang kali dengan air penuh
-
Menggosok gigi sambil bercanda atau tidak fokus
-
Sengaja menelan sisa pasta karena menganggap sedikit saja tidak masalah
Padahal yang sedikit tetapi disengaja tetap membatalkan puasa.
Karena itu, niat dan kehati-hatian sangat penting.
Jadi, Bolehkah Sikat Gigi Saat Puasa?
Jika dirangkum secara sederhana:
-
Menyikat gigi tidak otomatis membatalkan puasa.
-
Yang membatalkan adalah jika ada sesuatu yang tertelan secara sengaja.
-
Boleh dilakukan kapan saja, tetapi lebih aman sebelum Zuhur atau setelah sahur.
-
Siwak lebih minim risiko, tetapi sikat gigi tetap diperbolehkan.
Dengan pemahaman ini, tidak perlu lagi merasa bersalah hanya karena ingin menjaga kebersihan.
FAQ Seputar Sikat Gigi dan Puasa
Apakah menyikat gigi setelah Zuhur membatalkan puasa?
Tidak membatalkan. Namun sebagian ulama memakruhkan, bukan melarang.
Jika tidak sengaja menelan sedikit busa pasta gigi, apakah puasa batal?
Jika benar-benar tidak disengaja dan sulit dihindari, umumnya dimaafkan. Tetapi jika sengaja, maka batal.
Apakah obat kumur membatalkan puasa?
Tidak, selama tidak tertelan. Namun risikonya lebih tinggi karena berbentuk cairan.
Apakah berkumur saat wudhu membatalkan puasa?
Tidak. Tetapi Rasulullah menganjurkan tidak berlebihan dalam berkumur saat puasa.
Lebih baik mana, siwak atau sikat gigi?
Keduanya boleh. Siwak lebih aman dari risiko tertelan, tetapi sikat gigi tetap sah digunakan.
Rangkuman
Pertanyaan bolehkah sikat gigi saat puasa? sering muncul setiap Ramadan karena banyak orang ingin menjaga kebersihan tanpa mengorbankan keabsahan ibadah.
Jawabannya jelas: boleh, selama tidak ada air atau pasta yang tertelan secara sengaja.
Sikat gigi bukan termasuk hal-hal yang membatalkan puasa kecuali jika menyebabkan sesuatu masuk ke dalam tubuh dengan sengaja.
Islam adalah agama yang memudahkan. Kebersihan tetap dijaga, ibadah tetap sah, dan hati tetap tenang.
Dengan pemahaman yang benar, kita bisa menjalani Ramadan tanpa waswas—lebih fokus pada kualitas ibadah, bukan pada ketakutan yang tidak berdasar.

